Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
Tolong kembali lah..


__ADS_3

Hawa panas sudah menjalar di seluruh tubuh Vino juga nafsu nya kini telah memuncak memang itu yang di inginkan Vino.


Vino sengaja meminum obat sesuatu agar dirinya tidak sadar dengan yang akan dia lakukan beberapa menit lagi dengan seorang wanita,


Vino masih diam karena dia masih sedikit sadar namun bayangan wajah seseorang semakin menari-nari di kepalanya juga di hadapannya.


''Ohh Melisa, kenapa kau nampak cantik dan sexy.'' ucapnya pelan


Vino pun beranjak dengan membawa tubuhnya yang sudah sangat panas bukan karena di kamarnya ini tidak terpasang AC tapi ini panas karena rangsangan dari obat sialan yang begitu luar biasa.


Vino terus melangkah kan kakinya menuju ranjang miliknya di sana sudah ada Melisa yang tengah tersenyum begitu manis padanya.


''Vin...'' panggil Melisa begitu merdu terdengar di telinga Vino


''Aku rindu padamu..'' ucap Vino mengusap pipi Melisa wanita yang sedang duduk di atas kasur.


''Hmm ya, aku pun merindukan mu sayang.'' sahutnya wanita itu dengan mengalungkan tangannya di leher sexy Vino.


Dan sambutan itu semakin membuat Vino bernafsu sudah panas dingin, tak membuang waktu Vino langsung mendaratkan bibirnya lalu mencium beringas bibir Jeny yang menjadi bayangan Melisa.


''Ohhh Vin... kau, kau sangat Ahh!''


Vino tak membiarkan Melisa bicara kembali Vino memainkan aksinya lagi.

__ADS_1


''Aku akan memuaskan mu wanita, agar kau tak bisa lagi lari dariku.'' ucap Vino ada rasa sakit terpendam dalam nada bicaranya.


''Ahhhh Vin..... Pelan-pelan Oohhhh!!'' Jeny menjerit kesakitan


jeritan Jeny tak di hiraukan oleh Vino dia menusuk sangat keras dan menyakitkan Vino kesal dan menumbuhkan kekesalannya dengan memasuki Otong nya pada Jeny cara kasar .


Yang Vino anggap perempuan di bawahnya ini adalah Melisa yang sudah kabur.


''Vin. .. stoppp Ahhhh sakit..!'' jerit Jeny


''Tidak akan ! kau harus ku hukum.'' teriak Vino tanpa sadar kalau itu bukan Melisa


''Ahhh ahhh Vin.. ahhh!'' antara sakit dan enak jeritan Jeny ini.


''Ahh a-apa maksudnya Vino, ahh kenapa kau memarahi ku, ahhhh?'' tanya Jeny tidak mengerti maksud nya pria di atas nya ini .


kemudian di luar kamar, Oma sampai terkejut saat Oma mendengar suara teriakan dan jeritan Jeny cucu menantu nya .


''Ya Tuhan, itu mereka sedang berbuat apa? sampai teriak-teriak dan menjerit kaya gitu?'' Oma bertanya sendiri.


''Aduuhh begitu ya anak jaman sekarang, main. ya itu dengan kasar atau bagaimana? Untung saja dulu saya dengan suami saya main nya sangat lembut beda dengan anak muda sekarang.'' kekeh Oma dan beliau pun kembali ke kamarnya sambil sesekali bergidik ngeri masih mendengar suara-suara itu.


''Vin.... Ahhh gue mau keluar...'' jerit Jeny

__ADS_1


''Ya, keluarkan lah sayang kita sama-sama.'' balas Vino lalu setelah puas dan juga dua duanya. mengeluarkan kenikmatan yang hangat dari dalam.


Vino langsung ambruk ke samping tubuh Jenny yang nafasnya masih naik turun.


''Gila ya si Vino. Main nya kasar banget beda sama pacar gue, sialan ini sakit.'' Jenny mengeluh dan mengomel .


Karena kelelahan Jenny pun sudah ikut tidur bersama Vino, dirinya memeluk Vino si tampan dan kaya raya.


**


Pagi pun datang...


Seorang pria terkejut saat ia membuka mata karena yang pertama dia lihat itu dirinya tengah di peluk seorang wanita yang memang sudah menjadi istrinya.


Namun Vino terkejut ketika dia melihat kondisi nya dan Jenny tak memakai pakaian apapun.


''Apa ... Semalam gue dan dia sudah?...,'' Vino tak melanjutkan ucapannya jadi bayangan bayangan itu nyata?


Dia ingat, Vino seperti tengah bermain penyatuan tentu bersama Melisa namun saat ia bangun yang di lihat ternyata itu Jenny, Jenny sedang memeluknya tanpa busana.


''Melisa, sebenarnya kemana dirimu?'' bahkan sesudah melakukan itu dengan Jenny yang masih ada di pikiran dan ingatan vino ya Melisa.


Semakin Vino coba melupakan nya semakin tidak bisa, dan entah mengapa Rassa rindu dan rasaa kehilangan tumbuh di hati Vino untuk Melisa...

__ADS_1


''Tolong kembali lah, Mel..'' pintanya pada tembok yang menjadi saksi.


__ADS_2