Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
32


__ADS_3

Vino belum juga pergi ke tempat Aksa adiknya untuk melihat keberadaan Melisa apa benar di bawa kesana,


Vino keadaan nya ini semakin memburuk, badannya makin kesakitan, jadi Vino ingin menyembuhkan dulu kondisinya, baru setelah itu dia akan langsung membawa Melisa kembali.


Di tempat yang berbeda..


''Lisa, kau bisa buat kopi tidak ?'' tanya Aksa kepada Melisa.


Melisa menatap Aksa lalu mengangguk ''iya bisa mas '' jawabnya


''Baguslah, bisa kau buatkan untukku ?'' kata Aksa.


''Bisa mas, tunggu ya, aku buatkan.'' Ucap Melisa


Aksa mengangguk dan tersenyum.


Namun rupanya , Bella mendengar perintah yang di katakan Aksa kepada Melisa,


buru-buru Bella mengikuti Melisa ke dapur,


''Khmm'' Bella berdehem


Melisa langsung menengok pada suara orang berdehem, ''Mbak.'' angguk Melisa sopan, menyapa Bella


''kau sedang berbuat apa?'' tanya Bella menghampiri.

__ADS_1


''Ini Mbak, tadi mas Aksa meminta ku buatkan kopi'' jawab Melisa.


Cukup terkejut Bella , mendengar wanita ini memanggil Aksa dengan sebutan Mas. ada hubungan apa di antara mereka? pikir Bella, Bella jadi ingin tahu .


''Oh ya siapa nama mu?'' tanya Bella basa-basi.


''Aku Melisa Mbak.'' jawabnya


''Ohh..kau ini siapa pak Aksa?'' kembali tanyanya


''aku...'' jujur Melisa Bingung harus jawab apa, karena dia bukan siapa-siapa Aksa juga Aksa bukan majikannya.


''kenapa diam?'' kata Bella membuyarkan pikiran Melisa tadi


''Em, itu Mbak, aku, pembantu nya kakak nya mas Aksa'' jawab Melisa menjelaskan.


Bella ini sangat banyak bertanya, sampai menunda pekerjaan Melisa yang akan membuatkan kopi untuk Aksa.


Melisa juga cukup kaget, karena rupanya wanita ini, bisa tahu pada Vino juga, pikir Melisa


''Kenapa kau disini? apa mau di pecat?'' tanyanya sangat ingin tahu.


''Tidak kok, hanya itu, kemarin mas Aksa lagi ada yang mau dia bahas dengan aku, juga pak Vino sedang keluar negeri, jadi pak Vino menyuruh ku untuk kesini beberapa hari.'' tentu Melisa hanya beralasan saja.


''Memang apa yang mau kau bahas dengan pak Aksa?'' tanya Bella sungguh sangat kepo sekali jadi orang.

__ADS_1


''Maaf mbak, ini sangat rahasia, aku tidak di bolehkan memberi tahu pada siapa pun'' jawab Melisa tegas.


Wajah Bella langsung memerah menahan marah dengan jawaban Melisa. Sialan wanita ini, so soan, pakai rahasiaan segala, tapi aku seperti tidak percaya dengan Ucapan wanita ini. akan ku selidiki semuanya, heh.. dalam batinnya Bella kesal pada Jawaban Melisa.


Lalu, Melisa pun tak meladeni Bella lagi, dia pun mulai mencari letak kopi dan gula nya, setelah sudah ketemu, Melisa pun mulai memasukan satu sendok kopi dan dua sendok gula kedalam gelas.


Bella masih berdiri di sana, masih melihat Melisa yang tengah memasukkan gula dan kopi.


Tiba-tiba, senyum miring terbit di bibirnya Bella,


''Gue punya ide.''


''Hei, Melisa'' memanggil Melisa.


Melisa yang akan menyeduh kopi dengan Air panas, langsung tertunda saat kembali Bella memanggilnya, dan rupanya Bella masih di sana.


''Ya Mbak?'' sahut Melisa menoleh


''Mel, kau bisa ambilkan lap pel gak?''


''Untuk apa mbak?''


''Ini Mel, aku gak sengaja numpahin Air, tolong ya Mel'' pinta Bella dengan memelas.


pada dasarnya, Melisa ini memang polos, jadi dia pun langsung berlalu pergi,dan mengambilkan lap pel, yang di pinta Bella.

__ADS_1


Saat Melisa sudah pergi, buru-buru si Bella ini mendekati pada gelas yang berisi kopi untuk Aksa, dan tanpa pikir panjang, rupanya Bella memasukkan sesuatu pada minuman itu...


''Biar tahu rasa dia, biar di benci oleh pak Aksa, hahahaa'' sambil tertawa jahat .


__ADS_2