
Astaga... Saat ini, Vino Tampak kacau , ia bingung dengan keadaannya saat ini, masalah satu tentang Melisa belum ia temukan. Sekarang masalah baruu muncul tanpa ia pikir sebelumnya.
Vino tengah menyenderkan tubuhnya pada Jendela kaca Atas balkon rumahnya. Vino bingung memikirkan cara bagaimana dia menemukan keberadaan Melisa,
''Sialan si Aksa, kemana sebenarnya dia pergi dan membawa pembantu itu.?'' bertanya-tanya sendiri.
Vino tampak menahan marah,
''Awas ya kau Melisa, kalau saya sudah menemukan mu. gak bakal saya buat kamu pergi lagi'' ujarnya menggebu-gebu
Tringggg ttrriinggg
Ponselnya berdering, Dengan malas Vino menatap ponselnya siapa yang menghubunginya, pikirnya.
Jenny, terpampang nama itu.
''Mau ngapain sih nih anak''
Tut, Vino memutuskan sepihak dan tak mau menjawab.
Tringgggg Dan kembali berdering..
''Astaga ****, mau ngapain ganggu orang banget '' Vino mengumpat.
[Halo Apa ?] langsung berbicara ketus
[Vin, kamu kok ujug-ujug gitu sih, bisa baik-baik gak?] balas Jenny tak terima
[Ya sorry, katakan ada apa ?] tanya Vino
[Gue cuma mau bilang, besok Lo ke rumah gue ya] ucap Jenny
[Mau ngapain ke rumah Lo ?] dengan ekspresi Bingung
[Gue lagi sakit Vin, Dan gue rindu sama Lo, Lo sih kemarin kemana Vin ?] ucap Jenny manja, memang benar jenny ini lagi sakit
__ADS_1
'So manja banget nih cewek, kaya anak kecil saja huh' batin Vino
[Halo Vin....] panggil Jenny Karena Vino hanya diam saja.
[Ya.]
'Sialan cuma ya dong ?' batin jenny juga
[Vin Lo bakal kesini kan? please Vin...gue kangen pengen ketemu, juga sepertinya gue bakal langsung sembuh deh] kata jenny setengah memaksa dan merengek , sangat membuat Vino tak suka!
[Ya.] balas Vino begitu singkat
[Benar ya, kamu kesini ya, awas kalau enggak] maksa
[HM iya jangan bawel] ketus Vino
[bukan bawel tapi....]
Tut
Tut
Tut
[Halo, Halo Vin Vinoooo]
''Oh good Vino.... gak sopan banget Lo matiin gue masih bicara..'' Jenny menjerit marah.
Dan ternyata Vino tak langsung datang, Bahkan Vino memilih untuk tidur saja, tak menghiraukan permintaan Jenny tadi,
Sampai hampir Tiga jam lamanya Vino tertidur, dan beberapa kali jenny ini menghubungi nya lagi.
Tiga jam kemudian
''Hoammhh'' Vino menguap sambil merenggangkan kedua ototnya..
''Ahh, nyenyak banget tidur gue'' katanya dengan terkekeh..
__ADS_1
''Emh,jam berapa ini?'' sambil lihat jam di ponsel, padahal jam dinding juga ada loh Vin !
''Siapa nih yang menelpon ratusan kali ?'' dengan ekspresi kaget
''Hah si Jenny, mau ngapain ?'' Vino lupa.
''Oh astaga bisa ketiduran begini, pasti si cerewet ituagi nungguin gue.. Lebih baik sebelum gue pergi gue bersihkan dulu badan gue deh'' Vino bermonolog.
Byurr byurrrrr Vino menikmati air dingin menimpa tubuhnya ini. ''Hmm segarnya!'' ucapnya sambil Vino mengeringkan rambutnya dengan handuk putih khusus untuk kepala,
Vino keluar dari kamar mandi lalu segera ia memakaikan pakaian nya dan bersiap ke rumahnya Jenny,
Sebenarnya Vino bisa saja tak jadi datang Namun dia tak mau masalah ini sampai di dengar Oma nya, Vino sedang malas berurusan dengan nenek tua itu..
Mobil Lamborghini pun meluncur juga ke kediaman keluarga Jenny Irawan Wirjawan, begitu nama lengkap calon istri Vino. Huh! mendengar nama calon istrinya, Vino serasa ingin muntah, bisa bisanya Ya dia, akan menikah dengan wanita yang tak pernah di pikiran sebelumnya, yaitu Menikahi teman satu kelasnya dulu.. sungguh ini lelucon yang hebat, pikir Vino.
Ting Tong..
Vino mulai memencet bel rumah jenny.
Bibi pun membukakan pintu , dan setelah itu mempersilahkan Vino masuk, dan katanya langsung saja menuju kamar Jenny, itu yang Jenny pesankan kepada bibi agar Vino langsung ke kamar..
''Vin, akhirnya kamu datang juga, uhukk uhuk'' ujar Jenny yang mungkin sedang sakit batuk.
Vino jadi mundur selangkah saat si Jenny ini terbatuk. 'Sial nih cewek, penyakitan kaya gini nyuruh gue kesini, mau nularin penyakit nih orang ' Vino mengumpat dalam hatinya. masih menatap Jenny yang sesekali terbatuk itu.
''Vin, kok kamu diam saja?'' kata Jenny lagi
''Lalu harus apa ?'' tanya Vino kesal
''Ya apa kek gitu, Seperti orang yang baru ketemu saat sudah lama tidak bertemu gitu Vin,'' ucap jenny
''maksudnya apa ?'' Vino bingung
Huft.
''Ya peluk pelukan dong Vin.... Ayo sini Vin peluk Aku'' jelas jenny sudah merenggangkan kedua tangannya...
__ADS_1
''Apa? memeluk orang sakit ?'' pekik Vino matanya melotot.