Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
19


__ADS_3

Melisa terdiam sejenak..


ia tak langsung menjawab penawaran dari Vino. .


''Bagaimana apa kau setuju Melisa ?'' tanya Vino kembali


''Kesempatan ini gak akan datang dua kali Melisa.. saya yang sudah berbaik hati untuk memberikan mu uang . dan untuk besoknya ini tidak lah berlaku lagi '' ujar Vino melanjutkan


Melisa menutup matanya sebentar, ia pun coba berpikir


HM, haruskan ia menerima tawaran majikannya ini.. tapi entahlah ia sedikit ragu. namun saat mengingat kakak dan ibunya.. ia sadar bahwa ia memang membutuhkan uang itu.


''pak'' Melisa menatap Vino dan memanggilnya


''ya?''


''tadi kata bapak. saya bayar nya tidak pakai uang lagi ya? itu kenapa pak?'' tanya Melisa hm..ia harus tahu dulu apa yang di maksud Vino


Vino tersenyum..


''Ya benar.. nanti kamu tidak perlu membayar lagi dengan uang.. hanya nanti apabila saya membutuhkan bantuan maka kamu harus bersedia melakukannya. bagaimana Melisa ?''


''hm maaf pak. memang apa ya yang bapak butuhkan dari saya..saya kan tak punya apa-apa ?'' nah sebenarnya ini yang ingin Melisa tanyakan dari tadi.


Vino menatap lama wajah Melisa dan ia pun berkata


''Untuk saat ini saya belum tahu apa itu.. tapi mungkin untuk besok atau suatu hari nanti saya butuh bantuan dari mu.. maka kau harus mau sebagai ganti dari uang yang ku pinjamkan ini'' jelas Vino


Melisa merasa aneh, kenapa dia belum tahu. pikirnya


Melisa menghela nafas panjang lebih dulu..


''ya baiklah aku setuju '' ucap Melisa


''tapi kau tidak merasa terpaksa kan? ya maksudku aku tidak mau disebut memaksa''


''ya tidak..aku tidak merasa di paksa pak '' jawab Melisa


Vino tersenyum lebar


''baiklah.. kau butuh uang nya berapa ?'' kini Vino menanyakan uang yang Melisa butuhkan


''Empat puluh lima juta '' ucap Melisa mengatakan nilai uang yang di butuhkan nya.


cukup terkejut juga Vino mendengar yang Melisa sebutkan..


''kalau saya boleh tau.. untuk apa uang itu?'' tanya Vino masih menatap Melisa


''untuk pengobatan saudara saya.'' jawab Melisa dengan menunduk sedih


''memang saudara mu sakit apa?''


''kakak saya sakit kanker otak'' jelas Melisa lagi mengatakan.


Vino manggut-manggut...


''hm baiklah,, nanti saya berikan saja kamu sore ini.. apa kamu akan memberikan nya langsung pada saudara mu itu? atau bagaimana?''


''saya mau minta izin pak Untuk pulang kampung dulu. untuk memberikan nya langsung kepada ibu saya, karena kebetulan disana jauh dari tempat mengambil uang'' jelas Melisa


''Oh baiklah.... saya ikut kamu pulang kampung'' tiba-tiba ucap Vino tanpa pikir panjang dulu


''A-apa?'' Melisa kaget


''ya! kenapa . apa tidak boleh?''


''Em. bukan seperti itu hanya....''


''Sudah diam lah. terserah saya, saya yang mau kok'' kekeh Vino tak ingin di Bantah.


''ya baiklah.. terserah Anda'' sahut Melisa.



Melisa melihat Vino keluar dengan membawa motor nya..


lalu hanya Lima belas menit, motor Vino sudah kembali..


sesuai pekerjaannya Melisa segera menyambut kedatangan Vino. takut-takut nanti dia Kena hukum lagi..


Vino berjalan menuju pintu rumah, ia menatap heran pada Melisa yang sedang berdiri di depan pintu..


"Sedang apa kamu?" tanya Vino

__ADS_1


"hah apa?"


"iya sedang apa di depan pintu.. menghalangi jalan ku saja, awas!" suruh nya dengan cetus . dan menyingkirkan badan Melisa


Melisa terbengong melihatnya..


apa maksudnya sih..


kemarin aku tak menyambut salah,


sekarang aku sambut dia dengan tepat waktu salah juga.. oh sialan.." Melisa mengomel dengan berbicara sendiri...


"Melisa...." Vino memanggil


"HM ada apa ?" Melisa menyahut dengan suara tak semangat


"kenapa dengan suaramu itu ?"


"Ha? oh tidak apa-apa pak" kini suaranya sudah seperti biasa.


Ck..... Vino tak mengerti dengan perubahan wanita ini.. lalu ia Tiba-tiba mengulurkan kertas amplop coklat kepada Melisa


"nih ambillah " ucapnya


"apa ini pak ?"


""ya uang.. yang kau pinjam dari ku, cepat ambil"


"oh uang.. baiklah " Melisa pun mengambil amplop coklat tersebut.


"terima kasih ya pak sudah mau meminjamkan uang ini kepada aku" ujar Melisa


"iya" angguk nya "tapi ingat itu tidak lah gratis" lanjutnya lagi mengingatkan


"iya pak saya ingat kok'' balas Melisa.



Besoknya


Vino pun ikut pergi ke kampung nya Melisa, entahlah ini seperti bukan dirinya..


karena dia yang dulu mana mau pergi ke tempat yang seperti ini. yang ada dulu dia justru perginya ke tempat hiburan seperti ke luar negeri.


diperjalanan menuju kampung Melisa


"oh ****.. bisa-bisa ini mobilku mogok " mengeluh lagi


"hei Melisa, bisa tidak kamu punya rumah itu jangan yang jauh dan kotor seperti ini?" sambil menatap Melisa


Hah... sudah berkali-kali Melisa menghela nafas lelah.. dan ia ikut kesal juga telinganya sudah sangat kesaksian mendengar ocehan lelaki ini,


"hei pak. Anda jangan salahkan saya ataupun jalanan ini.. tapi salahkan saja anda yang kenapa mau ikut segala ke kampung saya.. saya tidak merasa mengajak bapak deh.. lalu kenapa bapak ini sekarang protes. sudah tahu namanya juga kampung. ya pasti begini jalanan nya!" entah sadar atau tidak, Melisa berani menjawab ocehan Vino


Drrrrt..


Vino langsung menghentikan laju kendaraannya..ia menatap pada Melisa


Melisa melongo di buatnya.


apakah Vino marah?


Melisa dengan gerakan sangat pelan ia memutar kepalanya menghadap Vino.. ia ingin lihat reaksinya Vino,


"pak...." panggil Melisa sangat pelan


sedangkan Vino kini tengah menatapnya ah ralat sepertinya Vino menatap bibir Melisa!


"pak.." panggil Melisa lagi


"stop" Vino menahan bibiir Melisa dengan tangannya agar tak bersuara lagi


"Emmh" dengan penuh pertanyaan


"Mel, kamu tadi kenapa bicara sangat panjang.. dan dan bibir kamu itu kenapa terasa manis ?" tiba-tiba ucap Vino


"Apa? dasar cabut" Melisa ingin memukul Vino


tapi Vino segera mencegah dengan menahan tangan Melisa ini,


"kenapa kau marah ?"


"kenapa aku marah ? lalu apa yang bapak pikirkan.. kenapa bapak tadi bilang seperti itu ?"

__ADS_1


Vino langsung mengernyit tak mengerti


"apa maksudmu?"


"Hah.. sudahlah lupakan, aku lelah berdebat pak" Melisa menyenderkan tubuhnya dan ia menatap ke luar jendela mobil.


"aneh sekali kamu" ucap Vino pelan


Yak.. tapi lebih aneh lagi dirimu dasar pria cabul.. dalam hati Melisa mengoceh



kini sudah sampai lah mereka di pekarangan rumah ibu Melisa,


Melisa lebih dulu keluar dari mobil majikannya. dan menunggu Vino juga keluar. namun Vino rupanya masih belum juga membuka pintu mobil..


di dalam, Vino sedang meneliti rumah yang begitu sangat kecil ini.. bahkan ia pikir ini sudah tidak layak di tempati..


Sebenarnya apa yang gue pikirkan kemarin, kenapa gue harus mau jauh-jauh datang ke tempat Kumu Seperti ini"


"pak.. pak" Melisa memanggilnya sambil menggedor-gedor pintu mobil


seakan tersadar, Vino pun membuka pintu mobil. dan ia mulai keluar.


"pak ayo'' ajak Melisa begitu Vino sudah keluar dari mobilnya itu


"Hmm..." Vino tampak ragu


"ayo.. atau aku tinggal nih"


"ya baiklah ayo, cerewet sekali kamu!" kata Vino mendelik ke arah Melisa.


"yasudah"


lantas mereka pun mulai masuk,


"Assalamualaikum ibu..ini Mel pulang" Melisa memanggil ibunya dan mengetuk pintu


ceklek pintu terbuka.. dan keluarlah seorang wanita paruh baya.


"waalaikum salam, Melisa. nak. kamu pulang? bagaimana kabar mu nak?" ibunya segera memeluk tubuh Melisa.. dan melepaskan rass rindu mereka!


"iya..Bu Mel baik Bu, gimana kabar ibu juga?"


" ibu juga baik nak.."


"maaf ya Bu Mel baru bisa pulang"


"iya tidak apa-apa nak . asal kamu sehat ibu sudah senang"


lalu pelukan mereka terlepas,


ibu menatap Vino..


"HM ini siapa nak? " sambil menunjuk ke arah Vino


"ini bos Mel bu" jawab Melisa


"oh bos kamu Mel. yasudah ayo silahkan masuk" ajak ibu


"iya Bu.. mari pak masuk'' ajak Melisa pada Vino


"HM.."


ibu Melisa mempersilahkan mereka masuk, Melisa pun segera duduk di bawah lantai. karena sebenarnya di rumahnya tak ada kursi untuk duduk .


Vino menghela nafas.. haruskan ia juga ikut duduk di bawah seperti itu?


"pak ayo silahkan duduk"


Vino sekarang ikut duduk..


walaupun ia merasa tak nyaman.


"maaf ya pak, kalau di rumah ibu tidak ada kursi nya'' ucap Melisa tak enak.


"ya tak apa" kata Vino



Di tempat lain.. seseorang wanita tiba-tiba datang ke rumah Vino..


namun ia terkejut karena rupanya Vino tak ada di rumahnya..

__ADS_1


dan juga orang itu. tak menemukan keberadaan Melisa, sesuai yang di ceritakan Arkana..


hmmm siapakah dia??


__ADS_2