Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
chp 7


__ADS_3

''Siapa yang kau maksud wanita cantik Aksa?'' ucap Alvino datang dan langsung bertanya soal itu


bibi dan Alaksa pun langsung menatap pada kedatangan Alvino..


''Bang,'' sapanya


''Om..'' Arkana langsung berlari dan meminta ingin di gendong.


Alvino itu sangat menyayangi keponakan nya dia pun langsung membawa Arkana ke gendongannya..


''Ak. siapa tadi yang kau maksud?'' tanya Alvino lagi.


''Itu bang. soal wanita di rumah ini apa benar itu pembantu baru Lo?''


''Oh dia. iya benar. dan apa kau bilang tadi. cantik? cih perempuan kaya gitu aja Lo bilang cantik'' kata Alvino dengan menggeleng tak percaya


''Ya emang bener dia cantik loh bang.. ya itu sih pendapat gue. mungkin selera Lo kan yang bule seksi itu.. tapi gitu lah'' kata Alaksa, tak meneruskan ucapannya.


''Kaya gitu apa? Lo jangan mulai deh. selera Lo tuh yang rendah''


''Ya gak apa-apa penampilan boleh biasa, tapi rasa masih ori bang'' dengan terkekeh.


''Om. papa . kenapa sih kalau bertemu itu selalu saja bertengkar''


''Iya Benar den kecil.. bibi juga merasa heran'' sahut bibi ikut bicara


''Tapi bi. Jangan sebut Ar kecil lagi. Ar sudah besar!'' bibi kena omel


''Oh iya baik maaf maaf den ya''


Alaksa dan Alvino keduanya terkekeh geli melihat tingkah Arkana..


Lalu


''Ada apa Lo kesini?'' tanya Alvino lagi.


kini mereka hanya duduk berdua, tidak ada Arkana. ia sedang bersama bibi Susi.


''Kok gitu ya pertanyaan Lo setiap gue kesini'' pura-pura protes


''Jawab saja. kenapa?'' tak mau basa-basi


''Gak ada apa-apa bang. gue hanya kesini karena si Ar itu. Yang ngajak kesini mulu mau ketemu Lo katanya'' kata Alaksa beralasan.


''Bagaimana kabar Oma?'' tanya Alvino. dia jarang menemui Oma nya karena suatu hal.


''Oma lagi sakit bang'' kini raut wajah Alaksa sedih.


''Sakit apa? sudah diperiksa dokter?'' ikut cemas. walaupun demikian Alvino sangat menghawatirkan Oma nya.


''Sudah tapi masih sama. Oma kemarin sempat tak sadarkan diri'' kata Aksa.


''Astaga Oma.. kenapa Lo gak hubungi gue'' bentak Vino.


''Lalu kalau gue kasih tahu Lo. Lo bakal Langsung datang jenguk Oma gak kan'' balik membentak Vino..


Vino diam . Lalu kembali berkata ''Ya setidaknya Lo kasih kabar lah ke gue soal kondisi nya Oma'' sahut Vino

__ADS_1


''Percuma saja lah.. Lo nya gak mau kan jenguk Oma,''


Alvino hanya mengusap wajahnya kasar.


''Gue bukan gak mau. Hanya.''


''Hanya karena wanita seksi yang Lo tunggu-tunggu itu . Lo gak mau dengerin permintaan Oma kan?'' Aksa langsung memotong ucapan Alvino kakaknya.


''Apa sih Lo. bahas itu lagi'' protes Alvino selalu tak terima . Kalau keluarganya ada yang menjelekkan Ria. pacarnya.


''Tau lah Lo selalu saja. bela wanita itu. Yang tidak jelas bagaimana dia di sana'' setelah mengatakan itu Aksa pun berlalu pergi meninggalkan Alvino sendiri..


Alaksa. pun akan menghampiri bibi yang sedang mengajak bermain anaknya. Namun belum sampai kesana. rupanya ia berpapasan lagi dengan Melisa.


''Hei kamu'' memanggil Melisa


Melisa pun menoleh ''iya mas. memanggil saya?''.menunjuk dirinya


''iya kamu kesini?'' panggilan lagi


Melisa pun menghampiri'' ada apa ya mas?''


''Saya boleh tanya sesuatu gak?''


''iya silahkan''


''Kamu kenapa mau bekerja dirumah ini. maksudku pasti Abang saya memperlakukan kamu dengan tidak baik kan?'' tiba-tiba Aksa bicara seperti itu


Melisa pun mencerna ucapan pria ini..


''Saya adiknya bang Vino''


''Oh adiknya ya''


''Kenapa kamu mau kerja disini?'' bertanya kembali


''Iya karena saya memang sedang butuh pekerjaan mas'' jawab Melisa .


''Oh gitu.. apa kamu betah kerja disini? Abang saya tidak jahat kan?''


''Saya betah kok mas''


''Ya syukurlah kalau memang kamu betah disini.. Tapi kalau semisalnya kamu sudah tidak mau kerja disini atau merasa tersakiti. kamu boleh kerja dengan saya. misalnya mengasuh anak saya'' ucap Aksa tiba-tiba seperti menawarkan pekerjaan juga. sebenarnya ada alasan untuk hal ini..


karena pernah ada dulu pembantu pengganti bi Susi. dia tampak tidak betah lama-lama kerja di rumah Alvino. Karena Alvino suka membentak seenaknya walaupun itu kesalahan yang sedikit saja..


''Bagus ya kamu. aku menggaji mu bukan untuk mengobrol ya.'' tiba-tiba Alvino datang dan langsung mengomel pada Melisa.


''Maaf PAk'' Melisa langsung menunduk


''Bang, jangan terlalu kasar lah pada perempuan''


''Jangan ikut campur. Kalau tidak mau pergi saja dari sini''


''Melisa Cepat ikut saya'' titahnya


''iya pak.. permisi mas'' Ucap Melisa, pamit pada Aksa.

__ADS_1


Lalu sekarang Melisa mengikuti Alvino ke ruangan kerjanya mungkin..


Alvino duduk di kursi yang didepannya ada meja juga laptop dan beberapa kertas mungkin dokumen penting..


''Melisa''


''iya Pak'' sahutnya


''Tolong pijat punggung saya'' ucapnya memerintah.


''Baik.'' Melisa segera memijitnya punggung Alvino..


''Saya tidak suka kamu terlalu dekat dengan adik saya'' Alvino langsung mengatakan protes nya.


''Maaf pak tapi tadi itu. mas nya yang mengajak bicara. saya tidak enak kalau tidak kalau tidak menjawab'' Melisa membela diri


''Ya kamu bisa kan. kamu langsung melakukan pekerjaan apalah itu asal kamu terlihat sibuk Dimata dia. sehingga dia tidak akan mengajak mu bicara'' Ucap Alvino lagi


''iya baik pak''


''Yasudah sekarang lanjutkan memijat punggung ku. dengan benar''


setelah itu Alvino menikmati pijatan tangan Melisa, sambil dia mengetik di laptop nya. mungkin ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan nya..


''Lis sudah'' Ucap Alvino


''Oh sudah ya pak''


''iya.kasihan kamu pasti capek dan lelah.'' kata Alvino


''oh baiklah..''


''Kenapa masih disini?''


''Apa sudah boleh pergi?''


''iya pergilah. dan segera istirahat.''


''Baik pak''


'' Mel?''


''Ya pak?''


''kamu langsung tidur. Jangan bergadang dan karena saya takut besok kamu terlambat bangunkan saya. masih ingat kan tugas kamu?''


''iya pak baik saya masih ingat. Kalau begitu saya permisi Pak''


''iya.. eh Mel tunggu''


''Ya?''


''Kamu langsung pergi ke kamar mu. dan kalau ada adik saya. jangan ladenin dia, kamu pokoknya langsung masuk ke kamar mu'' perintah nya dengan tak mau di bantah.


walau sedikit tidak mengerti. .


maksudnya Alvino bagaimana? kenapa tampak tidak suka. dia mengobrol dengan adiknya itu? Tapi Melisa menuruti dan dia pun segera berlalu pergi ke kamarnya.. dan syukurlah saat tadi Melisa tidak bertemu lagi dengan adik majikannya itu..

__ADS_1


__ADS_2