
''hai kak'' sapa Aksa dengan tersenyum semanis mungkin. namun bagi Vino ia menganggap itu suatu ejekan untuknya . entahlah!
Vino hanya menatap tanpa menjawab maupun merespon.
''Ayo Vin. ikut gabung'' suruh Oma
''iya baik Oma '' sahut Vino.
namun belum dia ikut duduk bareng di sana. Vino lebih dulu menyapa orang tua Jenny
''halo selamat malam Om juga Tante. saya Vino '' ucapnya dengan menunduk sopan
orang tua Jenny tampak suka pada Vino . yang menurut mereka terlihat sopan itu. ''iya nak vino.kami orang tua Jenny '' ucap Mama Jenny ''dan ini papa nya'' lanjutnya lagi sambil menunjuk pada pria baya di sampingnya.
Vino pun mengangguk tanda ia mengerti..
''mari nak ikut gabung sini.!'' ajak papa Jenny
''tentu! '' balas Vino. lalu segera duduk. awalnya Vino ingin duduk dekat Arkana tapi Oma berbisik dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya Jennny . dengan menghela nafas Vino menurut..!
''vin. apa kabar ?'' tanya Jennny sambil menunjukkan senyum nya
''ya seperti yang kau lihat Jen '' itu jawaban Vino. tanpa ada senyum terukir di wajahnya.
Kenapa lebih sering senyum si adiknya ya daripada si Vino ? kata hati Jenny menggerutu. sambil melanjutkan makan.!
...
kini acara makan malam sudah usai. di lanjutkan dengan acara ngobrol sambil menonton film kartun kesukaan Arkana tentunya.!
Sebenarnya jenny tampak tak suka ia harus melihat tontonan anak kecil begitu.. tapi untunglah Vino masih di sampingnya.!
''oh ya nak Vino ini umurnya berapa ya?'' Mama jenny bertanya
''umur saya baru 24 tahun Tan '' jawab Vino
''oh rupanya sama juga dengan jenny ya?''
''hm benar. ''
''iya lah ma! karena kita dulu pernah satu SMA. ya kan Vin? '' ucap jenny memberi tahu
Vino balas mengangguk..!
''katanya kamu sudah sukses jadi CEO ya Vin ?''
kali ini gantian papa nya Jenny yang bertanya
''iya benar Om. tapi pasti saya belum se sukses Om '' kata Vino
''ah kamu bisa aja Vin.. tapi nanti juga kamu bakal lebih dari Om ''
''iya semoga saja ya om!''
''tentu Vin harus! ''
''oh ya jeng Harini. kapan kita akan melangsungkan acara pernikahan anak-anak kita?'' Yossi bertanya pada Oma harini.
''tentu harus secepatnya. saya serahkan kepada yang muda saja!'' jawab Oma Harini
''bagaimana kalau kita lakukan dua Minggu lagi? gimana jeng, Jenn . Vino?'' Yossi menatap mereka bergantian.
''aku setuju saja ma!'' sahut Jenny
''kamu Vin?''
''vino pasti ikut dengan saran mu tsti Yos.. Vino sudah pasti setuju ya kan Vin?'' seru Oma dengan menatap pada Vino.
__ADS_1
''hm ya Vino setuju saja..''
kini waktunya keluarga jenny berpamitan untuk pulang.. karena hari juga sudah sangat malam..
''baik karena semua telah setuju kalau acara pernikahan ini di adakan dua Minggu lagi.. sekarang kami pamit untuk pulang dulu ya jeng'' ucap Yossi berpamitan.
''kenapa buru-buru Yos. padahal hari masih sore'' ujar Oma
''gak apa-apa jeng. lain kali nanti kami datsng lagi di waktu yang masih siang . sekarang sudah malam takutnya kami mengganggu''
''ah tidak menganggu sama sekali kok Yo. tapi ya sudah kalau kalian memang mau pulang''
''iya. kami pamit pulang sekarang ya!''
''baiklah hati-hati di jalan ya!''
''iya.. terima kasih atas jamuan nya''
''iya iya!''
''vin. tolong antarkan Jenny pulang bersama mu!'' suruh Oma.
''maaf Oma! tapi Vino masih ada pekerjaan lain lagi setelah ini'' tolak Vino
''vin''
''tidak apa-apa nyonya kalau Vino harus melakukan pekerjaan nya lagi'' kata papa Jenny. dengan penuh pengertian.
''vin..'' kembali Oma bicara
''oma. kalau boleh. biar aku saja yang mengantarkan kak Jenny pulang'' tiba-tiba Aksa menawarkan. tentu karena dia tahu dengan maksud sang kakak.. Yang sudah merasa bosan . berada di antara situasi ini.. maka dia pun menawarkan.!
Oma menghela nafas..
''oma terserah pada jenny saja!'' putus Oma
''baiklah tidak apa-apa kok Oma, kalau aku pulangnya dengan Aksa!'' jawab Jenny dengan coba tersenyum.
''iya Oma. tidak apa-apa''
Setelah kepergian mereka.
Oma langsung menyeret tangan Vino masuk ke dalam rumah lagi!
''apa apaan kamu Vin?'' omel Oma menatapnya tajam.
''apa maksud Oma?''
''jangan pura-pura tidak mengerti Seperti itu Alvino. Oma tahu bahwa kamu itu hanya berbicara omong kosong. soal kamu ada pekerjaan lagi. ingat Vin, Jenny itu calon istri mu. jadi kau harus menerima nya!''
''tapi aku tidak setuju Oma. untuk menikah dua Minggu lagi. itu terlalu cepat!''
''tidak ada yang terlalu cepat.. karena ini demi kebaikan mu!''
''kebaikan ku? cih..''
''jangan seperti itu Vin.. kau harus ingat kau sudah setujui hal ini sebelumnya!''
Kalau bukan karena aku sayang padamu Oma. tak mungkin ku setujui..
''iya. tapi tak bisakah dengan perempuan lain gitu Oma! Vino tak suka dengan si Jenny'' Vino coba mengatakan yang di rasakan nya.
''tapi dia lah pilihan terbaik yang sudah Oma pilihkan untukmu!'' putus Oma.
''kenapa gak Oma berikan saja kepada si Aksa. kenapa harus pada Vino'' Vino protes
''si Aksa sudah pernah menikah.. biarkan dia cari yang dia mau.. dan biarkan juga mencari ibu untuk anaknya''
__ADS_1
''oma. lalu aku bagaimana? bukankah aku juga sama? aku juga menikah untuk menemukan wanita yang tepat''
''nah. si Jenny ini sudah tepat Vin''
tak mau berdebat lagi.. Vino lebih memutuskan untuk pergi. dan pulang saja ke rumahnya..
''oma, Vino pergi '' Vino cepat-cepat menyalami tangan Oma
''vin.. mau kemana?''
''pulang!'' jawabannya singkat dan segera berlalu.
''Dasar anak itu!'' seru Oma menatap kepergian Vino.
…
Dari perjalanan pulang tadi Vino merasa dia sangat tak bersemangat..
''Sial banget ya hidup gue. sedari kecil selalu di atur oleh Oma. gue ini bukan si Aksa! yang mau mau saja di suruh Oma ini itu'' gerutunya di perjalanan pulang.
tibalah ia di rumahnya..
Vino tak melihat Melisa yang menunggunya di depan pintu rumah..
''ah ya. dia kan pasti masih sakit. yasudah lah. kali ini kau ku maafkan'' kata hati nya
Ting tong..!
Vino memencet bel
Bibi membuka pintu.. ''eh den, sudah kembali?''
''ya bi'' jawab Vino sambil masuk kedalam.
''bagaimana den? pertemuan nya?'' bibi ingin tahu
''Hah.. sudahlah bi, jangan di bicarakan.. sekarang tolong siapkan air untuk ku mandi bi!'' Vino menyuruh bibi
''ya baiklah den'' bibi pun melengos pergi ke kamar Vino. untuk menyiapkan air mandi sang majikan..
di lain tempat.. di dalam sebuah mobil.. Aksa tengah dudu bersama anaknya. juga satu orang wanita yang taj lain adalah jenny
sudah kesal dengan sikap Vino. kini di dalam mobil juga Jenny tambah kesal karena rupanya anak Aksa. terus mengoceh !
''papa.. tadi di rumahnya nenek buyut kok banyak orang ya pa?''tanya Arkana.
''ohitu iya karena Om mau nikah sayang'' jelas Aksa
''menikah? oh berarti nanti Om bakal punya anak juga dong ya pa?'' tanya Arkana lagi
''hm kamu benar . ''angguk Aksa
''lalu Om menikahnya dengan siapa pa?'' tanya bocah kecil itu lagi.
''ini dengan Tante yang sedang di sebelah papa ''jawab Aksa dengan menunjuk pada jenny oleh kepalanya.
Arka yang duduk di belakang pun langsung menengok ke depan. dan melihat pada orang yang di maksud Aksa..
''oh Tante yang tadi ya pa?''
''hm''
''tapi kok cantik kan, Tante yang ada di rumahnya Om ya pa!'' tiba-tiba ucapnya Arkana.
mata Jenny langsung membulat dengan tajam.. Apa maksudnya bocah kecil ini? pikirnya. Siapa yang dia bilang itu.. sungguh itu membuatnya sangat bertanya-tanya
Aksa menatap wajah Jenny dengan sangat pelan..
__ADS_1
''Siapa maksudnya, siapa yang di rumahnya Vino ?'' tanya Jenny
Aksa hanya menyengir saja! tanpa menjawab