
Vino datangi mansion Oma nya, ia ingin memastikan keberadaan Melisa apakah ada di mansion Oma nya, Vino menebak saja, takutnya Aksa membawa Melisa ke mansion sang Oma..
Vino di perjalanan sudah tak sabar, dan merasa harap-harap cemas, kenapa ? karena kalau benar Aksa membawa ke hadapan Oma nya, ini akan tamat bagi dirinya,
Vino sudah meyakini bahwa Aksa pasti menyukai Melisa, dan Aksa akan memohon kepada Oma untuk menikahkan Aksa dengan Melisa.
Memikirkan hal itu, Vino semakin mempercepat laju kendaraannya, tak perduli dengan keselamatan nya. Vino tak mau Melisa menjadi milik si Aksa, sedangkan yang menolong wanita itu adalah dirinya! begitu yang ada di pikirannya Vino..
Tid
Tid..
Pak satpam segera membukakan pintu gerbang untuk mobil Vino. Pak satpam mengangguk hormat pada Vino dan di balas dengan anggukan, tanpa ada senyuman..
'Hm beda sekali adik kakak ini, Abang nya mah gak pernah mau senyum, beda kalau adiknya selalu menyapa dan tersenyum, bahkan den Aksa selalu memberiku rokok. heheh' kekeh pak satpam..
Setelah turun dari mobilnya. Vino segera memasuki mansion sang Oma.
Vino mencari keberadaan Oma nya.
''Bi, Oma mana?'' tanyanya kepada bibi Yuyu. kepala pelayan.
''Eh den, Nyonya ada Den, lagi melihat ikan di belakang '' jawab bibi Yuyu dan memberitahu keberadaan Nyonya rumah.
__ADS_1
''Oh baiklah, saya ke sana bi, '' pamit Vino
Bibi balas mengangguk,
''Oma.'' segera Vino memanggil begitu melihat keberadaan Oma yang rupanya tengah memberikan ikan makan.
Oma menoleh ke asal suara, ''Vin. kamu kesini, syukurlah, ini sangat bagus Vin. karena Oma juga tadi ingin menghubungi kamu'' Tiba-tiba ujar Oma
Vino mengernyitkan dahinya tak mengerti, kenapa Oma nya ingin mengubahnya. Tapi sepersekian detik mata Vino langsung terbuka lebar Jangan-jangan ini soal Aksa, yang membawa seorang wanita ? Ah tidak bisa, Vino tak ingin mendengar itu dari mulut Oma nya.
Vino mendekat Oma Rima, ''Oma memangnya ada apa Oma ? Apa.. ini ada kaitannya dengan Aksa ?'' tebak Vino dengan perasaan dag-dig-dug.
''Aksa?'' sekarang ekspresi Oma yang kebingungan.
''Bukan Vin, ini tidak ada urusannya dengan si Aksa, ini tentang kamu dan juga Jenny '' jelas Oma
''Aku dan Jenny, soal apa ?'' Vino jadi tak semangat kalau membahas soal wanita itu, yang sialnya sudah terlanjur dia setujui pernikahan ini..
''Ini Vin, kemarin Oma sudah bicarakan tentang pernikahan kalian-...''
''Tunggu Oma, memang mau membicarakan apa lagi ?'' Vino segera memotong
''Benar, tapi Vin, pihak sana ingin acaranya di percepat Vin, katanya Jenny ini sekarang mulai sakit-sakitan Vin, dan pihak keluarganya meminta di percepat saja.'' Oma menjelaskan.
__ADS_1
Vino melongo mendengar nya, dari mana hubungannya coba? sakit dengan harus di percepat nya pernikahan ini, sungguh konyol ' kata batin Vino
''Oma, jangan bercanda lah, Vino lagi gak mood '' kata Vino yang lebih memilih membuang muka dan menatap ikan-ikan yang lagi pada makan ini.
''Siapa juga yang lagi bercanda Vino... Oma ini lagi serius mengatakan itu kepada kamu, kamu kan orang yang mau menikah, sudah pasti Oma beritahu hal ini kepada mu.'' ujar Oma serius.
Vino langsung menatap Oma nya lagi, '' jadi ini bukan bercandaan Oma ? ''
Oma Rima segera menggeleng..
''Lalu, Oma menjawab apa saat keluarga nya kemarin meminta pernikahan di percepat ?'' tanya Vino dengan harap-harap cemas akan jawaban Oma nya ini.
''Ya,,, Oma jawab saja, kalau Oma mah terima saja, mau di percepat juga itu lebih bagus, biar kamu segera ada yang ngurusin dan tentu agar kamu segera punya anak juga Vin, itu kan harapan Oma '' jawab Oma , dan itu sukses membuat wajah Vino langsung memerah menahan marah dan kesal
''Di percepat nya kapan Oma ?'' tanya Vino lagi sambil coba meredam emosi nya kepada Oma nya.
''Katanya sih Jadi Satu Minggu an lagi Vin, acara pernikahan ini akan dilaksanakan nya .'' jawab Oma
''Apa? Satu Minggu lagi Oma ? satu Minggu, ini kecepatan Oma ! Vino gak terima, Vino gak mau, Vino menolak, Oma pokoknya Vino tidak terima batalkan !'' bentar Vino tak sadar ia mengeluarkan Suaranya sangat tinggi kepada Oma nya yang selalu di hormati nya ini..
''Vino, berani sekali kamu bentak-bentak Oma seperti ini, kurang ajar kamu! sudah mulai berani kamu heh ?'' kata Oma balas membentak Vino juga dan menyadarkan Vino yang memang sudah membentak Oma nya tadi.. Dan tak kalah tinggi suaranya dari Vino.
''Oma...!'' setelah sadar.
__ADS_1