
''Onty, Papa kenapa?'' tanya Arkana kepada Melisa. Suatu pagi Arkana menanyakan keadaan ayah nya yang sampai sekarang belum juga sadar..
Tapi Melisa hanya diam termangu, dia bingung harus menjawab apa, bukan takut di salahkan, tapi.. Melisa masih tak percaya kopi buatannya bisa menyebabkan orang keracunan !
''Onty..'' kembali Arkana bersuara.
''Ar, Papa kamu ini mengalami keracunan sayang,'' Bella pun menyahut dan memberitahu yang terjadi pada Arkana.
''Keracunan? apa. keracunan itu sangat bahaya Mbak untuk Papa?'' tanya Arka sangat ketakutan dan penasaran.
Bella cepat-cepat mengangguk dengan wajah yang di buat seserius mungkin Bella berkata lagi ''Jelas itu akan bahaya untuk Papa mu, bisa-bisa akan mengakibatkan meninggal'' Bella berkata dengan seperti menakuti-nakuti Arkana.
''Tidak, mbak Papa tidak boleh meninggalkan Ar, Ar gak mau Papa pergi gak mau '' Arsen langsung menangis histeris ketakutan.
Bella segera membawa Arkana ke dalam gendongannya, ' Maafkan mbak Ar, kalau mbak harus melakukan ini, tapi ini semua mbak lakukan agar kita bisa bersama ' dalam hati Bella lalu Bella menatap wajah Melisa dan tersenyum miring pada wanita itu yang tengah melamun panjang pasti tengah memikirkan perbuatan nya, yang justru tak ia lakukan.
__ADS_1
''Mbak, Papa kok bisa seperti itu Mbak?'' tanya Arkana lagi.
''Karena Sepertinya ada orang jahat yang mau mencelakakan Papa nya kamu'' jawab Bella.
''Siapa Mbak? siapa orang itu?'' tanya Arkana dengan tampak marah.
''Mbak juga tidak tahu Ar, tapi tadi dokter bilang, katanya Papa nya Ar, keracunan di minuman kopi yang di minum begitu Ar.'' jelas Bella lagi sengaja ia tak menyebutkan nama Melisa, agar ia di anggap tak tahu apa-apa.
Dan rupanya tanpa mereka semua sadari, seseorang tengah mendengarnya percakapan antara Bella dengan Arkana, dan orang itu adalah Aksa..
Ya, Aksa rupanya sudah sadar saat mendengar suara Arkana, yang tadi menanyakan keadaannya pada Melisa.Dan juga saat tadi Bella menjelaskan apa yang terjadi kepadanya, Sehingga dia bisa masuk ke rumah sakit ini, itu di akibatkan dia mengalami keracunan. Tapi, Aksa tidak menyangka racun itu berasal dari kopi..
Melisa..
Aksa segera menatap wanita itu, wanita yang menurut Aksa sangat pendiam dan terbilang sopan. Benarkah Melisa pelakunya?
__ADS_1
Sungguh kali ini Aksa tak dapat berfikir jernih. dia masih sangat shock setelah mendengar ia bisa keracunan, bahkan di rumahnya sendiri, Oh Good..
*
Dan di tempat yang berbeda,
Vino tengah mengobrak-abrik apartemen Aksa adiknya, untuk mencari keberadaan Melisa di apartemen ini. Tapi sayang, Vino tak menemukan mereka.
''Sialann.. kemana Lo bawa pergi dia hah, Aksa..'' Vino berteriak marah penuh emosi .
''Kurang ajar, awas saja kalau sampai Lo bawa dia pergi jauh . Awas kau..''
''Gue gak terima ya Ak, Lo bawa wanita yang sudah gue tolong itu..'' dengan nafas menggebu-gebu Vino berucap..
Enak saja kan, wanita itu bisa pergi begitu saja dari rumahnya, setelah apa yang sudah Vino berikan dan menolongnya selama ini, Lalu tiba-tiba wanita itu sekarang harus pergi dengan Aksa adiknya.
__ADS_1
Tidak, ini tidak akan pernah terjadi, Vino bersumpah dia akan kembali membawa Melisa ke rumahnya lagi, bila perlu, ia akan menghukum dengan menyekap wanita itu lagi, agar si Aksa tak bisa menemukan, atau kalau perlu, Vino akan membawa pergi pembantunya itu ke tempat yang sangat jauh, sehingga tidak akan ada orang yang menemukan nya. Vino langsung tertawa terbahak membayangkan hal itu..
Tapi, masalahnya sekarang dimana mereka, dimana Aksa membawa Melisa pergi. Tidak mungkin kan Aksa membawa ke mansion Oma, Oh tidak ! bila benar maka ini akan sangat kacau urusannya, bila ini sudah berkaitan dengan Oma nya!