Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
30


__ADS_3

Keadaan Vino masih anteng, alias dia masih belum dasarkan diri juga .


Bibi sangat cemas akan hal itu,


Bibi teringat dengan Aksa, lalu bibi mencari ponselnya, dan segera menghubungi Aksa,


Nomor telepon yang Anda tuju sedang tidak aktif . .


Namun beberapa kali bibi melakukan panggilan, hanya suara operator yang terdengar,


''Ya ampun den,, ini gimana ? disaat seperti ini nomor nya Aden malah tidak bisa di hubungi '' bibi mulai khawatir .


bibi sekali lagi mencoba menelepon, tapi tetap saja hasilnya masih sama,


bibi sampai kelelahan .


''Baiklah, biar besok saja bibi beritahu nya, setelah nomornya aktif.'' Ucap bibi berbicara sendiri,


bibi ikut tidur di kamar Vino, di sofa yang ada di ruangan itu .


Takutnya nanti tengah malam, Vino terbangun dan , jadi bibi ikut menemani .


Namun Bibi tidak tahu saja bahwa yang sebenarnya itu adalah Aksa lah pelakunya,


Aksa yang membawa Melisa pergi, Aksa yang membuat Vino jatuh pingsan .


Di suatu tempat,


Kini, Melisa sudah di bawa oleh Aksa ke apartemen Aksa,


Pengasuh anaknya tampak keheranan saat membuka pintu apartemen, Tiba-tiba tuan nya membawa seorang wanita muda .

__ADS_1


''Lisa, kamu tunggu dulu disini, aku ambilkan minum ya.'' ujar Aksa kepada Melisa .


Melisa hanya mengangguk ,


Melisa menatap pada seorang wanita yang tadi membukakan pintu ,


Wanita itu tengah berdiri menatapnya, namun seperti ada yang aneh dengan tatapan wanita itu, seolah ada kebencian di matanya .


Melisa tidak paham dengan tatapan nya,


Melisa coba tersenyum sambil mengangguk, tanda ia menghormati wanita yang lebih tua darinya itu .


Bukan nya membalas, wanita itu justru mendelik padanya dan langsung berlalu meninggalkan Melisa memasuki kamar mungkin, dan kakinya seperti sengaja ia hentakkan .


Melisa semakin tidak mengerti ada apa dengan dia itu? pikir Melisa .


''Ini Lisa, minumlah'' ujar Aksa setelah datang lagi dengan membawa dua minuman . dan memberikan nya satu untuk Melisa .


Melisa pun mengambil nya, ''Terima kasih mas.'' Ucap Melisa pelan .


''Tapi mas, sebenarnya di sana juga aku tidak ada masalah mas.'' Melisa coba tidak menjelekkan Vino . itu ia lakukan semata-mata agar dua saudara ini tidak lagi berdebat hanya karena dirinya .


''Kamu jangan bohong Lisa, aku tahu belum gimana Abang ku, dia itu tempramen, dia tidak mau di kasih tau, dia syka seenaknya saja.'' kata Aksa .


Melisa menatap Aksa dengan mata semakin melebar,


Rupanya, sikap Vino, sudah di ketahui oleh adiknya juga, apa Aksa tahu tentang dirinya yang pernah di sekap di gudang itu, ah taoi sepertinya dia tidak tahu .


''Tidak kok mas, sama aku tidak seperti itu,'' ucap Melisa . karena bagaimanapun Vino sudah sangat banyak membantu nya, walaupun sikapnya memang suka semaunya .


''Apa benar seperti itu? ''

__ADS_1


Melisa Cepat mengangguk kan kepala .


''Tapi aku sama sekali tidak percaya'' lanjut Aksa lagi .


Melisa terkesiap, sebenarnya ada kejadian apa pada Vino, pada siapa lagi Vino memiliki sikap kejam itu , apa pada Aksa juga? sungguh Melisa sangat penasaran .


''Em mas, maaf , tapi sebenarnya apakah ada kejadian sesuatu pada pak Vino sebelumnya, maaf aku tanya ini, karena tadi mas Aksa bilang tidak percaya?''


akhirnya Melisa bertanya juga .


Aksa menatap sekilas pada Melisa, lalu dia menatap kedepan lagi dengan serius .


''Abang saya itu dulu pernah punya seorang pembantu juga, dia seumuran dengan saya, dan saat itu mungkin Abang suka pada wanita itu, tapi Abang orangnya keras kepala, arogan, suka semau nya , Abang itu tidak mau di bantah orangnya, sangat mirip sekali dengan sikap Oma,'' Aksa sengaja menjeda perkataan nya dulu .


''Lalu setelah itu mas, apa yang terjadi?''


''abang semakin gencar mendekati wanita itu, tapi sayang wanita itu tidak menyukai sikapnya Abang yang seenaknya, yang se maunya, Abang terlalu mengekang nya, sampai Akhirnya....''


''Akhirnya apa mas?''


''Akhirnya wanita itu pergi, ''


''Pergi kemana?''


''Pergi bersama pria yang di pilihnya, dan kembali ke kota asalnya, saat itu Abang sangat marah, rupanya wanita itu lebih memilih pria yang miskin menurut Abang, Abang sangat marah sangat terhina, tapi setelah Oma menyadarkan Abang , Abang mulai ikhlas, namun Abang berpesan pada wanita itu, jangan pernah lagi menunjukkan wajahnya di hadapan Abang untuk saat itu dan untuk kedepannya.'' lanjut Aksa menceritakan


Melisa sangat serius mendengarkan yang di beritahu Aksa akan dulu yang di alami Vino,


''Jadi aku harap untuk saat ini, kamu bersama ku dulu, aku tidak mau hak itu terulang kepada mu juga.'' ucap Aksa lagi .


Melisa mengerjap mata beberapa kali, lalu menatap Aksa, dan dalam hati Melisa berkata. *tapi kan pak Vino tidak mungkin menyukai ku, kenapa ini seperti di samakan dengan kejadian dulu, Aku semakin tidak mengerti .

__ADS_1


Disini*


Melisa masih terlalu lugu, Melisa belum tahu dengan sikap pria yang menyukaimu atau yang tidak . secara Melisa belum pernah berpacaran . .


__ADS_2