Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 32


__ADS_3

Miyuki melihat ke arah putri Elani, "salam kepada Putri Mahkota kerajaan S.E ." Miyuki memberi salam.


"Aku kan sudah bilang, panggil saja aku Elani." Putri Elani tersenyum ramah.


"Baiklah putri Elani." Miyuki duduk di kursi yang telah di siapkan.


Baru saja ia duduk di kursinya ia sudah tertohok dengan pertanyaan salah satu nyonya bangsawan di sana.


"Lady Althea, kau pasti belum tahu tata krama meminum teh para Lady bangsawan kan? bagaimana jika aku yang mengajari mu? dengan senang hati aku-" Ucapannya terhenti karena Miyuki meminum teh nya dengan tata krama yang telah ia pelajari dari peri Lala.


'kau hanya seorang rakyat biasa yang tak tahu cara para bangsawan.' padahal aku baru saja tiba tapi mereka sudah menyerangku. batin Miyuki. "Maaf nyonya, bisa kau mengatakan ulang apa yang kau katakan barusan?" ucap Miyuki dengan tersenyum seperti tak tahu apa - apa.


Nyonya bangsawan itu terdiam sejenak, ia pun menarik kipasnya di depan wajahnya sambil melirik Miyuki, "hahaha tidak apa - apa saya hanya menawarkan niat baik saya kepada anda, Lady."


Suasana menjadi sepi lagi sampai seorang Lady bangsawan memecahkan keheningan, "Lady Althea, pakaian anda sangat cantik sangat cocok dengan anda." Puji nya.


"Terimakasih Lady, pakaian anda juga cantik dan sangat cocok dengan Lady." Miyuki tersenyum dengan Lady bangsawan itu.


"Benar, pakaian Lady Althea hari ini menjadi pusat perhatian! Apakah Lady akan ikut berburu?" Ucap putri Elani.


"Benar putri, saya akan mengikuti perburuan." Ucap lembut Miyuki.


"Astaga! benarkah? Apakah Lady bisa bertarung? apa kemampuan Lady?" Ucap salah satu Lady bangsawan, semua orang menatap ke arah Miyuki dengan tatapan yang penuh penasaran.


"Emm.. Iya saya bisa sedikit memanah." Jawab Miyuki.


"Wah hebat! Ngomong - ngomong tuan putri kerajaan Carhin pasti juga ikut perburuan kan? Aku tak sabar melihat dia berburu tahun ini!" Ucap salah satu Lady bangsawan.

__ADS_1


"Benar! tahun lalu ia mendapatkan dua puluh ekor rusa kan?!"


"Iya aku sangat takjub melihat kemampuan nya yang hebat!"


"Oh iya, katanya tahun ini target binatang perburuan adalah beruang emas! Siapa yang mendapatkan beruang emas akan mendapat hadiah satu permintaan yang akan dikabulkan oleh yang mulia ratu."


"Beruang emas?" Tanya Miyuki.


"Iya, sebenarnya beruang itu hanya bagian matanya saja yang emas bukan seluruh tubuhnya. Tapi katanya beruang itu monster bukan binatang biasa."


"Kenapa yang mulia ratu memberikan monster di acara perburuan kali ini?" Sambung lagi para Lady bangsawan lainnya.


"Entah lah, Lady Althea kau harus berhati - hati ya jangan terlalu masuk terlalu dalam di hutan nanti." Nasehat Lady bangsawan kepada Miyuki.


"Baiklah Lady, terimakasih sudah mengingatkan ku." Miyuki tersenyum. Ternyata tidak semua bangsawan berhati jahat.


Sebelum Miyuki masuk kedalam hutan, Putri Lin berlari ke arah Miyuki dan memberikan sebuah gelang sihir pelindung, "Lady! pakai ini untuk keselamatan mu!" Putri Lin menarik tangan Miyuki dan memasangkan gelang sihir itu.


"Terimakasih Putri." Jika bertemu kelinci seperti nya aku harus menangkapnya untuk putri Lin. Miyuki pun masuk kedalam hutan.


Terselip ingatan putri Lin, jika alat sihir itu hanya akan berfungsi jika yang mengenakan memiliki kemampuan sihir. Putri Lin melihat ke arah Miyuki tapi terlambat, Miyuki sudah masuk kedalam hutan.


.


.


Hutan perburuan khusus binatang kecil terdapat tanda pita berwarna hijau, "sepertinya hutan ini aman." Ucap Miyuki yang melihat pita hijau yang melilit di pohon.

__ADS_1


Miyuki berjalan melihat - lihat di atas pohon untuk mencari tupai, tapi ia tak menemukan nya satu pun bahkan hewan kecil pun tak ia lihat sampai Miyuki melihat seekor tupai putih melintasi dahan pohon yang sedikit jauh dari posisi nya, ia pun langsung mencoba memanah kaki tupai agar terjatuh.


Panah Miyuki tepat sasaran, tupai itu jatuh dari dahan, karena dahan pohon itu sedikit jauh dari posisi Miyuki akhirnya Miyuki berjalan menuju jatuhnya tupai itu tanpa melihat tanda berwarna merah yang ada di salah satu pohon.


Miyuki mencari tupai yang jatuh tadi, setelah mencari - cari di semak - semak terdekat ia menemukan tupai itu tergeletak lemah, "aku menemukannya, jangan khawatir Lala akan menyembuhkan mu dan kau akan kembali pulih." Miyuki memopong tupai putih itu.


Terdengar samar - samar suara ngauman, Miyuki melihat ke arah sumber suara ternyata seekor beruang dengan mata berwarna emas sedang berlari mengarah kepadanya. Miyuki syok ia langsung berlari menyelamatkan diri sambil mencari bala bantuan.


Bagaimana bisa beruang emas ada di area ini? bukankah harusnya ada di wilayah pita merah? Ketika berlari Miyuki tak sengaja lihat pita berwarna merah, sialan harusnya aku lebih memperhatikan sekitar ku!


Miyuki terus berlari menyelamatkan diri sedangkan beruang emas masih saja mengejarnya dengan suara ngaumannya yang besar. Tidak sia - sia aku latihan berlari waktu itu. batin Miyuki.


Miyuki menyadari bahwa ia sudah terlalu jauh masuk kedalam hutan, beruang emas mengejarnya semakin dekat, kini beruang emas itu hanya tinggal beberapa langkah jarak antara Miyuki. Siapa pun tolong selamatkan aku! Miyuki terpejam ia sudah mem pasrahkan nyawa nya, sampai ia merasakan anak panah yang melewatinya. Ternyata anak panah itu milik Khan Freedlay.


"Dasar gadis bodoh! bagaimana kau bisa sampai ke sini!" Teriak Khan Freedlay.


Freedlay?! Miyuki membuka mata nya, ia melihat Khan Freedlay yang menunggangi kuda hitam nya bak pengeran berkuda putih yang menolong seorang putri dalam dongeng.


"Bagaimana kau bisa sampai ke sini!?" Khan Freedlay masih berteriak kepada Miyuki, "jawab pertanyaan ku nanti." Khan Freedlay mulai memanah beruang emas itu tapi anak panahnya tak ada yang mempan. Anak panah Khan Freedlay hanya tertancap di kulit beruang itu.


"Sialan, ayo naik." Khan Freedlay akhirnya menarik tangan Miyuki lalu mereka menaiki kuda bersama berlari menjauh dari beruang emas itu.


Beruang emas itu masih dapat mengejar, memang bukan gosip belaka jika dia adalah seekor monster. Miyuki yang dapat melihat ke arah belakang mencoba untuk memanah beruang itu dengan panah sihir nya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Khan Freedlay sembari mengendalikan tali kuda.


"Aku ingin membantu." Miyuki mulai menembakkan anak panah sihir nya, walau sudah menggunakan anak panah sihir beruang itu masih saja tidak mempan di kulitnya, hingga Miyuki berpikir bagaimana jika bagian mata nya yang ditembak?

__ADS_1


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


__ADS_2