Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
13


__ADS_3

''Bang mana cewek yang kemarin yang di bilang pembantu itu?'' tanya Aksa


Vino langsung menatap Aksa dengan tatapan yang sulit diartikan. seolah ia tak suka Aksa menanyakan Melisa..


Aksa pun tampak keheranan, Melihat reaksi Abang nya.. bukannya menjawab tapi malah mendelik padanya . .


''Bang'' panggil Aksa lagi


''Gak ada , dia sudah gue pecat'' ujar Vino. suaranya berubah dingin


''Yahh kok.lo pecat sih bang'' mendadak Aksa seperti lesu


''Ya terserah gue dong. toh dia kerja nya tidak becus'' kata Vino.


''Hm bang harusnya Lo bilang dulu ke gue'' kata Aksa


''Ngapain gue harus laporan dulu sama Lo. dia kerja gue yang gaji bukan Lo'' dengan bersungut-sungut Vino berucap.


''Iya itu benar. Tapi maksud gue tuh. Lo bilang dulu kalau mau pecat dia, atau Lo pindahin dia ke rumah gue''


Vino semakin menatap tak suka,


''Lo butuh pembantu juga gitu?'' tanya Vino heran dan tentu penasaran.


''Bukan gue jadiin pembantu sih bang'' sambil senyum-senyum


vino semakin waspada ''Lalu?'' tanyanya


''Ya mau gue jadiin Baby sister untuk Arka'' jelas Aksa.


Lalu Vino berpikir ke yang macam-macam dalam benak hati nya. Awalnya Melisa dijadikan pengasuh lalu diam-diam si Aksa deketin Melisa. enak saja tidak akan pernah gue biarkan. Kata batinnya berbicara.


''Ooi bang'' Aksa berteriak mengagetkan Arka dan membuyarkan lamunan Vino


''Papa. kenapa berteriak sih. sakit kuping Ar'' keluh anaknya.


Aksa hanya cengengesan ''lupa sayang'' mengusap kepala Arka.


''Lo telat Bro.. dia sudah pergi'' kata Vino


''Dia pergi nya kemana bang? Lo pasti tahu kan?'' sangat penasaran rupanya adiknya itu. pikir Vino


vino tersenyum miring, ''Dia sudah pergi ke kampung nya pasti''. kata vino


''Tapi Lo pasti tahu ya kan alamat kampung dia?'' kukuh Aksa .


Sial nih dia ngebet banget kayaknya pengen ketemu di Melisa, apa bagusnya sih tuh cewek. sampai adik gue kaya gitu pengen ketemu . Hati Vino terus berbicara


''Bang''


Vino menggeleng ''Sorry gue gak tau. dia gak sebutin'' kata vino.


semakin terlihat lesu saja si Aksa, mendengar Vino tak tahu alamat kampung nya Melisa..


Sudah seharian ini Aksa dan Arka berada di rumah nya Vino..

__ADS_1


saat Aksa sedang memandikan anaknya di kamar mandi atas,


buru-buru Vino pergi ke gudang. dimana ia masih menghukum Melisa,


Krek..


Vino membuka pintu gudang itu yang sangat gelap. Karena tak ada lampu yang terpasang, vino Melihat Melisa sedang meringkuk di bawah sana,


vino tersenyum miring, ''katanya takut tikus. Tapi lihat dia sekarang tertidur dengan pulas'' ucap Vino berbicara sendiri.


lantas Vino pun berjalan menghampiri Melisa, tentunya setelah ia menutup pintu kembali..


''Hei bangun'' titah nya dengan menggoyangkan kaki Melisa


''Emmh'' Melisa melenguh saat merasakan ada yang menggoyangkan kakinya.


Melisa Melihat di depan seperti ada orang..


segera Melisa mencoba duduk dan ia langsung memegang kaki orang itu..


''Tolong pak mas, atau siapapun tolong keluarkan aku dari sini. aku takut'' Ucap Melisa dengan memohon suaranya tampak gemetar.


Vino menyingkirkan tangan Melisa di kakinya, ia pun berjongkok . dan Vino memegang rahang Melisa,


''Apa sih bagusnya kamu. sampai adikku sepertinya sangat ingin bertemu dengan mu?'' kata Vino masih memegang rahang nya Melisa


Melisa hanya diam karena ia tidak mengerti..


''Jawwab. apa yang kau berikan pads adikku Sampai dia seperti menginginkan mu?'' desak Vino


''Ma-aaf pak sa-saya tidak mengerti maksud anda'' ucap Melisa sedikit tak jelas karena akibat tangan Vino.


Melisa semakin tidak mengerti saja apa maksudnya pria ini?


ia pun hanya memilih diam..


Tapi tiba-tiba dia berkata, ''Pak saya mau berhenti kerja di rumah ini'' Ucap Melisa dengan memberanikan diri.


Vino terkejut dia membulatkan matanya dan menatap dengan tajam, Vino jadi kepikiran dengan keinginan adiknya yang tadi.


''Oh bagus apa kalian sudah membuat janji. kau keluar dari kamar ku. Lalu kau bekerja di rumah adik ku?'' tuduh vino semakin menekan dagu Melisa


Melisa meringis ia mencoba melepaskan tangan vino yang menyakitinya..


''tolong lep-paskan pak'' pinta Melisa.


bukannya melepaskan justru kini Vino membekap mulut Melisa dengan lakban..


Vino tersenyum puas karena sekarang Melisa tak akan bisa berteriak minta tolong. dan sudah pasti Aksa tak bisa mendengar suara Melisa yang sebenarnya masih berada di rumahnya..


''Menurutlah padaku. maka kau akan ku bebaskan dari gudang ini. dan untuk tadi yang kau bilang. kau ingin berhenti bekerja di rumah ku. itu tidak akan terjadi karena belum saat nya kau pergi..'' puk puk . Vino menepuk pipi Melisa beberapa kali, mungkin agar Melisa mendengarkan ucapannya dengan serius karena ia tak pernah main-main..


Vino kembali menutup pintu gudang. dan meninggalkan Melisa yang sudah tak bisa mengeluarkan suaranya lagi...


Aksa pun beberapa hari ini ia menginap di rumah Abang nya. Karena ia pikir mungkin Vino berbohong mengatakan Melisa sudah dipecat.

__ADS_1


Tapi sampai beberapa hari, Aksa memang tak melihat lagi Melisa. dan mungkin saja Benar Abang nya sudah memecah wanita itu.


hingga akhirnya, Aksa pun pulang. Karena kebetulan juga dia ada pekerjaan di kantornya. Yang mengharuskan dia untuk hadir . .


Ah akhirnya Vino bisa bernafas lega. Karena adiknya sudah pergi juga..


Sudah tiga hari itu juga Melisa ia kurung. .


Lalu sekarang Vino akan menghentikan hukuman untuk Melisa.


ia pun menyuruh bibi ''Bi tolong bawa wanita itu ke kamarnya''


''Den. Jadi Melisa Sudah tidak kena hukum lagi?'' tanya bibi tentu bibi senang


''Ya.'' ujar vino


''Syukurlah'' bibi pun buru-buru pergi untuk membawa Melisa dari gudang yang gelap itu.


ceklek pintu bibi buka.


Namun sepertinya tak ada suara pergerakan dari Melisa.


bibi merasa cemas pun segera menghampiri.


''Neng Melisa, bangun neng'' Ucap bibi. menepuk bahu Melisa pelan


Tapi nyatanya Melisa tak merespon


''Neng ayo bangun. kita pergi ke kamar ayo'' ajak bibi lagi


Karena Melisa hanya diam bibi coba meraba kening dan leher Melisa .


''Aduh neng Sepertinya kamu demam lagi. ini sangat panas tubuhmu'' ucap bibi sangat cemas


dan ternyata sekarang Melisa ini jatuh pingsan.


buru-buru bibi memberitahu kepada Vino.


''Maaf den itu''


''Kenapa bi?''


''Neng Melisa nya deman dan ia jatuh pingsan '' jelas bibi memberi tahu.


''Lalu?''


'hah bibi mengeluarkan nafas panjang.


''Maaf den tapi bisakah Aden. membawanya ke kamarnya. bibi tidak kuat membopong tubuhnya'' jelas bibi


''Bi..'' Vino ingin protes


''Maaf den tolong lah sekali ini.. ini demi nyawa seseorang''


''Hah baiklah'' vino pun beranjak dan ia segera pergi ke gudang.

__ADS_1


sesampainya di sana, Vino berjongkok lalu dia meraba dulu kening Melisa yang memang sepertinya ia mengalami demam.


dengan satu tarikan Melisa sudah berada di gendongan vino. lantas Vino pun Membawa Melisa ke kamar pembantu. dan menyuruh bibi untuk menghubungi dokter. agar Melisa segera di periksa dan tentu agar cepat sembuh,


__ADS_2