
Perlahan mata seorang pria terbuka secara pelan,
Silaunya sinar lampu, membuat matanya mengerjap .
''Arhhh, sakit sekali badan gue '' ucapnya sambil meringis, merasa sakit di sekujur tubuhnya ini.
Lalu, pria itu menatap sekeliling ruangan, rupanya ini adalah kamar nya,
''Siapa yang bawa gue kesini?''
''Melisa.'' pekiknya memanggil nama nya
''Melisa, dimana dia?'' dengan nada tinggi masih berbicara sendiri.
Lalu Vino coba bangkit dan bangun dari tidurnya, tapi dia kembali mengaduh kesaksian, ''Arhh, sial. sakit banget badan gue ini.''
Namun karena teringat lagi dengan Melisa, Vino tak perduli kan rasa sakit di tubuhnya, dia pun menurunkan kakinya, lalu berjalan keluar untuk mencari Melisa .
''Melisa...'' teriaknya memanggil sangat keras
''Melisa, dimana kamu hah?''
''Melisa..''
Bibi yang tengah berkutat dengan pakaian karena lagi cuci baju pun langsung kaget begitu Vino berteriak sangat keras dengan memanggil Melisa .
''Aduh, si Aden sudah bangun, tapi kok sepertinya marah,'' bibi merasa keheranan .
Bibi pun segera berlari menghampiri Vino
''Sial, dia tidak ada dimana pun.''
''Den, ada apa?'' bibi segera bertanya
__ADS_1
''Bi, mana wanita itu?'' tanya Vino dengan wajah yang mengeras menahan marah
Bibi terkejut saat menatap wajah Vino sangat-sangat mengerikan .
''A-apa ma-maksudnya si neng Melisa ?'' tanya bibi sampai terbata suaranya.
''Ya, dimana dia?'' Vino semakin marah .
''Bibi juga tidak tahu den, mungkin si neng di culik oleh maling semalam den.'' jawabnya bibi yang masih mengira ke sana.
''Maling? apa maksudmu bi?''
''Iya, semalam ada maling kan den, di rumah ini?'' tanya bibi juga sebenarnya ingin tahu apa yang terjadi semalam tadi itu.
''Tidak ada maling'' pekik Vino kembali marah
''Adik sialan itu, yang sudah membawa wanita itu pergi dari rumah ini, sialan.. Awas kau Aksa'' Vino berteriak bagai orang kesetanan.
bibi yang masih terkejut semakin takut melihat perangai Vino lagi, ini seperti beberapa tahun yang lalu Vino pernah seperti ini,
''Den, tenanglah den, bibi mohon'' ujar bibi
''Bagaimana aku bisa tenang bi, wanita itu malah memiliki pergi dengan si Aksa sialan itu, akan ku beri pelajaran dia.'' dengan nafas memburu Vino berucap.
Bibi semakin takut kalau Vino akan kalap.
''Den, bibi mengerti masalah Aden, tapi bibi mohon tenang lah den, ini bisa di bicarakan baik-baik.'' bujuk bibi ,
''Tidak bisa bi, anak itu sudah lancang membawa pembantu ku pergi, Tanpa se ijinku.'
''Iya bibi mengerti, sudah ya den sudah, jangan emosi den, bibi takut''
Vino menatap bibi, yang sudah ingin menangis itu.. sebenarnya Vino tak tega melihat bibi yang setia mengasuhnya sedari kecil dulu..
__ADS_1
Vino akan pergi ke rumah Aksa, Tanpa sepengetahuan bibi.
*
Sementara itu, di kediaman Aksa sendiri, Arkana, yang tak lain adalah anaknya Aksa, terkejut begitu pagi-pagi melihat ada Melisa di rumahnya.
"Onty, kok onty ada disini?" tanyanya
Melisa menoleh lalu tersenyum pada Arka, "Hei, sayang. kemari Nak?" panggil Melisa
Arkana pun menghampiri Melisa, dan Melisa membawa tubuh Arka di pangkuannya..
"Onty ada disini?" kembali tanyanya
Melisa mengangguk, "iya, onty menginap di rumah kamu." ucap Melisa
"Lalu, Om sama siapa onty?" tanya Arka kembali
Nah, sekarang Melisa jadi teringat pada Vino.
"Onty!" Arka memanggil nya
"Hm?"
"Mana Om?"
"Om kamu sedang bekerja sayang." tiba-tiba Aksa yang menyahut.
"Oh bekerja ya Pa, gak ikut kesini Pa?" tanya Arka
"Tidak sayang, Om sangat sibuk" jawab Aksa
Lalu mereka kembali mengobrol bertiga, dan tanpa di sadari, pengasuh Arka ini melihat interaksi Melisa dengan Aksa, dia merasa kesal dan benci terhadap Melisa, kok bisa-bisanya dia sangat akrab dengan Arka, juga Aksa seperti menyukai wanita itu, padahal Bela, sudah lama menaruh hati pada Aksa..
__ADS_1