
Miyuki meletakkan tangan kanan nya di atas bola sihir, bola sihir itu pun mulai bereaksi. Khan Freedlay terkejut setelah melihat reaksi bola sihir itu.
"Bola nya-"
"Tidak memunculkan cahaya. Maaf Lady, sepertinya anda memang tidak memiliki kekuatan sihir." Ucap Penanggung jawab bola sihir setelah melihat reaksi bola sihirnya.
Yah.. sayang sekali, padahal aku sudah berharap, Miyuki menarik kembali tangannya.
Apa? tidak mungkin! batin Khan Freedlay, "apa bola sihirnya bermasalah?" Khan Freedlay masih kekeh untuk membuktikan jika Miyuki memiliki kekuatan sihir.
"Bola sihir ini tidak pernah bermasalah maupun cacat, apakah yang mulia meragukan bola sihir ini?" Ucap petugas penanggung jawab.
Miyuki pun mendorong - dorong Khan Freedlay dari belakang menuju pintu keluar, "baiklah kalau begitu terimakasih atas waktu nya, kami pergi dulu." Jika kami tidak pergi sekarang pasti akan menjadi pertengkaran.
Tidak mungkin Miyuki tidak memiliki kekuatan sihir, pasti ada sesuatu yang salah. Batin Khan Freedlay.
Diperjalanan menuju istana, Miyuki melihat Khan Freedlay termenung memikirkan sesuatu, "hei, terbukti kan jika aku tidak memiliki kekuatan sihir?" Ucap Miyuki.
Khan Freedlay menatap ke arah Miyuki, "yah..." Jawab Khan Freedlay dengan sedikit menghela nafas.
Miyuki tersenyum, "baiklah kalau begitu aku harus kembali mengerjakan pekerjaan ku. Sampai jumpa." Miyuki berjalan menuju ke Istana Khan Freedly.
Yah.. mau bagaimana lagi jika aku memang tidak memiliki kekuatan sihir. Tapi, kenapa aku bisa menggunakan alat sihir ya? Batin Miyuki.
Sesampainya di Istana Khan Freedly, Miyuki mendapat surat undangan pesta teh dari Putri Elani.
"Astaga?! Jam berapa di tuliskan di surat itu?" Tanya Miyuki kepada peri Lala yang tengah membacakan surat undangan.
"Setelah makan siang." Jawab Peri Lala.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya aku harus ngebut kerja pagi ini." Ucap Miyuki lalu mulai membuka dokumen - dokumen pekerjaan nya.
Siang harinya, Miyuki mulai menyiapkan dirinya untuk datang ke pesta teh Putri Elani. Karena ini adalah pesta kecil, gaun yang digunakan tidak terlalu mewah seperti pesta dansa kemarin.
Miyuki pun berangkat ke pesta teh Putri Elani yang di selenggarakan di rumah kaca. Rumah kaca tersebut terdapat di dalam istana Khan sebelah barat, Putri Elani meminjam rumah kaca tersebut dari Ratu Khanya untuk menggelar pesta teh para Lady bangsawan.
Sesampainya di pesta teh.
Kali ini Miyuki datang terlambat dari para Lady bangsawan lain yang sudah datang lebih awal.
"Maafkan saya sedikit terlambat, Putri Elani." Ucap Miyuki sembari membungkuk sekaligus memberi salam.
__ADS_1
"Padahal cuma bangsawan tingkat rendah berani sekali membuat Putri Kerajaan menunggu." Sindir salah satu Lady bangsawan yang ada di sana.
"Bagaimana bisa ya, hanya seorang dayang bisa hadir ke acara pesta teh para Lady bangsawan?" Sindir Putri Leilin Rrose Carhin yang tengah duduk dengan elegan di kursinya.
"Benar, seharusnya anda hanya perlu mengerjakan tugas - tugas remeh yang ada di istana." Sambung salah satu Lady bangsawan.
"Sudah lah teman - teman, kalian jangan mengucilkan Lady Miyuki. Lady Miyuki tidak perlu minta maaf, duduk lah." Putri Elena tersenyum lalu menarik kan kursi duduk untuk Miyuki.
"Terimakasih Putri Elena." Miyuki menghampiri kursi duduk yang di berikan Putri Elena.
Kini Miyuki bergabung di kursi para Lady bangsawan. Para pelayan pun menyajikan makanan ringan di meja dan tentunya juga menyajikan teh.
"Wah bukankah ini teh mawar? yang di produksi di Kerajaan Carhin?" Ucap salah satu Lady bangsawan setelah meminum teh yang di sajikan.
"Benar, ini teh langka, daun teh ini tak terlalu banyak di produksi." Sahut Putri Leilin.
"Wah kita beruntung sekali dapat meminum teh ini." Ucap Lady bangsawan dengan mata yang berbinar.
Miyuki meminum teh nya juga, aku tak tahu apapun mengenai teh para bangsawan, tapi teh ini memang enak. Rasanya seperti ada mawar yang mekar di mulut. Batin Miyuki.
Mereka pun menikmati teh nya bersama - sama, sampai salah satu Lady bangsawan menyinggung rumor yang beredar mengenai hubungan Miyuki dengan Raja Brayen.
Hah? Miyuki terhenti dari minumnya, "rumor?" Tanya Miyuki heran.
Suasana menjadi hening, Putri Elena pun menepuk tangannya satu kali untuk memecah keheningan. "Itu hanya rumor yang tak berdasar, lagi pula aku mendengar jika Lady Miyuki semalam bertemu berduaan dengan Pangeran Khan Freedlay di teras lantai dua." Ucap Putri Elena dengan tersenyum, kali ini senyumnya tidak terlihat ramah.
"Aku lebih penasaran, apa hubungan Lady dengan Pangeran Khan Freedlay." Sambungnya lagi.
Aku harus menjawab apa? jika aku mengatakan hanya sebatas pelayan dan majikan pasti akan terdengar aneh, batin Miyuki. "Kami hanya berteman." Ucap Miyuki dengan tersenyum.
"Masa sih? Tapi aku lihat sepertinya Pangeran Khan Freedlay melihat Lady tidak hanya sebatas 'teman'. Bahkan semalam aku dengar Pangeran Khan Freedlay melepaskan sepatu Lady Miyuki yang kaki nya terkilir." Ucap Putri Elena lagi.
Setelah mendengar hal itu, Lady bangsawan langsung heboh, karena para Lady bangsawan sangat menyukai cerita romantis seperti itu.
"Apa? Yang mulia Khan Freedlay melepas sepatu Lady Althea?"
"Seperti kisah di novel - novel kisah cinta antara Pangeran yang jatuh cinta pada seorang gadis biasa! Kyaaaa."
"Apa kalian berpacaran?" Ucap salah satu Lady bangsawan, pertanyaan nya langsung membuat hening para Lady.
"Tidak, kami hanya berteman." Ucap Miyuki yang sedikit tersipu. Pacaran? mana mungkin! batin Miyuki.
__ADS_1
"Oh ayolah jangan malu - malu Lady, ayo cerita kan saja." Jawab Putri Elena dengan tersenyum manis.
Kumpulan Putri Leilin yang menyindir Miyuki tadi hanya terdiam menikmati teh dan hanya menatap sinis.
"Apa kalian tidak ada obrolan yang menarik?" Ucap Putri Leilin dengan nada tegas.
Semua Lady pun terdiam karena ucapan Putri Leilin. Putri Elena pun angkat bicara, "apakah Putri merasa tidak nyaman dengan pesta teh saya?"
"Bukan seperti itu, tapi yah.. saya berpikir obrolan Lady bangsawan semuanya tidak menarik. Saya pamit untuk pergi dulu." Ucap Putri Leilin yang sudah berdiri dari kursinya.
Ketika hendak pergi, ia di hentikan oleh Putri Elena, "jangan seperti itu, Putri. Mari, kita bicarakan topik yang ingin dibicarakan Putri." Ucap Putri Elena dengan tersenyum ramah.
Putri Leilin duduk kembali ke kursinya, "baiklah," ucap nya sembari duduk, "karena sepertinya para Lady menyukai topik yang seperti ini aku ingin bertanya, bagaimana dengan pengajuan pertunangan Putri S.Elena dengan Pangeran Khan Freedlay?" Sambungnya lagi dengan sedikit menyeringai ke arah Miyuki.
Miyuki terkejut, pertunangan? batin nya.
Pandangan para Lady langsung tertuju kepada Putri Elena,
"pertunangan? Putri Elena mengapa tidak pernah menceritakan hal ini kepada kami!"
"Em.. yah.. mungkin surat pengajuan nya sudah sampai di istana Ratu." Jawab Putri Elena kepada Putri Leilin.
Bahkan surat pengajuan pertunangan nya sudah sampai di istana ratu?! Miyuki menggenggam erat bagian bawah baju nya.
Putri Elena melirik ke arah Miyuki, "anu teman - teman tolong jangan membahas pertunangan ku."
"Kenapa? bukan kah kalian cocok? Putri dan Pangeran Kerajaan." Ucap Putri Leilin dengan menekankan ucapannya.
Miyuki langsung berdiri, "maaf sepertinya aku tidak enak badan. Putri Elena saya pamit lebih dulu, terimakasih atas undangan nya." Setelah pamit Miyuki pun pergi meninggalkan pesta teh.
Di perjalanan, aku tak memiliki hubungan apapun dengan Freedlay! kenapa aku sangat sakit ketika mendengar bahwa ia akan bertunangan dengan Putri Elena! batin Miyuki.
Dasar Miyuki bodoh, mereka sudah sangat cocok, lagi pula aku dan Freedlay berbeda kasta. Miyuki pun berjalan menuju istana Khan Freedly.
Beberapa hari kemudian Pangeran Leovan telah menyelesaikan penelitian nya dengan darah Miyuki. Ia pun memberitahukan hasil nya kepada Miyuki.
"Kau keturunan peri, Lady Althea. " Ucap Leovan dengan mata nya yang terlihat lelah karena meneliti sampai begadang.
"Apa?! aku keturunan peri?"
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...
__ADS_1