Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
33


__ADS_3

Bella memasukkan sesuatu kedalam minuman nya yang di pinta Aska kepada Melisa.


Sambil mengucek nya dengan sendok, Bella tersenyum miring, dia sangat tidak suka kepada Melisa,


alasannya, karena dia menaruh hati kepada Aksa, selama dia bekerja di rumah ini sebagai pengasuh Arkana,


Sebenarnya, Bella ini bukan pengasuh tetap hanya saat Aksa lagi membutuhkan nya untuk menjaga Arka sewaktu-waktu dirinya sibuk, hanya saat itu saja.


Tapi, Arka ini orang nya terlalu baik, dia membiarkan Bella menginap kapanpun saja di perbolehkan,


Asal, jangan berbuat sesuatu yang merusak kepercayaan nya. Namun saat Aksa membawa seorang wanita, Bella langsung lupa diri..


Tat tak ..


terdengar suara orang berjalan,


cepat-cepat Bella berjalan dan berdiri lagi di tempat semula tadi .


''Mbak, ini lap pel nya.'' ujar Melisa dan memberikannya pada Bella


Bella pun mengambil sambil tersenyum manis, hanya untuk menutupinya kejahatannya.


''Makasih Lisa ''


Melisa mengangguk . Dan ia pun langsung menyeduh kopi itu dengan Air panas.Dan setelah itu, Melisa membawanya pada Aksa


''Mas, ini kopi nya '' kata Melisa sambil memberikan.

__ADS_1


Aksa mendongak menatap Melisa, lalu mengambil gelas berisi kopi buatan Melisa ''terima kasih Lisa ''


Dan Aksa segera menyeruput kopi itu. Aksa mulai menikmati kopi buatan Melisa, hmm.. Aksa manggut-manggut, Rasanya enak juga puji batin Aksa.


''Bagaimana mas, apa rasanya pas?'' tanya Melisa ingin tahu, barangkali buatan nya tidak sesuai di lidah Aksa.


''Ini sangat sangat enak Lis, aku suka, kopi buatan mu.'' jawab Aksa


''Yang benar mas? tidak ke manisan?''


Aksa menggeleng.


''Tidak ke pahitan kan?''


''Tidak, pokonya pas kopi buatan kamu ini, dan aku sangat suka Melisa '' jawab Aksa dengan sangat serius mengatakan itu, bukan untuk sekedar memuji kopi yang Melisa buatkan.


Melisa bernafas lega, ''Syukur deh ya mas, kalau itu kopi yang aku buat pas di lidah nya mas Aksa,''


Dan kini Aksa langsung meminum nya lagi Kopinya dengan tandas tak tersisa..


Di sebelah sana, rupanya seorang wanita terus memperhatikan, lalu saat Aksa meminum itu kopi, wanita itu langsung tersenyum jahat..


*


Beberapa menit kemudian, Semua tampak biasa, tidak ada yang terjadi, Tapi


Tiba-tiba, Aksa merasakan aneh dengan perutnya.

__ADS_1


"Uhhhh.. kenapa dengan perut ku, Oh sial, ini sakit sekali " Aksa meringis , menahan mulas.


"Huh, huuhhh.. astaga ada apa dengan ku, kenapa Ah, kenapa tiba-tiba mulas begini ?" jelas Aksa kebingungan,


Lalu Aksa mengingat-ingat lagi, apakah dia ada makan sesuatu yang salah? Tapi, kalau di ingat-ingat tidak, Sepertinya dia tak memakan yang aneh deh..


Aksa sampai bolak-balik ke toilet, tapi, anehnya dia tak mengeluarkan apapun dalam perutnya, Namun sakitnya ini masih jelas terasa.


Aksa, keluar dari kamar mandi dengan lemas, walaupun tak mengeluarkan apapun, tapi dia lemas akibat merasakan sakit yang luar biasa.


Aksa pun coba berbaring di atas ranjang nya, dan mengusapkan minyak kayu putih ke perutnya berharap ini bisa meringankan, tapi rupanya sakit masih terasa,


Lalu di luar.


"Mbak Bella ?" Arkana yang tengah di temani Bella pun memanggil Bella


"Ya kenapa Ar ?" sahut Bella, Bella ini kepada Arkana memang dia sangat sayang, tidak jahat.


"Papah, mana ya Mbak, kok dari tadi Ar gak melihatnya Mbak ?" tanya Arkana


Oh iya bener, Bella pun tak melihat Aksa, apa.. obat yang dia berikan sudah bereaksi kali ya, tapi, Bella juga merasa khawatir.


"Mbak, tidak tahu Ar, "


"Mbak, ayo bawa Ar, ke kamar Papah" suruhnya Ar.


"Baik ayo " Bella pun segera menggendong Arkana ke kamar Aksa.

__ADS_1


Lalu setelah mengetuk pintu, Bella juga Arkana terkejut saat masuk kedalam, keadaan Aksa tengah berbaring dan wajahnya pucat.


"Papa.. Papa kenapa Pa?" Arkana segera berlari dan mengguncangkan tubuh Aksa yang lemas. Arkana ketakutan.


__ADS_2