Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
28


__ADS_3

Vino sangat marah pada Aksa, Vino kesal karena Aksa berani berbicara seperti itu kepada dirinya kakak nya sendiri, di hadapan Melisa orang asing!


Dan Vino tambah marah saat Aksa membela wanita itu..


''Aksa.'' panggilnya menghentikan langkah Aksa yang tengah menggandeng tangan Melisa untuk mereka pergi,


Aksa menghentikan kakinya begitu juga dengan Melisa, ia ikut berhenti dengan wajah masih menunduk.


Vino berjalan dengan langkah lebar, lalu dengan satu tarikan kini ia sudah merebut Melisa dari tangan Aksa,


''Bang... Lo jangan kasar begitu !'' ujar Aksa terkejut saat Vino menarik tangan Melisa dengan kasar.


''Aksa diamlah, dan berhenti mengurusi pembantu gue!'' kata Vino


''Gak bang, gue gak akan tinggal diam, melihat Lisa di perlakukan seperti itu kaya barusan.'' sahut Aksa dengan tegas


''Ak, jangan berani melawan Abang!'' peringat Vino lagi sudah sangat tajam tatapannya.


''Kalau gue gak mau, mau apa Lo bang ?'' tantang Aksa. maju selangkah


''Sialan, adik sialan Lo .'' Vino juga maju dengan marah dia menarik kerah baju Aksa.


Kini tatapan keduanya sudah penuh dengan amarah..


Melisa terkejut sekaligus sangat panik.. mata Melisa terbuka lebar melihat keduanya, yang tiba-tiba menjadi seperti ini.


''Mas, mas Aksa, sudah Mas, tolong jangan ikut campur.'' pinta Melisa dengan menangis ketakutan.


''Diam..'' bentak Vino pada Melisa


''Jangan ikut campur kau.'' lanjutnya


Melisa semakin menunduk takut,


''Cemen sekali Lo bang, Lo bisanya berhadapan dengan wanita, dasar banci.'' umpat Aksa, itu sukses menyulut emosi Vino semakin naik.

__ADS_1


''Banyak bicara Lo..''


Bugh.. Vino memukul tepat di sisi bibir Aksa


Aksa tak merasa kesakitan justru dia tersenyum miring kearah Vino. semakin mengejek kakak nya itu.


''Aaaah, stop! Mas, Pak, ku mohon stop jangan lagi berkelahi!'' jerit Melisa, semakin ketakutan saat tiba-tiba tadi Vino memukul wajah Aksa.


''Berani sekali kau Ak, kau membela wanita itu, segitu cintanya kau pada dia?'' pekik Vino lalu kembali menonjok wajah Aksa. Entahlah membayangkan kalau benar Aksa menyukai Melisa, Vino Merasa tak terima.


''Ya, bang Lo benar, gue memang mencintai Melisa..'' desis Aksa berucap


Vino menatap mata Aksa, mencari kebenaran di sana..


''Dengar ini Lo bang, gue Alaksa, gue cinta sama Melisa.!'' ucap Aksa lagi dengan menekan setiap katanya.


''Kurang ajar...''


bugh bugh, bugh......


Aksa balas memukul Vino,


begitu sebaliknya,


Vino sudah tak sadar dia memukul menendang Aksa dengan membabi buta..


Dan disini Vino yang lebih menang dan kuat secara Vino adalah kakaknya..


''Tidak.....jangan.....'' kembali cegah Melissa


Melisa berlari dan mendekati tubuh Aksa yang akan di pukul lagi oleh Vino.


Melisa setengah memeluk tubuh Aksa untuk melindungi amukan Vino.


''Hei wanita kampung, jangan halangi saya, awas kau..'' teriak Vino menyuruh Melisa jangan ikut campur

__ADS_1


''Tidak...Pak, jangan seperti itu, kasihan Mas Aksa, beliau adiknya bapak juga '' Melisa mengingatkan bahwa mereka ini adalah adik kakak.


''Gue tidak peduli, dengan orang seperti dia, juga Lo, kenapa Lo belain dia , Lo suka juga sama dia? hah iya,?'' tuduh Vino.


Melisa cepat menggeleng ''Maaf Pak, bukan seperti itu, hanya aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mas Aksa, ''


''Alasan saja Lo, cepat menyingkir jangan halangi saya memukul nya, agar dia tahu, kalau saya ini bukan pengecut yang hanya bisanya kepada wanita.'' Vino tak terima dengan Ucapan Aksa tadi rupanya..


''Melisa, pergilah Jangan pikiran aku, cepat Lisa pergi dari rumah ini !'' suruh Aksa dengan nafasnya tersengal. tangan nya ia menahan sakit di perut.


''Gak Mas, aku gak bisa ninggalin kamu seperti ini, aku takut kau di apa-apain lagi oleh pak Vino.'' balas Melisa dengan cemas


''Tidak apa-apa, jangan pikirin aku Lisa, cepat pergi dari rumah ini, ''


''Aku tidak bisa...'' ucap Melisa lirih


''Kenapa Lis, ayo pergi.'' Aksa meringis menahan sakit.


''Dia tidak akan pernah pergi dari rumah ku ini, karena dia sudah adalah pembantu yang punya banyak hutang kepada ku.'' ucap Vino lalu menarik tangan Melisa, dan akan membawanya masuk ke dalam rumah.


''Bang lepaskan dia,'' pinta Aksa dengan tegas.


''Jangan mimpi..''


Bugh.. Vino menendang perut Aksa, dan Aksa jatuh pingsan.


''Astaga Mas Aksa..'' pekik Melisa berteriak terkejut tak menyangka Vino akan menendang Aksa lagi sampai pingsan.


''Cepat ikut saya, kau harus di beri pelajaran.'' bentak Vino kepada Melisa dengan terus menyeret paksa Melisa untuk ikut.


Namun, belum sempat Vino pergi jauh kedalam,


tiba-tiba dari arah belakang nya, ada yang memukul punggung Vino, dengan keras sampai Vino tersungkur dan justru ia yang jatuh pingsan.


Dan rupanya orang itu adalah Aksa, Aksa tadi hanya pura-pura jatuh pingsan, agar dia bisa membalas Vino.

__ADS_1


''Ayo kita pergi ! ''


__ADS_2