Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
Perjanjian waktu kecil


__ADS_3

Seorang pria yang berada di kota jauh sana sudah mendapatkan kabar soal pernikahan sang kakak. pria itu nampak merasakan senang campur sedih.


Pertama senang karena ada harapan semoga kakaknya bisa lupa pada Melisa karena sudah menikah dan kedua ia sedih, tentu karena dirinya tak bisa menghadiri pernikahan sang kakak.


Tiba-tiba air mata tanpa di suruh jatuh membasahi pelupuk mata dan Pipinya.


Pria itu jadi teringat dengan mereka saat masih kecil dulu. Saat itu--


''Ak, kalau kita sudah besar kira-kira yang akan menikah duluan siapa ya?'' tanya Alvino waktu itu mereka masih berada di bangku sekolah.


Tapi tiba-tiba Vino bertanya ke arah sana.


''Astaga bang, ya sudah pasti Lo, dong yang nikah duluan secara Lo Abang gue dan lebih tua dari gue. Ah pertanyaan Lo itu ngaco banget.'' Aksa Sampai menggerutu


Alvino terkekeh mendengarnya memang dia sepertinya menanyakan hal yang konyol. ''Tapi Ak, Sepertinya nih ya dari perkiraan Abang kayaknya Lo deh yang duluan kawin'' kata Vino membuat Aksa berdecak heran lagi


''Ckkk, gak mungkin pokoknya dimana-mana tuh ya abangnya dulu lah..''


''Terserah kalau Lo gak percaya.'' kata Vino tersenyum

__ADS_1


''Terserah Lo juga.'' balas Aksa


''Oh ya Ak, kita buat perjanjian yuk.!'' tiba-tiba ajak Vino waktu itu


''Perjanjian apa, jangan macem-macem Lo bang!'' Aksa sudah mendelik tak setuju


''Gak, gak aneh-aneh kok, ayo setuju gak?'' kata Vino kembali


''Ya apa dulu perjanjian apa bang?'' Aksa harus tahu dulu dong


''Gini nanti bila kita sudah dewasa sudah memiliki tambatan hati masing-masing, kita buat perjanjian akan hadir pada acara pernikahan itu suatu hari nanti gimana ?'' itu kesepakatan yang di maksud Vino


''Heh bocil, ya siapa tahu di antara kita nanti ada yang menetap di luar negeri atau gimana gitu, sehingga pada hari pernikahan ada yang gak bisa hadir.'' kekeh Vino saat itu


''Gak lah bang, gue yakin banget. Kita akan selalu sama-sama, kalau gal gitu namanya kita sudah bukan lagi saudara!'' kali ini Aksa berkata dengan tegas.


 


''Bang, Sorry gue harus menelan ludah gue sendiri.'' ujar Aksa pelan.

__ADS_1


''Bang gue gak bermaksud seperti ini, tapi gue mau yang terbaik buat Lo,''


''Tolong Lo jangan berpikir buruk sama gue bang gue sayang sama Lo, gak ada maksud gue untuk merebut atau bagaimana gak! gue lakukan ini agar Lo jadi orang yang normal bang Vino ... Maafkan gue!''


Hari ini Aksa begitu rapuh, mungkin dia telah berbuat salah karena pergi membawa Melisa di saat Vino akan menikah rupanya.


Sehingga Aksa tak menepati janjinya waktu itu, Aksa tidak ikut serta hadir hati Aksa merasa kacau, namun pilihannya ini yang terbaik memang untuk Vino juga.


Vino ini sifatnya keras, bila sudah menginginkan A, maka harus A..


Begitulah mereka tumbuh tanpa kasih sayang orang tua sehingga berakibat pada Vino yang keras mentalnya.


Namun Vino terlalu keras sehingga kadang tak bisa berpikiran dulu sebelum melakukan sesuatu hal itu.


Berbeda dengan Aksa, Aksa lebih tenang dan tidak melakukan dengan pikiran keras, namun ada saatnya Aksa akan bertindak bila itu salah kalau menurutnya benar dan memang Aksa Selalu di pihak yang benar karena semuanya di selesaikan dengan kepala dingin.


Tanpa Aksa sadari, rupanya seseorang sedari tadi melihat Aksa menangis sendirian. Dan orang itu sempat mendengar kabar soal Vino yang menikah.


Mungkin Aksa merasa sedih dan bersalah karena tak bisa hadir di acara pernikahan sang kakak, begitu pikirnya orang yang melihat Aksa tadi

__ADS_1


Dan orang itu tentu mendoakan yang terbaik untuk Vino, walaupun Pria itu pernah menyiksa nya tapi juga sudah menolongnya dari kejaran preman yang mau melecehkannya waktu lalu..


__ADS_2