Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
chpt 8


__ADS_3

Saat sedang berada di kantor.. tiba-tiba Alvino mendapatkan kabar bahwa Oma kembali jatuh sakit dan kondisinya Langsung drop..


Alvino yang sangat Khawatir akan terjadi sesuatu pada Oma nya pun dia segera pergi ke rumah sakit. dimana Oma berada sekarang..


tibalah kini Alvino di rumah sakit..


Alvino segera menuju kamar rawat Oma, Alvino membuktikan pintu dan disana Sudah ada Alaksa yang menemani Oma..


''Bang, syukurlah Lo Sudah datang'' ucap Alaksa


''Gimana kondisi Oma?'' Alvino segera menanyakan kondisi Oma dengan nada cemas


''Ya seperti yang gue ceritain tadi. Oma mengalir sesak nafas dan langsung tak sadarkan diri'' jelas Alaksa lagi. Karena ya tadi yang menghubungi Alvino adalah dirinya..


''Oma, ini Vino Oma.. please bangun Oma. Jangan buat Vino Khawatir'' ucapnya sambil memegang tangan Oma dengan erat .


Hingga beberapa jam. akhirnya Oma sepertinya sudah menunjukkan kesadaran nya.


''Alvino?'' panggil nya dengan suara lemah


''Oma Sudah sadar Oma? syukurlah..ini Vino Oma. Vino datang'' ucap Alvino


Oma sangat rindu pada cucunya ini..


''Vino. Oma senang kamu mau temui Oma'' sambil tersenyum


''iya Oma. maafkan Vino mungkin yang saat-saat ini Vino jarang jenguk Oma'' dengan perasaan bersalah


''Tidak apa-apa Vin.. sekarang kamu datang saja itu sudah buat Oma senang'' Ucap Oma


''iya Oma. saat vino mendengar kabar Oma di bawa ke rumah sakit. Vino langsung kesini'' Kata Alvino


''Vin. apa Oma harus sakit dulu. agar kamu mau jenguk Oma?'' dengan tatapan sedih Oma berbicara


''Tidak Oma. Jangan bicara seperti itu, Vino tidak mau Oma Sampai sakit. Karena vino ingin melihat Oma itu baik-baik saja'' ucap vino


''Vin. Oma seperti ini itu karena memikirkan kamu Vin, tolong carilah perempuan yang baik Vin. Jangan yang pekerjaan nya seperti dia.. Oma juga ingin kamu cari lagi wanita yang lain'' Oma mengatakan yang diinginkan nya dari Alvino. ini bukan lah yang pertama Oma bicara seperti ini. sudah sering bahkan dari mereka setiap bertemu...


''Oma tolong jangan memaksa Vino.. Karena Vino ini bukan Aksa, yang mau dipaksa oleh Oma'' bantah Alvino tegas


tiba-tiba Oma kembali kejang dan dia tampak sangat kesusahan untuk bernafas lagi.. juga tiba-tiba Oma kembali jatuh pingsan


''Oma, Oma kenapa Oma? Oma bangun. maafkan Vino Oma, Vino gak bermaksud membuat Oma Seperti ini'' vino memanggil Oma dan mencari menyadarkannya lagi


''aada apa ini bang? kenapa dengan Oma?'' Alaksa yang baru datang dari luar pun segera menghampiri dan Melihat kondisi Oma


''Bang Lo apakan Oma?'' dengan membentak


''Gue gak tahu.. Tapi tiba-tiba saja Oma sesak nafas dan jatuh pingsan'' jelas Alvino tatapannya tampak kosong. jelas Alvino sangat kaget . .


''Astaga apa emangnya yang Lo katakan pada Oma? sampai dia begini lagi?''


''Ah sudahlah gue bisa tebak.. sekarang Cepat Lo panggil dokter. kenapa masih diam saja?'' kembali Alaksa memarahi kakaknya

__ADS_1


Lalu Alvino segera pergi keluar dan ia pun menanggapi dokter..


kembali di dalam kamar ruangan Oma..


''Oma, ini Aksa''


''Aksa? mana Abang kamu ?'' tanya Oma membuka matanya.


''Tuh keluar cari dokter Nathan..''


''Kamu Sudah beri kode nya pada Nathan kan Ak?'' tanya Oma


''Sudah Oma. tenang beres''


saat mendengarkan ada suara orang berjalan buru-buru Oma menutup lagi matanya. dengan posisi semula....


''Nat. tolong Oma gue.'' Ucap Alvino sangat cemas


''Kenapa lagi dengan Oma Lo?'' tanya Nathan si dokter keluarga kepercayaan Oma


''Gak tahu Tapi tiba-tiba aja Oma kaya sesak nafas dan jadi tidak sadar begini dok'' jelas Alvino


''Oh baik. tunggu sebentar biar gue cek'' Ucap Dokter Nathan


''Ok ok''


setelah dokter Nathan selesai memeriksa kondisi Oma. raut wajah dokter itu pun tampak menunjukkan ada hal serius


''Oma Lo kondisinya sangat serius Vin, mungkin umurnya juga tidak lama lagi'' kata dokter Nathan menjelaskan masih dengan raut wajah Sedih


''Gak. gak mungkin Oma gue kaya gitu. Lo kalau ngomong tuhh di jaga ya, jangan asal bicara Lo'' teriak Alvino tak terima


''Bang Lo yang tenang . kasihan Oma'' tegur Aksa yang ada disana juga


''Apa tenang Lo bilang Ak? Lo gak dengar apa yang tadi dia katakan soal Oma'' menunjuk muka Nathan. ''Dia tuh menyumpahin Oma kita Ak'' pekiknya lagi


''Sorry bro. gue gak bermakna menyumpah Oma. gue juga masih waras'' Ucap Nathan


Dan tiba-tiba Oma jadi kejang-kejang lagi.. juga nafas Oma semakin terlihat kesusahan..


''Vi-vino Alvino'' Oma memanggil Alvino


''Oma, ini vino Oma.. Vino disini . Oma harus sembuh Oma harus sehat lagi Vino janji akan selalu menemui Oma'' Ucap Alvino mendekap tangan Oma.


''Alvino dada Oma sesak Nak'' ujar Oma dengan nafas tersengal


''Oma, Oma ya tenang dan istirahat ya. Jangan banyak bicara dulu Oma''


''Tidak Vino. sepertinya umur Oma Sudah tidak akan lama lagi'' tiba-tiba Oma bilang seperti itu


''Stop Oma jangan berbicara seperti itu.. Vino ingin Oma sembuh dan sehat kembali Oma''


''Argh'' Oma memekik kesakitan

__ADS_1


''Nat Oma'' Alvino panik


saat Nathan ingin memeriksa Oma lagi, tapi Oma Menolak tegas..


''Vino'' Oma menatap Alvino sang cucu


''iya Oma.. ini Vino'' suara Alvino sudah parau ia sepertinya menangis


''Vino.. Oma tidak kuat lagi Nak, Oma Sudah tidak kuat''


''oma jangan bicara kaya gitu Vino mohon''


''Hah... hah...'' Oma sesak nafas


Nathan segera memeriksakan lagi..


''Kondisinya semakin memburuk'' Ucap dokter Nathan.


''Oma...''


''Oma bangun Oma'' panggil Aksa.


''Vino. sebelum Oma pergi kamu mau kan menuruti permintaan terakhir Oma'' ucap Oma berbicara pada Alvino


Nathan menepuk pundak Vino


vino pun menoleh dan menyuruh Alvino menyetujui permintaan Oma


''Iya baik Oma. Vino akan menuntut keinginan Oma tapi Vino ingin Oma juga sembuh''


''Oma ingin kamu segera menikah saat ini juga!, Oma ingin melihat mu menikah!. agar Oma bisa pergi dengan tenang''


''Oma...''


''Vino.. kamu sudah menyetujuinya tadi. Oma mohon lakukanlah'' Ucap Oma lagi


''Tapi Oma. dengan siapa vino menikah.. karena Ria masih di luar negeri''


''Tidak Nak. Oma tidak setuju kau Menikah dengan perempuan itu.. carilah wanita lain sebagai calon istrimu. dan bawa ke hadapan Oma secepatnya vino..'' masih tersengal-sengal nafasnya Oma


''bang. gue saranin Lo setujui permintaan Oma. takutnya benar umur Oma tidak lama lagi bang, kecuali Lo mau menyesal''


''Oma baik vino akan menikah tapi tolong ijinkan vino untuk menikah dengan perempuan yang Vino pilih dan inginkan''


''Siapa maksudmu apa Si Ria pacarmu itu?'' tanya Oma


''iya Oma. tolong kali ini saja. beri Vino kesempatan untuk membuat kalian percaya kalau Ria. itu perempuan baik dan dia kali ini pasti akan setuju Menikah dengan Vino'' ucap Alvino dengan meyakinkan orang-orang terdekat nya yang dari awal tidak suka dengan hubungan mereka.


''Ok Oma beri kesempatan itu hanya sekali. Tapi kalau pacar mu itu masih tidak mau kau ajak menikah maka segera cari perempuan lain untuk kau nikahi.. ingat Vino untuk kau Nikahi ''


ucap Oma dengan menekan kata terakhirnya..


''Baik Oma'' terpaksa Vino setuju

__ADS_1


__ADS_2