
''Hei, kenapa kau jadi bengong ?'' tanya Vino menyadarkan lamunan Melisa, kalau sebenarnya yang tadi itu hanyalah hanyalah Melisa.
Rupanya tidak ada cium ciuman ya, hanya ada tangan Vino masih berada di bibirnya itu saja!
Melisa menghela nafas panjang dan lega..
''Oh untunglah itu cuma hayalan nya saja!
''Hah! Ah tidak apa-apa '' jawab Melisa, mencoba bersikap biasa . agar Vino tak menebak apa yang barusan ada dalam lamunannya.
Melisa kini menduduki kursi yang sudah mulai roboh, karena saat di duduki akan ada suara kriek nya..
''Kenapa masih di situ?'' tanya Melisa menatap penuh tanya kearah Vino
''Lalu saya harus apa?'' tanya Vino kebingungan
''Ya cepat pergi, dan mandilah! '' suruh Melisa
Masa gitu saja harus di ingatkan, dia pikir dia anak kecil.. Lanjut di hati Melisa.
''Oh ok!'' Vino pun berlalu dan menuju kamar mandi di belakang..
Namun beberapa menit kemudian, suara Vino berteriak memanggilnya dengan sangat keras.
''Melisa....''
''Melisa... cepat...kesini'' panggilnya lagi
__ADS_1
''Iya, ada apa ? kenapa sih.?'' tanya Melisa saat sudah di dekat kamar mandi.
''Mel tolong ambilkan aku handuk,'' pinta Vino dengan menyuruh Melisa mengambil kan nya
''Handuk? jadi saat tadi pagi kesini, bapak tidak bawa handuknya ?'' tanya Melisa kembali
''Iya tidak, saya lupa. Makanya sekarang saya nyuruh kamu ambilkan, Oh ya, handuk saya ada di tas .'' ujar Vino memberi tahu.
''Yasudah tunggu aku ambilkan dulu.''
''Iya..''
''Padahal ini kan di rumahku, tapi jiwa majikannya ada dimana-mana, sesuka hati menyuruh dan memerintah '' omel Melisa dengan berjalan mengambil handuk nya Vino.
*
Ibu nya Melisa sudah pergi Ke rumah sakit besar yang di tunjuk langsung oleh Vino,
Walaupun dia sedang tidak ada di Jakarta, tapi perusahaan nya memang membutuhkan nya..
Ting
Ada yang mengirimkan nya pesan .
Vino membuka nya, rupanya itu dari nomor Jenny. wanita yang sebentar lagi akan dia nikahi..
karena keasyikan tinggal disini bersama Melisa, Vino sampai lupa mengobati Jenny, padahal Oma nya, sudah mewanti-wanti agar Vino sering memberikan kabar untuk Jenny.
__ADS_1
[Vin,kau dimana? kenapa kau tidak ada di rumahmu beberapa hari ini?] begitu isi pesan yang Jenny kirimkan untuknya, dengan menanyakan keberadaan
[Darimana kau tahu kalau aku sedang tak ada di rumah?] balas Vino setelah berhasil detik tadi hanya membaca nya saja.
[Tentu aku tahu dong Vin, kemarin aku datang ke rumah mu, aku ingin bertemu dengan mu, yah. tapi kamu nya malah tidak ada] jawab Jennny mengatakan kedatangannya di rumah Vino
[Ada apa memangnya kamu datang ke rumah] tanya Vino kembali
[ Ya tidak untuk apa-apa, hanya aku ingin bertemu saja dengan mu, aku juga rindu sama kamu, dan tidak ada salahnya dong ya aku datang ke rumah calon suamiku, yang nantinya akan aku tempati juga kan] dengan sangat percaya diri nya Jenny mengatakan semua itu.
Vino tersenyum mengejek pada jenny, percaya diri sekali wanita ini, siapa juga yang akan tinggal bersamanya di rumahku. kata batin Vino menolak semua perkataan Jenny dalam hatinya..
[Sudah dulu, aku sangat sibuk]
Tut, panggilan ia putus begitu saja.
Membuat Jenny kesal, sangat kesal ...
Menjelang sore hari, Melisa juga ibunya sudah kembali ke rumah, dan nanti besoknya ibu nya ini akan kembali ke rumah sakit lagi, untuk menanyakan hasil dari operasi putri pertamanya.
Begitu melihat kedatangan sang tuan rumah, Vino segera menanyakan keadaan kakak Melisa. Karena dia penasaran.
"Kalian sudah kembali?" ucapnya
"iya sudah Nak." ibunya Melisa yang menjawab
"bagaimana, apa sudah dilakukan operasi nya?" kembali bertanya
__ADS_1
"Besok pagi kakak ku akan dilakukan operasi nya" Melisa sekarang yang menyahut.
Vino manggut-manggut mengerti..