
''Karena kamu sudah tidak melakukan tugas mu. maka kamu harus saya hukum'' Ucap Vino kini ia
''Apa? dihukum pak. Tapi saya tidak tahu kalau peraturan nya itu...''
''Diam'' bentak Vino, mengagetkan Melisa
Melisa memejamkan matanya, ia shock
''Berani sekali kamu bicara dan membantah. sudah salah berani lagi, bantah''
''Maaf'' cicit Melisa
''Cepat ikut saya'' Vino sampai menyeret tubuh Melisa ke suatu tempat.
Melisa yang badannya sangat lemas. semakin sakit dan pusing begitu ketika vino menyeretnya,
Tak..
Vino membuka handle pintu..
ia langsung menyungkur kan tubuh Melisa. hingga Melisa terhuyung dan dia terjatuh..
''Aw..'' ringisnya begitu kakinya terkena ubin keramik.
''Dengar. kamu jangan pernah lagi menyepelekan tugas kamu di rumah ini. saya itu tidak lah sebaik yang kamu pikirkan.. dan kamu tidur di tempat ini tanpa ada yang boleh memberi mu makan.. itu adalah hukuman untuk mu.. pembantu tak tau diri'' Ucap Vino dengan setengah membentak.
Melisa panik. ia menggeleng tanda ia tidak mau di sini..
''Pak. maafkan aku, maaf karena kecerobohan ku'' Melisa langsung memohon di kaki Vino. berharap pria ini mau memaafkannya.
Vino bergeming..
lalu
''Lepas..'' ia mencoba menjauhkan Melisa dari kaki nya.
''Tidak. tolong jangan hukum aku dengan tidur di sini.. aku takut tikus pak'' Ucap Melisa ketakutan
''Saya tidak perduli. .'' Vino dengan paksa menyingkirkan tangan Melisa di kakinya
brakkk. Vino langsung menutup pintu gudang dengan keras.
Melisa mengejar, namun ia terlambat karena pintu sudah Vino kunci..
Dorrr Dorr...
melisaa coba membuka. dan mengedit pintunya
.
''Pak. jangan pergi, aku gak mau disini. pak maafkan aku, tolong jangan hukum aku.. pak Vino, aku mohon.. aku takut tikus pak, hikss'' teriak melisaa dan berharap Vino akan berbaik hati.
Bibi yang dari tadi melihat. tampak merasa kasihan, namun bibi Susi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena watak Vino adalah ia tempramental. tidak mau di paksa tidak mau di bantah, walau kita sengaja atau tidak melakukan kesalahan. Tapi kalau kata Vino salah ya berarti itu memang salah..
ini semua terjadi berawal karena saat itu ibu kandung Vino adalah seorang pekerja malam, dan saat itu Vino selalu kena bullying.
Vino di cap sebagai anak dari seorang wanita malam.. maka Vino sedikit benci pada yang namanya wanita..
namun saat mengenal Ria, vino mulai berubah. Vino sudah mulai terbiasa dekat dan mengenal wanita..
__ADS_1
Tapi sayang sekarang Ria sendiri yang tak memilih Vino dan tak mau di ajak serius oleh Vino dan lebih mementingkan karirnya..
Vino keluar dari gudang itu. Lalu ia melihat disana bi Susi sedang beres-beres rumah..
''Bi'' panggilnya
''iya den'' kata bibi
''Bi. Jangan ada yang bukakan pintu gudang itu siapapun'' Ucap Vino memerintah
''Maaf den tapi bibi mau menyampaikan sesuatu dulu'' Ucap bibi
''Apa?''
''Itu anu den.. sebenarnya si neng Melisa dia tadi sedang tidak enak badan.. sepertinya dia mengalami demam'' Ucap bibi memberitahu. dan berharap Vino akan kasihan.
''Lalu kenapa kalau dia sakit bi? dia tetap harus mendapat hukuman nya'' kata Vino
''Tapi den.. bibi merasa khawatir, bibi takut kondisinya semakin parah'' ucap bibi
''Oh kalau bibi Merasa kasihan. silahkan bibi ikut juga saya hukum di dalam gudang itu .'' tantang Vino
bibi Sampai membuang nafas kasar, ini yang bibi tak suka dari sikap Vino majikannya.. semua ia perlakuan sama,
dan keras kepalanya ini tidak pernah berubah.
''Sudah Bi. Jangan membela orang yang baru bibi temui, tapi ikuti perintah saya yang sudah dari sejak kecil bersama bibi'' tiba-tiba ucap vino
bibi hanya bisa mengangguk pasrah,,
Lalu vino melangkah pergi. Tapi ia berbalik lagi dan memanggil bibi lagi.
''iya den'' bibi berharap den Vino mau berubah pikiran.
Tapi nyatanya.
''Jangan coba-coba Beru dia makan bi.. kalau bibi tidak mau juga kena hukuman'' Ucap Vino memerintah lagi. dan memberikan kesan pada bibi Susi...
''Jangan di beri makan den tapi....''
''Stop bi.. jangan membantah perintah saya''.potong Vino
bibi lagi-lagi mengangguk pasrah...
Setelah mengatakan itu vino pun benar-benar berlalu pergi..
buru-buru bibi menghampiri gudang dimana Melisa sedang berada disana..
''Neng.. neng Melisa'' panggil bibi
Melisa yang sedang menangis segera mendekati pintu..
''Bi.. ini aku bi, tolong keluarkan aku dari sini bi'' pinta Melisa
''Neng maafkan bibi. Tapi bibi tidak bisa berbuat apa-apa neng, den Vino tak bisa bibi bujuk'' bibi ikut menangis
''Bi.. aku tidak salah bukan, tapi kenapa dia menghukum ku seperti ini'' teriak Melisa sangat kesal .
''Iya neng bibi tahu. maafkan bibi yang gak bisa bantu neng keluar'' kata bibi
__ADS_1
''Bi.. aku takut disini bi,, pasti di tempat ini banyak tikusnya kan bi.. bi aku mau keluar saja dari rumah ini'' Melisa sudah sangat frustasi.
''Sabar neng sabar...'' kata bibi menguatkan.
Lalu bibi harus pergi. karena tiba-tiba Vino memanggilnya. Karena Vino tak suka bibi terlalu dekat dengan perempuan itu...
hingga sudah hampir setengah hari, Melisa terkurung di gudang yang gelap itu .
kini rumah Vino kedatangan tamu lagi, yang rupanya Alaksa datang tentunya bersama Arkana sang anak . .
Aksa kesini karena ia masih penasaran dengan wanita yang bekerja di rumah kakaknya. Yang tak lain itu adalah Melisa...
''Om.... om'' Arka langsung berteriak memanggil om nya yaitu Vino.
Vino segera menghubungi Begitu mendengar ada suara Arkana
''Halo jagoan '' ucap Vino langsung membawa Arkana dalam gendongannya.
''Om. Ar, kangen sama Om'' ucap Arkana.
Vino tertawa
''Ya ya.. Om juga tentu sangat rindu padamu juga Ar'' Ucap vino
''Om.. om punya film kartun baru tidak?'' tanya Ar.. Yang sebenarnya itu adalah alasan ia ingin ke rumah Om nya. Karena Vino suka membelikan Arkana film kartun yang terbaru
''Oh sudah pasti Om punya dong Ar''
''Benar Om?''
''iya''
''Asikkk'' Arkana bersorak senang..
berbeda dengan anaknya yang langsung heboh di gendongan Om nya..
Alaksa justru sedang mencari keberadaan perempuan yang kemarin ada di rumah ini, yang sayang nya Alaksa lupa menanyakan nama wanita itu..
Alaksa pun kini ia mencoba mencari keberadaan Melisa..
Tapi ia tak juga menemukan keberadaan wanita itu, alias sepertinya tidak ada di rumah ini..
apa sedang ke pasar?'' pikir Alaksa..
tapi ini kan sudah mau malam'' kata hatinya lagi
''Eh den Aksa, kapan datang den?'' tanya bibi dan hanya ada bibi yang menyapanya
''Oh baru saja sampai kok bi'' jawabnya tapi matanya tetap mencari sana-sini.
Karena Aksa sangat penasaran. ia pun coba bertanya langsung pada kakaknya..
Aksa menghampiri Arkana dan Vino yang sedang menonton..
''Bang'' panggil Aksa
''Hm'' sahut Vino masih fokus Melihat film kartun. tanpa menatap kearah Aksa,
''Itu gue mau tanya . perempuan yang kemarin yang kerja di rumah Lo ini. kemana ya bang? kok gue dari tadi gak melihatnya?'' Aksa bertanya
__ADS_1
Vino langsung menatap Aksa dengan tatapan yang tak suka .