Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
34


__ADS_3

Sebelum ke rumah sakit,


''Mas Aksa, kenapa dengan nya? apa yang terjadi ?'' tanya Melisa beruntun , dia jadi panik , karena Aksa wajahnya pucat dan terlihat kesakitan.


Aksa membuka matanya dengan perlahan, lalu menatap pada Melisa ''Lisa, tolong bawa A-aku ke ru- rumah sakit'' pinta Aksa kepada Melisa dengan suara terbata .


''Mas, apa yang terjadi ?''


''Sudah diamlah, banyak tanya sekali kamu, Aku yang akan bawa Pak Aksa pergi'' Bella menyela .


''Aku mau ikut'' kata Melisa


''Tidak bisa, kamu disini saja jagain Arka '' Bella langsung melarang Melisa untuk ikut .


''Tidak mau, Ar juga mau ikut dengan Papa '' sekarang Arkana yang menolak tegas ucapan si suster Bella ini .


''Kita pergi ya.''


''Ku bilang tidak bisa, kamu di sini saja jaga rumah '' melotot pada Melisa .


''Tapi ... ''


''Stop, stoppp.. kenapa sih malah bertengkar, cepat bawa Papa aku, dia kesakitan, huhuu'' sekarang Arkana menangis panik dan takut melihat kondisi Papa nya, takut terjadi apa-apa gitu ..

__ADS_1


''Iya iya ayo kita pergi Arka, kau di sini'' ucapnya pada Melisa .


''Bella diam lah, dan biarkan dia ikut pergi juga, kalau kau tidak mau dan masih berdebat, sebaiknya kau saja yang di rumah '' Ucap Aksa memerintah dengan tegas walaupun suaranya lemah..


''Baiklah kau ikut.'' walaupun dalam hati Bella kesal .


Dan mereka pun segera membawa Aksa ke rumah sakit..


Aksa terus mengeluh kesakitan di perut nya, Sebenarnya Bella tak ada niatan ingin mencelakakan orang yang di suka,


Tapi, ini demi rencananya untuk menyingkirkan Melisa..


''Dok, apa yang terjadi ?'' tanya Melisa begitu dokter yang menangani sudah keluar dari ruangan Aksa tadi di periksa..


''Bicarakan disini saja dokter, saya ini orang terdekat nya.'' tiba-tiba Bella menyela lagi


''Oh baiklah, jadi begini, pasien ini mengalami sakit perut di akibatkan keracunan makanan atau pada minuman juga bisa''


''Apa Dokter, keracunan '' Bella pura-pura terkejut, ''Kok bisa Dok, ini terlihat nya dari apa Dokter, maksudnya apa majikan saya salah makan, atau gimana ?''


''Setelah tadi kami teliti, rupanya pasien keracunan berasal dari kopi '' jelas dokter ''Tapi untuk memastikan Benar atau tidak nya, bisa di pastikan dengan pemeriksaan lebih lanjut ''


Melisa sangat-sangat terkejut, dari kopi? apa.. maksudnya kopi yang dia buat kah? Melisa jadi takut campur cemas, bukan takut di salahkan tapi ia takut terjadi sesuatu yang fatal kepada Aksa, atau benar takut karena kopi buatannya..

__ADS_1


Dan Bella diam-diam ia menatap pada Melisa yang jelas terlihat keterkejutan nya itu, Bella tersenyum puas dalam hatinya, melihat pemandangan indah ini menurutnya..


''Rasakan kau, sekarang kau mau mengelak bagaimana lagi, dokter sendiri yang mengatakan kalau pak Aksa, terkena racun dari kopi yang di buatkan wanita itu, hahaa'' batin Bella .


''Sebenarnya apa yang kau masukan pada kopi itu?


''Aku, A-aku tidak me- memasukkan apapun Kok Mbak, Aku berkata yang sebenarnya''


''Alahh, alasan saja kau, Lo gak dengar yang di katakan dokter tadi? kalau pak Aksa, keracunan dari kopi yang di minumnya,''


''Tapi, sungguh Mbak aku tidak mungkin memasukkan racun pada kopi nya.''


''Oh ya? lalu kenapa, Pak Aksa sampai bisa keracunan hah? ayo jelaskan.''


''Aku juga tidak tahu kenapa bisa, tapi sumpah Mbak, aku tak mungkin seperti itu.''


''Biar nanti saat Pak Aksa bangun, akan ku adukan langsung kau padanya, dengan yang telah kau perbuat padanya, kau sangat licik dan kejam'' dengan melotot pada Melisa, dan mengatai kata-kata tajam pada Melisa lwbih tepatnya menuduh..


''Tunggu saja, apa yang akan terjadi padamu setelah ini, licik.'' ujar Bella tersenyum miring.


Bella dan Melisa pun masuk, di sana Aksa tengah berbaring dengan menutup mata dan terpasang infus di tangannya, dan Arka memeluk tangan Aksa yang tanpa di infus .


Melisa menatap Aksa dengan harapan Aksa tak berpikir seperti itu kepadanya, ''Mas Aksa , tolong percayalah, aku tidak mungkin berbuat kaya gitu..'' batin melisa .

__ADS_1


__ADS_2