Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
chapter awal mula


__ADS_3

''Tolong.... tolong....'' seorang gadis muda berteriak meminta pertolongan


''Hah..


hah'' ia sudah sangat kehabisan nafas. Karena terus di kejar-kejar preman itu


''Tolong siapapun tolong aku...'' berteriak lagi dan berharap akan ada yang menolongnya


''Mau lari kemana kau cantik?'' Ucap si preman yang sedang setengah sadar itu. Dan masih terus mengejar Melisa


Melisa sudah kehabisan nafas nya sampai tersengal..


dan kini Melisa salah berlari. Karena ternyata ini jalanan sangat sempit. dan mungkin orang-orang tidak bisa mendengar lagi teriaknya.


Melisa semakin ketakutan, dia sudah gemetaran. ''Kamu. mau apa kamu?'' ucapnya pada si preman


''Sudah tentu gue mau ajak Lo senang-senang. ayo kesini manis'' Ucap si preman semakin mendekat


Melisa semakin ketakutan dia menggeleng


''tidak jangan mendekat.. ku bilang jangan mendekat'' pekik Melisa


''Yang manis seperti ini tidak boleh di sia-siakan..'' kini pria itu semakin mendekat dan langsung memegang tangan Melisa


''Aaaa lepas.. lepaskan, tolong tolong.''


''Diam.'' bentak si preman


''Tolong''


''Diam kau'' plakk menampar pipi Melisa


''Awh'' meringis


''Diam kau.. rupanya kau mau dengan cara kasar iya?'' ucap si preman. kini dia mencekal lengan Melisa semakin erat


''Aw lepas sakit'' meringis


lalu si pria itu mulai mendekatkan Melisa dan dia ingin mencium bibir Melisa . Tapi Melisa terus berontak


''lepaaskan....'' teriak Melisa


Plak plakk si preman kembali menampar pipi kiri kanan nya Melisa


''Sakit..'' Melisa menangis


Lalu si preman itu dengan tidak sabaran dia justru kini merobek baju Melisa


''Aaa jangan'' cegah Melisa ia meronta


saat ingin mendekati Melisa . tiba-tiba seseorang dari belakang datang dan langsung menjambak rambut si preman..


''Sedang apa kau?'' teriak seorang pria itu dan menarik baju di preman


Melisa yang masih ketakutan segera berdiri dan diam di belakang pria yang baru datang


''Pak tolong saya'' ucapnya dengan nada ketakutan


''Mau apa kau. jangan ikut campur berikan gadis itu padaku'' teriak si preman dengan menatap tajam


''Kalau kau berani lawan aku jangan sama perempuan'' ucap di pria menantang


''oh rupanya Lo gak takut sama gue. maju Lo kesini'' balas si preman


''Kalau kamu kalah.. maka biarkan perempuan ini bersama saya'' Ucap SI pria


si preman tampak berpikir. ''tapi kalau Lo yang kalah maka Cepat kasih dia buat gue bawa pulang''


''Aku gak mau sama preman itu'' kata Melisa pelan.. sungguh ini hari tersial nya


''Ok baik. jadi deal'' ucap si pria

__ADS_1


''Ok'' sahut lantang si preman


lalu keduanya mulai saling menghajar


bak buk bak buk bik buk... suara orang saling hajar


''Sialan. berikan dia'' si preman kalah tapi sekarang dia tak Terima


''Jangan coba-coba ingkar janji kamu.. Cepat pergi'' kata si pria


''Tidak.. karena dari awal wanita itu sudah jadi milikku'' masih kukuh rupanya


''Belum puas kamu saya hajar hah?'' Ucap si pria


kini dia menonjok lagi muka si preman dengan sangat keras. hingga sekarang si preman terbujur tak sadarkan diri..


''Rasakan itu salahmu sendiri ngeyel'' Ucap si pria setelah melihat preman itu tak sadarkan diri


Melisa sampai terkejut melihatnya.. dia semakin shock, melihat langsung hal seperti ini. Karena biasanya dia hanya melihat dari sinetron..


si pria berbalik menatap pada wanita yang telah di tolong nya yang justru malah terbengong dengan wajah pucat


''Anda baik-baik saja?'' tanya si pria


''i-iya te-terima ka-kasih'' jawab Melisa terbata dan tubuhnya bergetar masih takut


''Oh syukur kalau begitu. Tapi lain kali hati-hati dan jangan berkeluyuran di tempat sepi'' ucap si pria menasehati . Lalu dia pun melangkah ingin pergi


''Tu-tunggu Pak'' cegah Melisa memegang kaki pria itu menahannya untuk pergi


''Ada apa?'' dengan dahi mengernyit


''Aku.. aku ikut ya'' ucapnya tiba-tiba


''Ikut?''


Melisa cepat-cepat mengangguk ''iya ikut boleh ya? aku . aku takut disini'' Ucap Melisa lagi dengan tatapan memohon


ah iya. bukankah pria ini tidak di kenalnya juga? Tapi Melisa lebih takut disini sendirian.. Melisa memang sedikit ragu


Pria itu ingin melangkah lagi


''Tunggu''


''Apa lagi?''


''Tapi kamu bukan orang jahat kan?''


''Menurut mu?''


''Aku tidak tahu. Tapi kalau kamu orang baik. pasti kamu bakal bawa aku pergi Pak'' kata Melisa


''Percaya diri sekali kamu. kalaupun aku orang baik. Tapi aku tidak sudi untuk membawamu pergi'' kata si pria


''tapi ternyata kamu tadi menolong aku.. itu artinya pasti kamu orang baik aku yakin.. .


dan sekarang juga kamu pasti mau bawa aku'' Ucap Melisa memang percaya sekali dia


''Ok. Tapi kalau semisalnya aku mau membawamu. Tapi untuk menjual mu pada om om bagaimana?''


Melisa langsung mundur perlahan ''apa? om om?'' dia tampak kaget


''Ya. masih mau ikut ayo?''


Melisa diam . bingung Sudah pasti


Melisa kini justru dia menangis terisak


''Aku tidak menyangka ternyata anda sama jahatnya'' Pekiknya marah


''Makanya jangan terlalu percaya kepada orang baru kau kenal''

__ADS_1


Melisa diam..sambil terisak


''Lalu aku harus kemana? aku tidak tahu daerah sini. aku dari kampung'' ucap Melisa pelan tapi masih bisa didengar oleh pria ini


dia jadi mereka kasihan.. benar-benar kasihan,


''kau benar mau ikut?''


''TIDAK mau''


''Benar tidak mau nih?''


''Ya. karena aku masih punya harga diri. aku tidak mau di jual ke om om'' jawabnya masih menangis


lalu si pria tampak berpikir.. dia baru ingat sesuatu lalu dia menatap pada perempuan itu lagi..


dia menatap pakaiannya dari atas sampai bawah..


''Kau pernah mencuri?'' tanyanya tiba-tiba


''Apa maksudnya?'' tersinggung


''jawab saja''


''Tidak pernah. wajah saya orang miskin tapi saya tidak pernah jadi maling'' jawabnya tegas


''Oh yasudah.. kamu bersedia jadi pembantu?''


''Jadi pembantu di rumah siapa?''


''Bisa tidak jangan balik bertanya lagi.. langsung jawab saja!''


''Oh bi-bisa'' Melisa sedikit takut melihat kemarahan pria ini


''baik. Mulai sekarang. bekerja di rumah ku''


''Benarkah?''


''ya''


Melisa langsung berbinar wajahnya..


''Tapi benar jadi pembantu kan? bukan untuk di jual?''


'' benar''


''terima kasih'' Sambil Tersenyum


si pria itu sampai terpana begitu melihat senyuman si gadis kampung ini..


''Pak..''


''Hah ya'' tersadar


''ada apa?''


''kenapa jadi melamun?''


''ah tidak ada. sudah jangan banyak bicara. dan bicara sama saya itu harus yang sopan. Karena sekarang saya ini bos kamu''


''Oh baik pak..'' menunduk hormat


''Sekarang cepat ikut saya''


''iya pak''


Melisa mengikuti langkah pria ini. sampai juga mereka di jalan raya. dan disana ada sebuah mobil.. pria ini menghampiri mobil tersebut..


''Cepat naik'' menyuruh Melisa baik mobilnya.


''oh baik Pak'' menurut

__ADS_1


__ADS_2