
Dengan terpaksa dan dengan desakan sang Oma hari ini Vino akan bertemu dengan perempuan yang Oma pilihan untuknya..
Oma belum memberi tahu nama juga foto wanita itu. biar nanti saat bertemu langsung menanyakan nya. begitu ucap Oma kemarin.
''Pak. bangun'' Melisa sedang melakukan tugasnya yaitu membangunkan Vino
bukannya bangun Alvino justru ia semakin mengeratkan selimutnya.
''pak. bangun ini sudah siang'' kata Melisa lagi masih mencoba
''Aduh siapa sih ganggu banget'' Alvino justru memekik marah
''Ya ampun. sudah sudah di bangunin malah sekarang marah-marah'' omel Melisa pelan
''Tapi pak ini sudah siang.'' Melisa takut dirinya kena hukuman kalau ia telat membangunkan Vino.
''Beerisik banget sih'' vino menepis tangan Melisa dengan keras
'.Aw.... '' Melisa meringis dan terkejut
Vino pun bangun dan ia terduduk di pinggir ranjang. dengan menatap tajam pada Melisa .
''ngapain kamu. ganggu orang lagi tidur tau gak?' teriaknya
''maaf pak. Tapi kan ini sudah waktunya untuk berangkat bekerja''
''Bekerja'' ulang Vino
''iya bukannya ok vino hari ini bekerja kan? Jadi saya bangunkan'
''Ah banyak bicara sekali kamu. dengar saya hari ini tidak pergi ke kantor'' ucap Vino tiba-tiba memberi tahu
''Apa? tidak ke kantor?''
''iya. bukankah kemarin SAYA Sudah beri tahu kamu kan'' kata Vino
''tapi Seingat saya tidak bilang Pak'' Melisa mengatakan yang dia ingat
__ADS_1
''lalu apa maksudmu saya yang lupa dan berbohong. saya kan sudah bilang saat semalam kalau hari ini saya tidak akan pergi ke kantor''
''Tapi pak. yang saya ingat bapak Tidak bilang seperti itu'' Ucap Melisa
''Jadi maksudmu saya yang berbohong Begitu'' kini Vino menatap Melisa dengan tajam
''Bukan begitu pak maksud saya'' ucap Melisa dengan ketakutan
''Ah Sudahlah pagi-pagi bikin orang kesal saja kamu ini. Minggir'' Vino menabrak bahu Melisa
''Aw..'' Melisa meringis
Alvino pun segera pergi ke kamar mandi.
setelah Vino tak terlihat. Melisa pun diam-diam dia menitikkan air matanya..
''Gini amat ya. jadi orang kecil. di sepelekan Banget, dan selalu saja salah dimatanya.. kapan Tuhan aku merasakan bahagia juga'' Ucap Melisa berbicara sendiri
Melisa merapikan tempat tidur milik Vino. Lalu tiba-tiba ponselnya Vino berbunyi . Melisa yang penasaran dia pun melihat pada ponsel vino. disana tertera nama Oma..
''Oh dari Oma nya'' Ujar Melisa
''Eh i-iya pak'' Melisa tak jadi menatap pada vino. Karena Vino tak memakai baju nya.
Vino yang tahu dengan hal itu pun kini sudah tak mempermasalahkan lagi..
''Cepat keluar. saya mau pakai baju'' ucap Vino
''tapi saya belum siapkan pak'' Melisa tak enak
''Sudah biarkan saya ambil sendiri'' kata Vino lagi
''oh baiklah pak. permisi'' Melisa berpamitan keluar
hari ini berhubung dia tidak akan pergi ke kantor. maka Vino mengambilnya baju santai. Karena hari ini dia akan bertemu dengan perempuan yang Oma nya pilih..
''Hah... kalau bukan karena Oma, sungguh tidak sudi gue bertemu dengan wanita itu'' ucapnya sambil dia menatap dirinya di cermin.
__ADS_1
setelah selesai bersiap. Vino pun keluar dari kamarnya. dan ia menuruni tangga . .
''Melisa..'' panggilnya dengan suara keras
''iya Pak'' sahut Melisa sambil menghampirinya
''cepat siapkan teh hangat'' suruhnya. kini Vino duduk sambil memainkan ponselnya
''Baik Pak-'' saat pertama melihat penampilan Vino yang tampak berbeda Vino memakai pakaian santai seperti ini. Melisa langsung terperangah dia sampai merasa pangling Melihat penampilan beda vino sekarang..
''Kenapa masih diam disana Melisa?'' tegur Vino saat melihat Melisa justru terbengong.
''Oh maaf pak''
''pak..'' Melisa kembali lagi
''Apa lagi?''
''Maaf tadi bapak pesan apa ya?''
''Astaga kamu ini dengar tidak? saya minta kamu buatkan teh hangat'' vino menekan kata terakhirnya.
''Oh baik pak. maafkan saya'' sekarang Melisa pun pergi dan menyiapkan yang Vino minta..
Kini Vino sedang berada di jalan . ia sedang menuju restoran dimana dia membuat janji dengan wanita yang berprofesi sebagai dokter itu kata Oma..
mobil sudah memasuki pekarangan restoran.
Vino Langsung turun. dan ia segera masuk. .
vino celingukan mencari wanita yang katanya memakai baju berwarna merah.
''Ah sepertinya itu dia'' Ucap Vino. Setelah melihat ada satu orang yang seperti mirip dengan suara wanita itu ciri-ciri kan..
vino pun menghampiri. ''Peermisi..'' ucapnya setelah mendekati.
''iya.'' wanita itu mendongak
__ADS_1
''Kamu?'' tunjuknya
''Loh kamu?''