
"Maaf itu kebiasaan ku berbicara kepada diri sendiri."ucap Miyuki Chi,sembari menggaruk pipinya menggunakan jari telunjuk kanan.
Berbicara kepada diri sendiri apanya?? jelas jelas ada peri di samping nya. Batin anak laki-laki tersebut.
Miyuki Chi mengalihkan pembicaraan, "oh ya, kau tadi bertanya aku berasal dari negara mana kan?? aku berasal dari negara yang sangat jauh, jadi tentu saja pakaian ku berbeda dengan di negara ini." Ucap Miyuki Chi dengan senyum canggung.
Anak laki - laki itu terdiam sejenak, "baik lah aku paham. Ngomong - ngomong, apakah aku boleh tahu nama kakak??" Ucap anak laki - laki tersebut.
"Nama ku Miyuki Chi." Ucap Miyuki sembari tersenyum.
"Errmm.." Suara gumam anak kecil tersebut, dia kebingungan dengan nama Miyuki Chi, karena di dinasti Khan ini hanya keluarga bangsawan saja yang boleh menggunakan marga.
"Apakah kakak berasal dari keluarga bangsawan??" Tanya anak laki-laki tersebut.
Miyuki Chi terbelalak dengan pertanyaan anak laki-laki itu, "hah?? apa? Tidak." Ucap Miyuki Chi dengan menggelengkan kepalanya.
"Apakah kakak tidak tahu, bahwa hanya keluarga bangsawan saja yang boleh menggunakan nama marga?" tanya anak kecil tersebut.
Hah?? kenyataan macam apa ini.
Miyuki Chi melihat ke arah peri Lala. Peri Lala tersadar bahwa Miyuki Chi sedang menatap nya, peri Lala pun mengatakan, "Jangan menatap ku, aku juga baru tahu." Ucap peri Lala dengan mengalihkan tatapan nya.
"Yah, baiklah aku akan mengingat nya, jadi siapa nama mu adik kecil??" Ucap Miyuki Chi, mengalihkan pembicaraan.
Anak laki - laki itu tersenyum dengan matanya yang berwarna biru langit dengan angin sepoi - sepoi membuat rambutnya yang berwarna navy tergerak, "Nama ku Freedly, aku berumur delapan tahun." Ucap Freedly sembari tersenyum.
"Freedly, aku akan mengingatnya." Ucap Miyuki Chi.
Lalu Freedly mengingat rencana nya, agar Miyuki Chi bisa ke Istana Khan.
"Kak, apakah kau ingin ke Istana Khan? aku bisa membantu mu." Ucap Freedly.
"Sungguh??" Ucap Miyuki, berharap.
"Iya kak... aku mendengar Kerajaan Khan sedang mencari pelayan pribadi untuk pangeran kedua." Freedly menyerahkan sekantong yang berisi uang perak, "ini ada dua puluh perak, kau bisa membeli pakaian khas di sini, dan ini juga ada peta untuk menuju ke Kerajaan." Ucap Khan Freedly.
__ADS_1
"Baiklah terimakasih." Ucap Miyuki Chi.
Freedly pun pergi dan memberikan pesan, "Baiklah aku akan pergi, kita akan bertemu lagi kak. Ingat jangan lupa jika ada seseorang yang menanyakan nama mu kau jangan mengucapkan marga mu." Ucap Freedly lalu pergi dari hutan.
"Baiklah, aku akan mengingat nya." Ucap Miyuki Chi.
Kemudian Miyuki Chi menatap sinis peri Lala dengan nada mengejek, "huh, anak delapan tahun saja bisa di andalkan, kau???" ucap Miyuki Chi sembari mencibir ke arah peri Lala.
Peri Lala hanya terdiam tak bersuara dan menatap Miyuki Chi tanpa ekspresi apapun sebelum, "iya - iya deh si paling bisa di andalin. " Peri lala memutar bola mata malas. Miyuki Chi pun tak bisa menahan tawa karena melihat ekspresi peri Lala.
"Baiklah, aku hanya bercanda. Oh iya apa kau tahu siapa Freedly?"ucap Miyuki Chi.
Peri lala menjawab, "seperti nya ketika aku sudah pergi dari sini, dia belum lahir."
"Benar juga," Miyuki Chi mengingat sesuatu, "aku belum menanyakan berapa tahun kau sudah berada dalam tirai itu?" tanya Miyuki Chi.
"Aku kan sudah bilang ingatan ku sedikit menghilang karena terlalu lama berada dalam tirai itu, aku juga lupa kenapa aku berada dalam tirai itu." Ucap peri Lala, sedih.
Miyuki Chi menepuk bahu peri Lala, "jangan sedih, ingatan mu pasti cepat atau Lambat akan pulih." Ucap Miyuki Chi menenangkan.
"Bagaimana jika kita ke toko pakaian?"Ajak Miyuki Chi.
"Baik lah, ayo kita ke sana, belanja pakaian!!" Ajak Miyuki Chi.
Sesampai nya di toko pakaian...
"Ini tempat nya??" Ucap Miyuki Chi heran.
Toko pakaian tersebut dari luar sangat lusuh dan terlihat tua, tetapi di dalam sangat mewah walau agak norak karena bernuansa zaman dulu.
"Coba masuk saja dulu, jangan menilai dari luar nya saja."ucap peri Lala.
Kring suara pintu toko terbuka.
Lalu tiba lah seorang penjual menawarkan ingin membeli atau memesan pakaian.
__ADS_1
"Selamat datang nona, apakah kau ingin membeli pakaian??" Ucap penjual.
"Tentu, bukan kah ini toko pakaian ? tentu saja membeli pakaian." Ucap Miyuki Chi heran.
Apakah orang zaman dulu, terlalu se-basa basi seperti ini? Batin Miyuki.
"Hahaha nona sangat lucu, toko kami bisa menjual atau memesan pakaian. Misalnya jika anda datang untuk membeli, anda langsung memilih pakaian nya dan jika memesan pakaian, toko kami akan merancang pakaian yang anda minta." Jelas penjual.
"Oh.. baiklah aku paham, aku di sini untuk membeli pakaian." Senyum Miyuki Chi.
"Silahkan ikuti saya untuk melihat lihat pakaian yang cocok untuk anda." Ucap pembeli sembari memberikan jalan untuk Miyuki Chi.
"Baiklah." Ucap Miyuki Chi.
Miyuki dan peri Lala pun mengikuti penjualan tersebut untuk memilih pakaian yang cocok untuk Miyuki Chi.
"Hanya ada ini untuk anda nona, yang pas seperti ukuran anda." Ucap penjual, sembari menyerahkan pakaian nya.
"Baiklah aku akan mencoba pakaian nya." Ucap Miyuki Chi.
Beberapa menit kemudian...
Penjual pakaian terbelalak melihat kecantikan Miyuki Chi yang mengenakan pakaian khas di jaman itu dan mirip dengan seseorang yang terhormat, "Nona?? kau... kau kenapa mirip sekali dengan nya?!" Hcap pembeli, terkejut.
"Si-siapa? aku mirip siapa??" tanya Miyuki Chi.
"Tidak apa apa." Ucap penjual segera menghentikan pembicaraan.
Sebenarnya aku mirip dengan siapa?
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...
- Selamat datang di karya ku yang baru.. bagi yang baca.. tetap selalu dukung ya.. terimakasih.
Dengan...
__ADS_1
- Fav, like, serta koment.
- Terimkasih.