Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
23


__ADS_3

Ibunya Melisa, sudah selesai membuatkan sarapan pagi untuk anaknya juga untuk Bos anaknya,


Tapi Vino tak juga keluar dari kamar Melisa, juga Melisa tak memastikan dengan melihat Vino ke dalam, karena takutnya itu tidaklah sopan, orang yang mungkin masih tertidur ia ganggu dengan kedatangannya, walau itu adalah kamarnya sendiri, tapi bagaimanapun Vino adalah majikannya..


''Mel, Bos kamu apa belum juga bangun?'' tanya ibu nya, dengan menghampiri Melisa yang tengah menjemur pakaian.


Melisa menatap ibunya sekilas, lalu kembali melanjutkan aktivitas berjemur nya, '' Sepertinya belum sih Bu, aku belum melihatnya keluar kamar '' terang Melisa menjawab.


''Coba kamu cek Mel, ibu takut terjadi sesuatu.!'' suruh ibu terlihat cemas


''Iya nanti Mel lihat Bu '' karena pekerjaannya masih tanggung.


''Yasudah, ibu kedalam lagi ya, kalau pekerjaan mu sudah selesai langsung makan saja, semua sudah matang'' ibunya mengingatkan.


''Baik Bu siap.'' sahut Melisa dengan tertawa pada ibunya.


*


''Ahhhk, akhirnya pekerjaan ku selesai ju- '' Melisa tak melanjutkan ucapannya, karena dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut sekaligus ingin tertawa,


''Pak .'' Melisa segera berdiri dari duduknya, dan mulutnya itu sampai terbuka lebar, menatap Vino yang..... penuh bentol di sekujur tubuhnya.


''Apa kamu? mau mengejek saya kamu?'' tuduh Vino dengan nada tinggi.


''Ppffttt.... Itu, kenapa Pak, hahahaaa... Pak, maaf tapi apa yang terjadi? kenapa muka bapak... '' tawa Melisa akhirnya lepas juga, dia sampai terpingkal-pingkal dengan tangannya menunjuk Vino dan tangan yang satu memegang perutnya.


''Hei, diam kamu! berani sekali ya kamu menertawai saya.'' bentak Vino menyuruh Melisa menghentikan tertawanya,

__ADS_1


Orang yang sedang mengalami musibah kok di tertawa kan sih, omel batin Vino


Vino, keluar dari kamar Melisa dengan wajah merah penuh bentol bentol, dan itu yang membuat tadi Melisa tertawa dengan kencang..


''Stop ya ketawa nya.!'' suruh Vino menatap kesal


''Iya iya, maaf Pak. tapi hahaha..... sumpah bapak ini sangat lucu, kalau mukanya - mm''


Gelp


Ucapan Melisa berhenti saat ada tangan yang menempel di bibirnya, juga saat Vino menghentak kan tubuhnya sampai Melisa membentur tubuh Vino,


Entah bagaimana awalnya, namun kini Melisa justru berada di dada bidang Vino,


Mata bulat Melisa mendongak menatap pada Vino, yang sama, Vino pun tengah menatapnya.


Tak sengaja Melisa justru menggigit bibirnya sendiri,


''Jangan menggigit bibir mu seperti itu '' ucap Vino pelan


''Ke-kenapa?'' tanya Melisa terbata


''Karena itu bisa menimbulkan keinginan ku.'' ucap Vino lagi


''Maksudnya ke-keinginan Ap-pa?'' meminta jawaban yang lebih jelas.


''Menimbulkan keinginan ku untuk melakukan ini..''

__ADS_1


Cupp


''Emmh.'' mata Melisa semakin terbuka lebar, dan kaget dengan serangan dadakan Vino ini.


''Lep-pas'' pinta Melisa di sela ciuman yang Vino berikan untuknya.


Vino semakin ******* habis bibir Melisa, dengan rakus Vino menggigit juga mengusap pelan bibir itu..


''Hahh hahh!'' Melisa butuh pasokan udara yang hampir habis akibat ulah Vino yang menciumnya sangat lama. Sampai dia kehabisan nafas.


''Pak! Apa apaan Anda ini, kenapa Anda berani sekali melakukan itu kepada aku,'' teriak Melisa marah pada Vino Melisa tak terima di gitukan oleh Vino, Melisa protes


''Sorry tadi itu saya kelepasan '' ujar Vino sangat datar.


''Kelepasan apa kebiasaan ?'' ejek Melisa


''Beneran Mel, tadi itu saya gak ada niat seperti itu sama kamu, dan salah kamu sendiri sih yang - '' Melisa cepat memotong ucapan Vino


''Apa? Aku yang salah?'' tanyanya melotot.


''Ya! kamu yang salah'' jawab Vino


''Apa? apa salahku hah?'' menantang dan tak mau disalahkan begitu saja dong !


''Salahmu karena kau salah telah menggigit bibir mu itu, sudah ku katakan agar jangan mengigiti bibir mu, tapi kau malah ngeyel dengan mengigit nya. yasudah jangan salahkan saya, kalau saya tadi langsung mencium mu!''


Melisa semakin tak mengerti juga matanya ia buka dengan sangat lebar, begitu mendengar jawaban Vino.. jelas-jelas disini Vino yang salah tapi yang di salahkan itu Melisa..

__ADS_1


Apa salahnya Coba kalau aku gigit bibir ku sendiri, toh ini bibir ku sendiri, bukan seperti dia tadi, yang ahh seperti itu lah.. Dalam hati Melisa menggerutu.


__ADS_2