Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
chapter 6


__ADS_3

''Siapa ya?'' tanya Melisa pada dua pria beda umur itu .


''Kamu sendiri siapa? kenapa bisa ada disini?'' tanya balik Al Aksa.


''Saya pembantu baru mas'' jawab Melisa


''Ah yang benar Saja? mana mungkin pembantu se cantik ini?'' ucap Al Aksa yang tidak percaya.


''Iya memang benar SAya pembantu kok mas'' jawab Melisa lagi.


''Boleh saya masuk?''


''Oh iya silahkan..'' Melisa pun beralih ke Samping dan membiarkan tamu nya untuk masuk.


tiba-tiba ada suara seorang laki-laki yang memanggil Melisa dengan keras .


''Melisaaa.....'' panggil Alvino


''kenapa dia?'' tanya Al Aksa


''Saya tidak tahu. Tapi saya permisi dulu ya mas'' pamit Melisa


''Oh iya..'' Al Aksa menatap kepergian Melisa, lalu Al Aksa pun mencari keberadaan bibi Susi.


sementara sekarang, Melisa sudah berjalan menuju kamarnya sang majikan..


''Melisa?'' rupanya Alvino Sudah menunggunya. dengan hanya memaksa handuknya saja..


Melisa pun menatap tapi. ia langsung berbalik badan, begitu melihat keadaan bos nya ''Astaga.'' pekik Melisa tertahan


''hei Kenapa kamu? Tidak sopan sekali. memunggungi majikan mu'' Ucap Alvino setengah membentak


''Ma-afkan saya Pak. Tapi sepertinya lebih tidak sopan lagi kalau saya menatap pada tubuh Anda'' Ucap Melisa masih memunggungi.


''Kenapa memangnya?'' sambil mendekati Melisa


''I-itu Pak. saya tidak terbiasa melihat tubuh seorang pria yang tidak berpakaian'' jawab Melisa dengan suara pelan. Melisa sedikit geli saat dekat begini dengan pria yang kelihatan dadanya..


''Lalu siapa yang salah? apa saya?'' Tanya Alvino


''Maaf saya tidak mengerti''


''Melisa? kamu bilang kamu tidak terbiasa dengan kelihatan dadanya Seorang pria iya'' sambil membalikkan badan Melisa hingga kini berada tepat di hadapan nya. Melisa pun memejamkan matanya..

__ADS_1


''Tapi salah mu yang tidak menyiapkan baju ganti untukku Melisa'' Ucap Alvino lagi semakin dingin


Melisa semakin memejamkan matanya. dia kenapa bisa lupa, atau Melisa tidak tahu. Kalau hal itu juga harus dia lakukan?


''Maaf Pak.. saya yang salah'' ucapnya


''Maaf maaf saja dari tadi.. Cepat siapkan pakaian ganti ku'' perintahnya..


''Baik pak'' Melisa buru-buru pergi. dan segera mencari pakaian ganti untuk Alvino..


lama Melisa mencari, pakaian dalam sang bos. sampai Alvino harus memanggil nya lagi.


''Sudah belum sih?'' omelnya menghampiri


''Maaf Pak. Tapi saya, tidak menemui Pakaian itu nya?'' dengan menyebut kata ambigu


''Pakaian itu apa maksudmu Melisa?''


''Itu nya bapak''


''Apa sih.. kalau bicara tuh yang jelas!''


''Pakaian dalam nya bapak''


''Ini Melisa . tempatnya adalah disini. dan ini adalah tempat dasi juga, jadi besok-besok kamu sudah harus tahu dan ingat. Jangan sampai lelet lagi seperti sekarang mengerti?'' jelas Alvino.


Melisa segera mengerti..ia menganggap kan kepalanya..


''Sekarang ambilkan. celana ku yang warna coklat'' suruhnya menunjuk pada celana miliknya. tanpa tahu bagaimana perasaan Melisa


Melisa mengambilnya dengan tangan gemetar, ''I-nii. pak'' sambil terbata


Alvino pun mengambilnya.. tapi dia justru menatap Melisa


''Kenapa masih disini? Oh apa kamu berniat mau melihat saya pakai baju?'' dengan tatapan selidik.


''Apa? Tidak pak. bukan seperti itu'' sahut Melisa tentu ia membantah.


''Lalu ngapain masih berdiri disini. CEPAT keluar'' tanpa rasa kasihan


''Iya baik permisi'' Melisa pun berjalan menuju pintu.


''Tunggu''

__ADS_1


''iya pak?''


''Tutup lagi pintunya'' masih memerintah.


''Oh baik Pak'' sekarang Melisa pun benar berlalu. dari kamar sang bos .


Sementara Di dapur,


''Bi...'' Al Aksa . memanggil bibi.


bibi menoleh pada asal suara yang memanggilnya dirinya.. setelah dilihat bibi Susi pun tersenyum ''Eh den Aksa. sudah datang rupanya.. aduh den Arka juga ikut'' bibi menyapa


''iya Bi. kita baru aja sampai'' jawab Al Aksa.


''Bi. Arkan haus pengen minum yang segar-segar'' Ucap anak kecil Arkana namanya.


''oh haus ya den. tunggu ya bibi buatkan'' kata bibi.


''Bi jangan yang terlalu manis'' peringat Aksa.


''iya baik den'' bibi mengerti


''Bi.. tolong bawakan kopi juga untuk saya.. kita tunggu di depan ya'' Kata Al Aksa.


''Baik den. nanti bibi bikin dan segera bawa kan'' sahut bibi


Lalu beberapa menit, Al Aksa. sedang duduk bersama anaknya, sambil ia memeriksa pekerjaan lewat ponsel nya. Tapi sesekali Al Aksa seperti mencari sosok wanita tadi. Yang sampai sekarang belum muncul lagi..


bibi pun datang dengan membawa kan minuman dingin untuk Arkana, dan kopi hitam sesuai pesan Al Aksa...


''Ini den kopi dan minuman yang segar nya'' Ujar bibi . Lalu menyimpan di atas meja.


''iya bi terima kasih. oh ya bi,, apa saya boleh tanya sesuatu?''


''iya tentu den mau tanya soal apa?''


''Itu bi. Apa benar tadi ada seorang perempuan. Yang membuka pintu . katanya itu pembantu baru di rumah ini ya?'' tanya Al Aksa yang sangat penasaran.


''iya Benar den, itu pembantu disini juga. masih baru den. baru semalam disini'' jelas bibi


''apa bi? Jadi benar ya. dia itu pembantu juga, tapi sayang banget ya. wanita secantik itu kok dijadikan pembantu bi'' ucap Al Aksa menyayangkan..


''Siapa yang kau maksud wanita cantik Aksa?'' ucap seseorang baru datang menghampiri..

__ADS_1


''


__ADS_2