
Malam hari,
''Besok kita kembali ke Jakarta,!'' tiba-tiba ucap Vino memberi tahu kepada Melisa, kalau besok mereka akan kembali pulang ke Jakarta.
''Kenapa mendadak ngasih tau nya pak?'' tanya Melisa
''Karena saya juga punya pekerjaan yang harus saya selesaikan secepatnya di Jakarta '' jawab Vino menjelaskan.
''Oh yasudah kalau begitu, bapak saja yang pulang duluan,biar saya di sini dulu.'' ujar Melisa
''Tidak bisa seperti itu, kalau saya kembali besok, maka kamu juga harus ikut !'' ujar Vino tak kalah
''Tapi kan, besok aku masih mau menemani Ibu di rumah sakit.'' lirih Melisa berbicara.
''Lain kali kamu bisa datang lagi kesini, besok ikut aku pulang ke Jakarta.'' ucap Vino lagi tak mau di bantah dan tentunya sangat egois.
Melisa menatap Vino dengan raut wajah kesal, Melisa merengut .
''Kenapa kamu lihat saya seperti itu ?'' tanya Vino tak suka dengan raut wajah Melisa.
Melisa hanya menggeleng dan kini membuang muka.
''Heh kamu seharusnya berterima kasih kepada saya, karena berkat saya yang mau memberikan uang itu, kamu bisa menolong ibumu juga operasi kakak mu, ingat,! ini semua karena saya.!'' ucap Vino sangat sombong
''Iya, aku tahu kok, kenapa selalu di ungkit- ungkit sih.''
''Bukan apa-apa, hanya ini sebagai pengingat saja buat kamu, agar kamu tak lupa yang sudah ku berikan kepada kamu, karena saya kamu dapat pekerjaan, dan tidak jadi di makan preman kemsrun mereka itu.'' sekarang Vino membahas soal kejadian malam itu lagi..
''Aku tahu aku juga ingat, bapak sudah dua kali menolong ku, dan aku ucapkan terima kasih,'' ujar Melisa dengan membungkukkan badan beberapa kali tanda ucapan terima kasih nya untuk Vino.
''Bagus memang kamu harus selalu di ingatkan '' kata Vino dengan tertawa kecil.
__ADS_1
Melisa beranjak dari kursinya yang tengah dia duduki.
Melisa ingin melangkah pergi tapi seseorang menahan tangannya, Melisa menatap orang itu.
''Mau kemana?'' tanya Vino sambil memegang tangan Melisa dan menahannya untuk pergi.
''Mau ke kamar, mau istirahat.'' jawab Melisa
''Jangan, kamu disini dulu, temani saya.'' sangat so manja sekali majikannya ini,
''Tidak mau, aku beneran mau istirahat Pak '' kukuh Melisa ingin pergi.
''Yasudah kalau begitu saya ikut kedalam.'' Vino sudah mau berdiri.
Melisa melotot mendengar nya, apa apaan sih Bos nya ini, kenapa suka se enaknya begitu ?
''Tidak Pak,jangan... Aahh'' saat tangan menahan tubuh Vino yang mau bangkit bangun, kepala keduanya justru saling beradu, ''Aduhh sakit.'' keluh Melisa mengusap kepalanya.
Melisa menatap wajah Vino, Tumben perhatian, tumben gak marah.. Melisa heran
*
Di lain tempat,
Jenny sudah kesal menunggu kepulangan Vino, dan sialnya dia masih tidak tahu Vino sedang pergi kemana..
Jenny uring-uringan sendiri di tempatnya,
''Kurang ajar si Vino, kenapa sepertinya dia sengaja menghindari ku.''
''Awas aja kau Vin, kalau kau berani macam-macam di belakang ku.''
__ADS_1
''Akan ku pastikan kau menyesal '' bibir miring pun keluar
Tak bedanya dengan Jennny, adik Vino pun juga sama, dia tengah sangat merindukan Melisa..
''Bang, Lo jahat banget, kenapa Lo bawa Melisa lama amat bang!''
''Mana Lo gak ngasih tau gue alamat si Melisa.''
''Hahh, gue jadi rindu sama Melisa, sangat rindu '' Seulas senyum manis dari Aksa berikan saat membayangkan wajah Melisa..
Sebelum pergi lagi ke Jakarta, Melisa melepas rasa rindu dan sayang kepada ibunya,
''Bu, Mel pergi lagi ya, jaga diri ibu baik-baik, maaf Mel, gak bisa anterin juga ikut jagain kakak.'' ucap Melisa dalam dekapan ibunya
ibu Melisa mengusap air mata juga ingus yang keluar, lalu menepuk-nepuk punggung Melisa beberapa kali,
''Iya sayang anakku, ibu pasti akan jaga diri ibu juga kakak mu, kau juga Nak. kau jaga diri baik-baik di sana, di sana kau jauh dari ibu, kuatkan iman mu Nak, ibu selalu mendoakan mu agar kau selalu selama dimana pun kau tinggal '' ucap ibu Melisa memberi nasehat juga doa untuk Melisa yang akan pergi jauh meninggalkan nya lagi..
''Iya ibu, Melisa akan jaga diri, juga akan selalu ingat pesan ibu, Mel sayang pada ibu ''
''Iya iya, ibu juga sayang padamu ''
''Maaf Bu, tapi kami harus berangkat sekarang, karena penerbangan sebentar lagi akan kita lakukan.'' Ucap Vino memberitahu agar keduanya melepaskan pelukan itu.
''Baiklah, hati-hati ya di jalannya.ibu doakan semoga selamat sampai di sana, juga Nak Vino, ibu titip Melisa, dan tolong jaga dia, anggaplah dia seperti adik Nak Vino !''
Vino membalas dengan senyuman dan menganggukkan kepala,
Mereka pun mulai pergi meninggalkan Pekarangan Rumah ibu Melisa,
Melisa melambaikan tangan kepada ibunya sebagai tanda perpisahan,
__ADS_1
''Hati itu tidak tenang melihat kepergian mu Nak, tapi ibu akan selalu mendoakan agar kau selamat dan di kasihi semua orang.'' UCap ibunya melihat kepergian Melisa..