
''Kamu'' ucap seorang wanita sambil menunjuk pada Vino, ia terkejut bisa bertemu Vino disini
''Kamu'' Vino sama terkejutnya.
Lalu wanita itu tersenyum, ''Apa kau kesini untuk menemui seseorang?'' tanya wanita Tersebut yang bernama Jeny
''Ya. dan apa kau juga?'' tanya balik Vino
lantas wanita itu segera mengangguk..
''Apa kau yang disuruh orang tua mu untuk menemui seseorang ?'' memastikan
''Hm iya kau juga yang disuruh Oma mu kan?''
Vino mengangguk juga
Lalu wanita itu pun tertawa, karena sebelumnya ia tidak tahu kalau yang akan ia temui adalah Vino..
Vino dan Jeny ini pernah saling kenal. bahkan mereka dulu juga pernah satu kelas di sekolah, saat masih SMA..
juga diam-diam Jeny dulunya menyukai Vino. dan mereka itu adalah murid paling populer di sekolah dulu.. namun saat itu Vino tak menunjukkan ketertarikan nya pada Jeny si idola sekolah..
''Ayo silahkan duduk'' kata Jeny
''Oh ok thanks'' Vino pun segera menduduki kursi, berhadapan dengan Jeny.
''Aku juga gak nyangka loh. Yang ingin di kenalkan Mama itu rupanya kamu'' Ucap Jeny sangat antusias
''Ya saya juga sama, tidak menyangka. Karena Oma tidak menyebutkan namanya yang akan saya temui. eh ternyata itu kamu'' kata Vino.
''Oh ya. tapi kamu tahu kan maksud Oma dan orang tua ku dengan pertemuan kita?'' tanya Jeny
''Ya saya tahu. mereka mau mendekatkan kita berdua'' jawab Vino
Jeny tersenyum puas. .
''Vin.. kamu sekarang ini masih sendiri kan?. ya maksudku aku tidak mau. dekat dengan pacar orang'' kata Jeny sekaligus bertanya soal status Vino
''Kamu tenang saja, saya masih sendiri kok'' sahut Vino
''Oh syukurlah'' tersenyum lega
''Lalu kamu sendiri apa sama masih sendiri?''
__ADS_1
''Ah..iya masih'' jawab Jeny tampak berpikir dulu
Vino memicingkan matanya, ia menatap aneh dengan Jawaban Jeny.
Mereka pun kembali ngobrol-ngobrol kadang membicarakan tentang sekolah dulu..
Dan kini. sesuai keinginan Oma nya, Vino pun mencoba menjalani hubungan dengan Jeny. pilihan dari Oma nya..
Setelah pertemuan pertama ini selesai, kini Vino kembali kerumahnya.. tanpa mau menawarkan mengantar Jeny pulang . ia hanya pamit pergi begitu saja.
Dan itu sukses membuat Jeny sedikit kesal dengan tingkah Vino yang sangat dingin..
''Kurang apa sih gue ini Sebenarnya.. kenapa si Vino dari dulu seperti gak tertarik sama gue.. apa gue kurang menarik atau kurang seksi gitu ya
tapi perasaan pakaian gue udah ketat begini'' Jeny menggerutu sendiri, di dalam mobilnya
''Vin.. gue akan buat Lo bertekuk lutut dihadapan gue nanti. setelah kita menikah, dan gue akan buat Lo jatuh cinta sama gue'' ucapnya lalu tertawa. .
Vino pun sudah sampai di halaman rumah..
ia segera turun dari mobil, namun ia tidak melihat Melisa menyambut kepulangan nya..
Vino segera berteriak memanggil Melisa.
''Melisa, sini kamu'' teriaknya lagi saat tak ada juga Melisa datang .
''Melisa. CEPAT kesini''
BI Susi yang mendengar teriakan Vino pun pergi ke kamar Melisa.
rupanya Melisa tengah berbaring, dan memaksa selimut..
''Neng Melisa'' panggil bibi
Tapi Melisa masih memejamkan matanya.
''Neng bangun'' ucap bibi. menepuk tangan Melisa pelan
''Emh bi ada apa?'' tanya Melisa yang matanya terbangun dan suaranya cukup lemah
''Itu den Vino sudah pulang'' beritahu bibi
''Oh sudah pulang ya bi.. Tapi kenapa ya?''
__ADS_1
''Tidak tahu neng. hanya si Aden teriak-teriak manggil kamu'' Ucap bibi lagi
''Oh begitu ya Bi.. yasudah biar Melisa samperin'' dan Melisa pun mencoba untuk bangun. . walau sebenarnya kepalanya sangat pusing..
Melisa Sampai memegang kepalanya
''Neng kamu lagi sakit?'' bibi jadi cemas
''Tidak kok bi.. tadi aku lupa dan telat makan nasi jadi sedikit pusing saja'' jelas Melisa tak mau bibi khawatir. Melisa Coba tersenyum.
''Kalau kamu sakit. sudah tiduran saja, biar bibi bilang pada den Vino''
''Tidak bi jangan.. sudah ya aku gak apa-apa kok... aku samperin dulu Pak Vino'' Melisa coba berdiri
''Kamu yakin neng?''
Melisa mengangguk, dan meyakinkan bibi..
Melisa pun dengan berjalan tertatih, ia menghampiri Vino
''iya pak Vino, ada apa?'' tanya Melisa begitu ia sudah menghampirinya Vino
''Ada apa katamu?''
Melisa tak mengerti,
''i-iya kenapa pak?''
''Kenapa kenapa? apa kamu sudah lupa dengan tugas kamu. di rumah ini.?''
Melisaa menggeleng ''Aku masih ingat kok pak''
''Masih ingat ya? Lalu kenapa aku datang kamu tak menyambut ku hah?''
''Oh. Jadi maksudnya setiap Anda keluar pun aku harus menyambut ya?''
''Ya. itu harus , dah itu adalah pekerjaan mu juga tugas mu... Karena kamu tidak melakukannya, maka kamu harus di hukum''
''Apa? dihukum . tapi pak, Anda tidak menjelaskan dulu sebelumnya'' Melisa membela diri.
''Jangan membantah, dan jangan berani menjawab perintah dari saya, seperti itu'' ucap Vino tegas. ia menatap tajam pada Melisa
...----------------...
__ADS_1