Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
17


__ADS_3

Melisa tampak tak semangat.. dan itu jelas terlihat oleh bibi Susi juga..


''kenapa neng?'' tanya bibi


''hah apa bi?'' tuh kan Melisa tak fokus


''lagi ada masalah ?''


''oh gak bi''


Melisa tak mau bibi tahu dengan masalahnya. karena biarlah ia menyelesaikan sendiri pikirnya. Melisa tak mau membebani bi Susi.


''kalau ada masalah bicara saja pada bibi.. ya barangkali bibi bisa bantu'' bibi menawarkan


Melisa tersenyum ''gak kok'' bi.. hanya tadi ibu telon ''


''oh ibu nya neng telpon ya?.''


'hm'' angguk Melisa


''tapi kenapa neng terlihat sedih. harusnya kan senang ?''


Melisa diam..


''cerita saja neng ''


''Sebenarnya saya punya kakak bi'' Melisa menjeda dulu ucapannya dengan menatap bi Susi


''ya, lalu'' angguk bibi


''hm bi kakak saya ini mengalami sedikit sakit parah..dia menderita kanker otak ''jelas melisa wajahnya langsung murung


''ya tuhan''bibi tak menyangka bibi mengusap bahu Melisa untuk menguatkan..


''yang sabar neng. lalu sekarang bagaimana ?''


''ya sekarang penyakitnya kambuh bi. dan kata ibu. kakak harus segera di tangani..dan ibu saya tak punya biaya. juga saya masih baru dapat pekerjaan ini'' Melisa menangis


''sabar neng.. memang butuh biaya berapa.. nanti bibi bantu''


''tidak bi jangan '' buru-buru Melisa menolak


bukan apa-apa dia tidak mau merepotkan bibi Susi..


''tidak apa. coba sebutkan berapa ?''


''kata ibu dia membutuhkan biaya nya Lima ratus juta '' jelas Melisa mengatakan.


bibi cukup terkejut.. sebesar itu rupanya buayanya..


''neng bibi hanya punya dua puluh juta saja'' ucapnya bibi


''iya tidak apa-apa.. itu bibi simpan saja, untuk keperluan bibi'' kata Melisa dengan menatap bibi


''tidak apa-apa nanti kamu pakai saja ya''


''itu uang bibi.. aku gak mau merepotkan bi''


''tidak merepotkan.. pokoknya kamu pakai saja dulu uang bibi itu. bibi masih ada simpanan kok'' kekeh bibi


''beneran boleh bi?''


''iya. pakailah. tapi uangnya masih kurang banyak ya neng''

__ADS_1


Melisa menunduk sedih. iya bener uangnya masih sangat kurang.. lalu dia harus meminjam pada siapa ?


''sudah jangan bersedih.. bibi nanti Carikan solusinya '' bibi coba menenangkan


Melisa mengangguk beberapa kali.. ''makasih ya bi'' Melisa memeluk tubuh wanita yang sama berusia ibunya itu.


''iya neng iya''bibi ikut memeluk Melisa.



Di lain tempat seorang pria tengah Melakukan Mitting bersama clien nya.. memang badannya berada di sana, tapi pikirannya berada di tempat lain..


ia adalah Alvino.. rupanya sedari tadi Vino tengah memikirkan Melisa..


''Hm, Sebenarnya apa yang terjadi pada ibunya.. kenapa dia tampak cemas.. dan kenapa juga dia sebut-sebut soal uang?'' sungguh Vino jadi kepikiran dan tentu ia ingin tahu


''Bos bos..'' tiba-tiba asisten nya berbisik memanggil


''hah ya!'' Vino menatap asistennya sampai ia kaget.


''aduh bos, itu tuan Rey sedang bertanya pada bos''


''oh ya maafkan saya. tuan Rey. yang kurang fokus. tadi malam saya kurang tidur '' alibi Vino


''oh ya tidak apa-apa tuan Vino. mari kita lanjutkan bahas lagi tentang kerja sama ini'' kata Tuan Rey.


''ya baiklah..''


Dan kini Vino coba memfokuskan dirinya di pertemuan kali ini..


*


Melisa tengah melamun. tentu ia juga sedang memikirkan cara, agar dia bisa mendapatkan uang tambahan lagi. yang sebenarnya masih sangat kurang..


lalu ia teringat lagi dengan ucapan ibunya saat di telpon tadi pagi..


Coba kamu pinjam dulu pada bos mu Mel..begitu pesan ibunya..


itu sekarang terngiang-ngiang di pikiran Melisa..


''Hah.. sepertinya dia gak bakal mau memberikan ku pinjaman uang '' Melisa tampak ragu . karena ia pikir tak mungkin pria aneh itu tiba-tiba mau memberikan nya uang. walau itu dia meminjam dulu. dan juga tidak sedikit ia meminjam nya..


Melisa tampak semakin bingung....


Tet tet... suara klakson mobil berbunyi itu membuat Melisa kaget .


''astaga ''ia mengusap dadanya sendiri..


tadi mungkin dia terlalu memikirkan masalahnya. sampai dia tak sadar ada mobil masuk ke pekarangan rumah itu..


lalu dahi Melisa tampak mengernyit saat melihat mobil yang baru dia lihat datang ke pekarangan rumah majikannya ini..


''hm mobil siapa itu?'' tanyanya berbicara sendiri


dan kini keluarlah seorang pria yang tampak tak asing tapi Melisa sedikit lupa dengan siapakah pria itu..


pria itu menutup pintu mobil, lalu berjalan menghampiri Melisa yang sedang duduk di dekat taman itu.


Melisa langsung berdiri. kala pria itu tampaknya akan menuju ke arahnya..


kini berdirilah pria itu di hadapan Melisa sambil tersenyum tentu kepada Melisa..


''hai. '' sapa nya dengan membuka kaca mata yang bertengger di atas hidungnya.

__ADS_1


Melisa seperti ingat dengan wajah orang ini..


''mas.. adiknya pak Vino ?'' tebak Melisa


''hah ya.. kamu benar, saya adiknya.. rupanya kamu masih di rumah ini?'' ucap Aksa..


Aksa lah yang sedang datang ke rumah Vino..


Melisa mengernyit tak mengerti..


ya jelas dia disini.. toh dia masih belum di berhentikan..oh mungkin ia belum mengundurkan diri..


''Ehh Aden Aksa...'' tiba-tiba ada suara bi Susi memanggil Aksa.


dan sepertinya bibi sengaja datang. .


bibi menghampiri mereka . .


lalu berkata. ''neng tolong jemur pakaian yang di atas ya'' suruh bibi


''ohbaik bi'' sahut Melisa.. melisa pun pergi dari hadapan Aksa.. ''permisi mas ''


Aksa mengangguk Walaupun sebenarnya ia masih membutuhkan jawaban..


''Bi.. dia ?'' Aksa ingin penjelasan


''itu anu den.. sebenarnya dia datang lagi kesini . karena dia katanya sedang membutuhkan biaya untuk keluarganya yang sedang sakit di kampungnya '' terpaksa bibi bicara seperti itu. ia terpaksa berbohong. karena bibi bingung harus jawab apa..dan tak mungkin bibi mengatakan bahwa kemarin Melisa sempat di sekap di gudang oleh Vino


''memang siapa yang sakit parah bi?'' tanya Aksa


''kakak nya den..''


''jadi dia membutuhkan biaya ya bi?''


''hm benar den'' angguk bibi


''kasihan juga ya dia bi''


''ya Benar den''


''tapi kok semalam Abang gak cerita ke saya ya bi?''


''bibi tak tahu kalau masalah itu den''


''hm ya sudah . ohh ya bi saya mau cari berkas rupanya kemarin itu ada ketinggalan di kamar bi'' ucap Aksa


''Oh kenapa bisa ketinggalan den''


''iya bi. gak tahu lah.. mungkin kemarin saya nya buru-buru '' jawab Aksa sambil tertawa


''aden ini. yasudah mau bibi bawakan?''


''ah tidak usah bi..biar aku yang ambil sendiri''


''oh baiklah silahkan den masuk''


''iya..''


lantas Aksa pun masuk dan bibi mengekor di belakang..


bibi kembali melanjutkan langkahnya untuk menemui Melisa..


dan Aksa pergi ke kamar. yang biasa dia tempati ketika tidur di rumah Abang nya ini..

__ADS_1


__ADS_2