Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
18


__ADS_3

tampaknya Melisa sedang menjemur pakaian milik Vino..dan dia sudah mulai terbiasa melakukan hal itu..


atau melihat pakaian dalam milik pria..


Bibi pun menghampiri Melisa yang masih menjemur pakaian milik Vino..


''neng'' panggil bibi


''Eh bi'' Melisa menoleh dengan tersenyum


''neng kesini dulu.bibi mau bicarakan sesuatu'' panggil bibi lagi


''ya bi'' ada apa?'' Melisa jadi takut nya ada apa-apa.


''gini neng..bibi mau ngasih tau.. kalau nanti neng ketemu lagi dengan adiknya den Vino.. lalu den Aksa, membahas soal kemarin kemana neng pergi..neng jawab saja kalau neng ini kemarin pulang kampung.. gitu ya neng'' bibi bicara panjang lebar.


''tapi kan aku gak pulang kampung bi?'' Melisa masih kebingungan


''ya yang waktu neng di hukum di gudang itu.. den Aksa datang kesini. dan menanyakan neng.. lalu den Vino bilang kalau neng pulang kampung gitu'' bibi lebih menjelaskan


Oh kini Melisa sudah mulai mengerti..


Melisa pun mengangguk.. ''baiklah bi.. nanti saya jawab seperti itu'' kata Melisa


lalu tiba-tiba keduanya Seperti mendengar suara Aksa memanggil..


''Ah itu den Aksa memanggil bibi.. yasudah tolong lanjutkan lagi ini..bibi kesana dulu''


''hm baik bi ''


bibi pun berlalu dan menghampiri Aksa..


''ya den.. kenapa tadi den Aksa memanggil bibi?'' setelah bibi menemui Aksa


Aksa celingukan.. ''wanita yang tadi mana bi?'' tanya Aksa


''oh neng Melisa ya?'' bibi coba memastikan


''hm iya dia.. Melisa. mana bi dia? '' Aksa ingat itu adalah namanya.


''Memang ada apa ya den? maaf bibi tanya''


''tidak apa-apa kok bi.. hanya saya ingin kenal lebih dekat dengan nya'' tiba-tiba ucap Aksa.


bibi tersenyum.. ''apa Aden menyukai Melisa?'' tiba-tiba tanya bi Susi..


Aksa terpaku sejenak.. lalu dia tertawa .. ''hahaa bi, apa kelihatan sekali ya?'' kata Aksa


''Oh apa benar den?'' bibi tidak menyangka


Aksa dengan cepat mengangguk....


''ya bi.. maka dari itu kasih tahu bi.. dimana dia?''


''Ada di atas.mungkin masih menjemur pakaian.. tapi den'' bibi sedikit ragu mengatakan


''ada apa bi?'' Aksa penasaran


''itu anu den.. maaf bibi bicara seperti ini.. tapi sepertinya den Vino nampak tidak suka kalau den Aksa mendekati Melisa'' bibi bicara dengan sangat hati-hati


Aksa langsung terdiam sesaat.. tapi ia kembali tersenyum.. ''Ya bibi Benar.. si Abang memang seperti tak suka aku mendekati Melisa.. kenapa ya bi? masa dia cemburu sih! bukankah dia tak suka dengan perempuan yang tak sepadan dengan nya?'' sungguh itu jadi pertanyaan besar bagi Aksa dan juga bibi..

__ADS_1


''bibi juga tidak tahu kenapa den''


''hm.. yasudah aku mau temui dia dulu ya, keburu Abang ku pulang'' ucap Aksa Sambil terkekeh


bibi ikut terkekeh mendengarnya.. ''baiklah den''


buru-buru Aksa pergi dan menemui Melisa..


saat sampai di sana, rupanya Melisa juga baru beres menjemur..


''melisa'' Aksa segera memanggil nya


Melisa pun menoleh ''ya..'' ucapnya


''Hai . ganggu gak?'' kata Aksa sambil berjalan mendekati


Melisa menggeleng ''Ah tidak mas''


''bagus lah.. boleh kita menjadi teman?''


''hm? teman?''


''ya.. gimana? Boleh?''


''Ya...'' Melisa tampak bingung sih


''Kenalkan nama saya Alaksa.. panggil saja Aksa.. '' Aksa pun memperkenalkan dirinya. ia menyodorkan tangannya pada Melisa


''aku Melisa mas'' ucap Melisa dengan sedikit ragu menyahut uluran tangan Aksa..


segera Aksa menjabat tangan itu ..


''hm iya'' Melisa masih belum mengerti. karena tiba-tiba adik dari majikannya meminta nya menjadi teman!


''Ayo duduk mas'' ajak Melisa pada Aksa dengan menunjuk kursi..


''iya ayo'' balas Aksa


mereka pun mulai ngobrol..


''Lisa, kamu kemarin benar baru pulang kampung?'' Aksa Bertanya mungkin untuk memastikan.. entahlah Aksa sedikit masih tak percaya.


''i-iya benar mas'' jawab Melisa


Aksa menatap intens pada Melisa...


''oh ya..apa benar juga kamu lagi butuh uang?'' tanya Aksa lagi


''apa mas? siapa yang bilang?'' Melisa terkejut. karena kenapa bisa Aksa tAhu.. pikirnya


''Oh itu bibi yang bilang..bibi bilang kamu itu kemarin sempat berhenti kerja di rumah ini. tapi katanya kamu kesini lagi karena kamu butuh uang untuk pengobatan saudara kamu ya?'' Aksa lebih menjelaskan..


Melisa menghela nafas pelan.. ia tak mengerti dengan situasi ini. ada apa sebenarnya, kenapa harus berbohong dan ada cerita seperti ini? Sungguh Melisa tak mengerti..!


''lisa'' panggil Aksa kembali. karena Melisa justru bengong


''ya Benar mas'' jawab Melisa mungkin iya kan saja lebih baik..


''Kalau boleh tau.. kamu butuh biaya nya berapa?''


Saat mulut Melisa akan berucap.. Tak jadi karena terpotong oleh teriakan seseorang.

__ADS_1


''Aksa.. lagi ngapain kamu disini?'' jelas itu suara Vino.. datang dengan mengagetkan keduanya..


Aksa dan Melisa menatap ke arah Vino.. tapi Melisa buru-buru menunduk. ia tak mampu menatap mata tajam milik Vino. Sungguh ngeri aku lihat. tatapannya itu.. ucap hati Melisa.


''Bang kok lu sudah pulang ?'' bukannya menjawab justru ia bertanya balik kepada Vino


''Lo sendiri kenapa jam segini keluyuran di rumah orang ?gak kerja Lo ?'' sindir Vino dan bicara dengan cetusnya


''ena saja Lo bilang gue gak kerja..ya gue kerja lah.. hanya ini gue lagi ngobrol bentar dulu sama Melisa...'' ucap Aksa


Tatapan mata Vino semakin menusuk ketika ia mendengar Aksa menyebutkan nama Melisa tadi .


''Sudah ngobrol nya?'' menatap keduanya bergantian


Aksa melihat seperti ada yang tak beres.. HM baiklah kali ini mungkin dia harus pulang dulu.. biarlah nanti ia kembali lagi.. pikirnya!


Aksa menatap sekilas pada Melisa.. ''yasudah '' jawabnya


''Yasudah cepat pergi''


''bang lo kenapa seperti ini? Lo seperti menyukai gadis ini juga!'' tatapan mata Aksa memicing


''Jangan bicara omong kosong.. cepat lah pergi dari rumahku sekarang Ak'' suruh Vino lagi


''Ok ok.. baiklah gue pergi.. Lisa, aku pulang dulu ya..'' dan berpamitan pada Melisa


Melisa hanya mengangguk saja sebagai Jawaban..


''Eh Lis..'' memanggil lagi


''Ya'' sahut Melisa


''jangan mau di dekati Abang ku dia sudah punya calon istri..dan sebenar lagi juga dia bakal menikah'' lalu setelah mengatakan itu Aksa tertawa sangat keras lalu dengan menatap Vino


''Aksa...'' teriak Vino dan melempar bantal yang kebetulan ada di sofa ruangan itu..


cepat cepat Aksa pergi sambil berlari


Melisa menatap keduanya bergantian seperti melihat adegan kartun saja. pikir Melisa


''Eh Mel..jangan dengarkan yang tadi di ucapannya dia hanya membual'' tiba-tiba kata Vino kepada Melisa


''oh ok!'' jawab Melisa dengan singkat


''Kamu benar sedang membutuhkan biaya untuk saudara mu yang mengalami kanker otak?'' tiba-tiba Vino bertanya dengan hal yang sama.


''i-iya benar pak'' jawab Melisa lagi


''apa tadi kamu meminjam pada Aksa adikku?''


Melisa dengan cepat ia menggeleng ''tidak pak. saya tidak meminjam uang pada mas Aksa '' jawab Melisa cepat


''lalu dari mana dia bisa tahu?''


''say pun juga tidak tahu pak kenapa bisa mas Aksa tahu juga'' jawab Melisa mengatakan yang sebenarnya.


''Hm. lalu apa kamu sudah mendapatkan uang untuk biaya nya?''


Melisa menggeleng..sambil menunduk . huh sungguh Melisa kembali tampak sedih


''Saya bisa bantu.. dan kamu tak perlu membayarnya lagi dengan uang.. tapi bila sewaktu-waktu saya membutuhkan bantuan mu..maka saat itu kau harus membayarnya dengan menuruti perintah yang ku inginkan, tanpa penolakan. bagaimana apa kau setuju?'' jelas Vino sambil menatap pada Melisa

__ADS_1


__ADS_2