
Alvino mondar mandir di kamarnya dia tampak kesal bercampur bingung.. karena pasalnya sang pacar yaitu Ria, nomornya sangat susah di hubungi
''Sial Sial sial... disaat seperti ini nomor Lo pakai gak aktif segala sih Ri'' Vino berteriak marah-marah.
ia mencoba menghubungi nomor Ria lagi
''Ayo angkat sialan'' Vino memekik sangat kencang ia membanting semua barang di kamarnya.
Melisa yang kebetulan sedang berjalan di depan kamar Vino tampak kaget saat mendengar suara keributan di dalam kamar itu
''astaga ada apa didalam kenapa ya'' ucap Melisa pelan bertanya-tanya
''Sedang apa sih dia. kenapa kebiasaan banget disaat lagi mendesak nomornya selalu susah di hubungi'' Vino mengomel bahkan mengumpat sambil terus menghubungi Ria.
Ditambah tiba-tiba ada yang menghubungi Alvino yaitu dari Alaksa
[Apa?] Alvino langsung bicara dengan keras
[Astaga Kenapa marah-marah sih bang.] sampai menjauhkan ponselnya
[Kenapa Lo telpon gue?]
[Ini Oma nanyain Lo]
[Apa lagi dengan Oma?]
[Oma mau menagih janji Lo]
[Hah . gue lagi pusing , tapi Oma masih kukuh saja]
__ADS_1
[Pusing Kenapa lo? si Ria gak mau Lo kawinin?''
[Bukan . Hanya nomornya masih susah gue hubungi]
[Itu pertanda bang]
[Pertanda apa maksud Lo?]
[Itu tandanya dia sudah Menolak Lo. secara gan langsung, si Ria gak mau Lo nikahin bang. udahlah cari yang lain bang]
[Gak. gue gak bakal nyerah sebelum siRia yang Menolak langsung]
[Oh yasudah kalau Lo kukuh kaya gitu.. selamat berjuang untuk mendapatkan hasil yang zonk]
Tut panggilan Alaksa putus
''Sialan ya. punya adik satu nyumpahin gue kaya gitu'' Alvino tambah kesal .
akhirnya Ria nomornya dapat dihubungi.. dan Alvino mengatakan keinginan nya. Tapi sayangnya Ria tampak Menolak tegas bahwa Ria masih memenuhi keinginan Alvino . dengan alasan masih memiliki kontrak kerja. .
Alvino merasa sakit hati.. dia merasa telah di tolak oleh kekasihnya sendiri,
Oma Sudah mendengar kabar bahwa Ria pacarnya Alvino Menolak Menikah dengan Cucunya.. Oma pun tersenyum senang, karena akhirnya rencananya berjalan,
Karena sebenarnya Oma Sudah mempunyai seseorang yang ingin dia kenalkan pada cucunya. Hanya Alvino yang selalu Menolak tegas dan tetap kukuh mempertahankan Ria. . Yang sudah di pacarinya selama Dua tahun ini.
[Aksa, beritahu Abang mu untuk datang ke rumah sakit sekarang juga] Isi pesan yang Oma kirim
[Ok Oma] balas Aksa
__ADS_1
Besoknya lagi Vino datang menjenguk Oma..
vino membuktikan pintu kamar rawat Oma..
''Oma'' panggilnya lalu menghampiri
''Vin. kamu datang, sini Nak''
''iya Oma. gimana keadaan Oma Sudah baik kan?'' tanya vino lalu duduk di kursi dekat Oma
''iya vino Oma Sudah baik kok. hanya Oma akan segera pulang kalau sudah mendengar kabar baik dari kamu'' ucap Oma
''Oma maafkan Vino. Tapi vino gagal membujuk Ria'' Ucap Alvino depan wajah sedih
Bahkan Oma tahu bukan kali ini saja bukan pacar mu itu Menolak menikah denganmu. kata hati Oma, menatap sedih pada cucunya
Oma mengusap kepala dan tangan Alvino. ''Sudah jangan sedih. jagoan Oma ini tidak boleh menyerah dan putus asa hanya karena satu wanita saja.. perempuan masih banyak yang mau sama kamu. sayang'' ucap Oma memberi semangat
''iya Oma''
mencoba tersenyum.
''Sudah tidak apa-apa. Kalau wanita itu memang tidak ingin hidup dengan mu.. oh ya Oma punya kenalan dan Oma ingin kamu kenal juga dengan anaknya'' tiba-tiba Oma bicara seperti itu
''Oma'' Alvino segera menunjuk kan wajah tak terima nya.
''Vino. kali ini kamu tidak bisa membantah. kecuali kamu mau hidup dalam penyesalan karena Melihat Oma yang cepat mati'' ucap Oma tegas .
''Oma kenapa bicara seperti itu.. vino yakin Oma akan berumur panjang''
__ADS_1
''Ya. mungkin itu benar. Tapi kalau punya cucu kaya kamu ini. Oma itu akan cepat mati Vino. Karena Oma ini sayang padamu. Oma ingin kau ada yang mengurus. nak dengar Oma SEPERTI ini karena sangat peduli padamu. maka cobalah menjalani hubungan dekat anak teman Oma''