
Hari pernikahan Vino dengan Jenny pun telah tiba di hari ini . Vino sudah siap menjabat tangan pak penghulu.
Namun jelas nampak terlihat di wajah Vino tak ada kebahagiaan yang ada adalah wajah datar dan juga nampaknya Vino sedari tadi menahan amarahnya..
Karena sampai detik ini Vino tak bisa menemukan Melisa berserta adiknya Alaksa.
''Lihat saja nanti pembalasanku Aksa. Saat ku sudah temukan kalian berdua '' ucap batin Vino menahan geram ulah sang adik .
''Aku tidak akan memaafkan kalian berdua yang lari dari kejaran ku. Tapi jangan sebut aku Alvino bila tidak bisa menghancurkan orang yang sedang bermain-main dengan ku.'' dengan penuh amarah Vino melanjutkan lagi kata-katanya dalam hati..
''Apa sudah siap?'' tanya pak penghulu
Vino hanya mengangguk saja sebagai Jawaban dan ia ingin acara membosankan ini segera berakhir lalu Vino bisa segera menjalankan tujuannya.
''Sahhhh''
Kini Vino sudah selesai mengucapkan ijab Kabul nya dan mereka pun resmi menjadi suami istri.
Menjelang malam .
Vino dan Jenny menginap di hotel berbintang Karena tadi juga acara pernikahan di adakan di hotel itu.
Oma tiba-tiba meminta Vino datang ke kamarnya yang berada tak jauh dengan kamar pengantin.
''Oma ada apa ?'' Vino masuk ke kamar sang Oma dan langsung bertanya.
__ADS_1
''Duduk dulu.'' ucap Oma
Vino pun menurut.
''Vin, dari tadi pertama acara berlangsung Oma Sepertinya tidak melihat adikmu juga ponakan kamu . kamu tahu di mana mereka dan kemana?'' tanya Oma dan itu alasan Oma memanggil Vino
Vino tak langsung menjawab tapi Vino memikirkan sesuatu hal. Tidak baik bila Vino menceritakan yang terjadi pada Oma tentang Melissa
Karena itu akan menjadi pertanyaan yang panjang untuk Vino Oma nya akan bertanya siapa Melissa dan kenapa bisa Aksa pergi dengan Melissa..
Jadi Vino tak akan menjawab jujur.
''Hkmm Oma Vino tidak tahu kemana dia..tadinya Vino pikir Oma yang tahu kepergian dia kemana '' begitu jawabnya Vino
''Oma juga gak tahu anak itu kemana di hari bahagia mu ini kakaknya, ah aneh memang anak itu dasar tidak punya pikiran. Pergi juga tidak bilang pada Oma '' Oma Rima sedikit kesal pada Aksa dan mengomeli cucu nya.
''Iya Oma, selamat istirahat muahh..'' sebelum pergi Vino mencium kening Oma
''Iya Vin, dan jangan lup segera buatkan Oma cucu buyut ya!'' Oma tersenyum
''Hm..'' Vino hanya mengangguk saja Walaupun dia ogah-ogahan melakukan nya.
Vino membuka pintu kamar pengantin nya. Di sana Vino langsung di suguhkan dengan pemandangan yang mungkin bagi orang lain akan langsung menerkam tapi bagi Vino ini justru sangat menjijikkan.
Bagaimana tidak. Wanita itu tengah tersenyum padanya dengan senyum menggoda juga pakaian yang pantas di sebut saringan itu bertengger di badan perempuan itu yang sial nya kini sudah menjadi istri Vino.
__ADS_1
'Cih, apa apaan dia' Vino menatap jijik pada Jenny
'Dia pikir gue bakal tertarik padanya, tidak! gue jijik melihat tingkah wanita yang tak ada rasa malu itu' lanjut batin Vino..
''Vin...'' suara Jenny mendayu-dayu bagi orang lain mungkin hasratnya akan langsung naik tapi lagi-lagi bagi Vino tak ada reaksinya selain menjijikkan..
Dengan terpaksa pun Vino harus Tidur satu ranjang dengan wanita ini karena semua orang akan curiga bila dia tidur terpisah dengan Jenny
Sambil membuang nafas kasar Vino menaikkan ranjang di samping kirinya Jenny sudah tersenyum dengan tatapan lapar dan penuh hasrat.
'Oh sial, ini membuat ku ingin muntah rasanya' Vino mengumpat dalam hati saat ia merasakan tangan Jenny dengan beraninya meraba dada bidangnya
''Jen, lepaskan!'' dengan kasar Vino menepis tangan Jenny.
''Vin kenapa ?'' jenny pun sedikit tersinggung
''Gue capek!'' ucap Vino dan menarik selimut lalu berbaring membelakangi Jenny yang terbengong
''Tapi Vin.Ini kan malam pertama kita ?'' jenny masih kukuh mungkin menginginkannya..
''Tapi sorry Jen, gue beneran capek banget sebaiknya Lo juga tidur!'' kembali Vino menegaskan dirinya capek.
''Vin..''
''Jenny diamlah !'' Vino membentaknya
__ADS_1
Jenny langsung diam tapi dalam hati mengumpat ''Kurang ajar berani sekali Lo nolak gue Vin '' Jenny marah.