Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
Saham dari Oma, dan bayangan itu...


__ADS_3

Semua masih sama.


Ting


Ada bunyi pesan masuk dari ponsel milik Alaksa.


Aksa pun melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya barusan saat sudah di lihat rupanya itu Oma yang mengirimkan.


Isi pesan yang Oma kirim.


[Aksa, kamu di mana kenapa kamu Sepertinya menghilang Nak ? kamu juga gak datang di acara pernikahan Abang mu, kenapa?] tanya Oma begitu khawatir dalam isi pesan itu


[Aksa, apa kau dengan Vino bertengkar hm? sampai kau tak mau melihat hari bahagia Abang mu?] Oma mengirimkan pesan lagi dengan penuh pertanyaan dan harapan Aksa menjawab atau membalas pesan nya .


Dan Pria yang terus menerima pesan dari Oma Rima pun kembali merasa sedih. ''Tidak Oma, Aksa tidak berniat kaya gitu. Hanya nanti setelah saatnya pasti Aksa beritahu Oma dan Aksa secepatnya pulang kok'' Aksa bergumam dan berbicara sendiri


Namun sampai kini Aksa belum menemukan hari itu dimana hari yang tepat untuknya kembali pulang ke kota asal. Aksa masih menghawatirkan bila Vino belum merelakan Melisa ia bawa pergi.


Hari pernikahan sudah berlalu dan sampai sekarang Vino belum sekalipun menyentuh Jeny karena Vino masih tak menyukai bahkan mencintai Jeny yang ada Vino tambah jijik pada wanita itu setiap hari kerjaannya adalah merayu nya berpakaian bagai wanita ******.


Dan hal itu membuat Vino ingin pergi dari rumah ini, hingga Vino memutuskan untuk membawa Jeny ke apartemen nya mereka akan hidup di sana.


Karena di rumah ini selalu di awasi oleh sang Oma yang setiap saat menanyakan kapan akan memberikannya cucu , bagaimana bisa memberikan cucu toh Jeny saja belum tersentuh.


''Vino, apa istrimu sudah hamil?'' tanya Oma di suatu sore


Vino baru saja pulang ngantor sudah dapat pertanyaan yang sangat membuatnya bosan.


''Sepeetinya belum Oma.'' jawab Vino

__ADS_1


''Loh kok masih belum juga sih Vin, ini sudah satu bulan lebih loh kalian menikah, orang-orang kalau sudah seperti itu akan langsung tokcer Vin, ini kamu kok belum ya?'' Oma bingung


Tapi Vino lebih heran bisa-bisanya Oma nya ini ada pikiran ke sana, di samakan lagi dengan orang lain. Padahal tidak semua sama ya apalagi dia, yang memang belum menyentuh istrinya mana mungkin Jeny langsung hamil, kecuali wanita itu ada main dengan Pria lain.


''Vino juga tidak tahu Oma, ya mungkin memang belum saatnya saja.'' sahut Vino tak terlalu menganggap kali ini


''Tapi ayo dong Vin, kamu lebih berusaha lagi ya kalau kamu bisa membuat istrimu hamil secepatnya, Oma akan langsung memberikan saham 40%.'' ucap Oma mengiming-imingi dengan hartanya.


''Oma serius.?'' Vino tentu langsung berbinar Memang dia ini pria gila harta.


''Ya tentu Oma sangat serius, makanya ayo buat istrimu itu hamil ya.''


'Bagaimana caranya ? gue aja jijik lihat wanita itu '


''Tapi Oma, kenapa dan apa alasannya Oma menginginkan sekali Vino ini segera dapat anak?'' Vino begitu penasaran dengan Oma nya ini


''Vino , Oma ini sudah tua jadi Oma sudah membuat surat wasiat terakhir bila nanti Oma meninggal dan surat wasiat itu adalah Oma akan memberikan saham Oma kepada anak anak cucu Oma''


''Ya, pada Arkana anak Aksa, tentu pada anak mu juga. Tapi kamu belum juga memberikan Oma cucu ya mau gimana Oma berikan nanti takutnya Oma yang keburu meninggal.'' jelas Oma Rima mengatakan soal wasiat dan saham itu untuk siapa saja


''Oma, kenapa harus ke anak-anak kita sih? kan bisa Oma berikan langsung pada Vino ataupun si Aksa?'' Vino merasa Oma nya ini terlalu mengarang dan memaksa


''Ah sudahlah Vino pokoknya kamu setujui saja syarat yang Oma kasih, tanpa harus berdebat!'' Oma menegaskan lagi keinginannya dan itu pun kalau Vino mau dapat saham dari Oma juga


Oma langsung meninggalkan Vino yang lagi diam mungkin pikir Oma Vino sedang memikirkan 40 saham itu.


Hingga malam nya


Vino terus terngiang-ngiang di ingatannya saat perkataan dan tawaran Oma nya.

__ADS_1


Kalau demi uang Vino suka melupakan apapun, tapi untuk kali ini Vino harus melakukan sesuatu hal yang membuatnya tidak suka,yaitu meniduri istrinya sendiri


Gappp


Tiba-tiba ada seseorang yang menempel di punggungnya dan tak lain dan tidak bukan itu adalah Jeny si wanita menjijikkan menurut Vino.


Aroma parfum wanita ini pun bukannya membuat Vino nyaman dan suka tapi malah membuatnya semakin ingin muntah.


''Jen, kamu ini pakai parfum apa sih ?'' tanya Vino menahan nafas


''Ini sih parfum dari Thailand , kenapa ? enak kan wanginya ?'' kata Jeny dengan percaya diri


''Hm..'' dari Thailand tapi kaya dari comberan lanjut hati Vino


''Vin, ayo kita buat anak selama kita nikah kota belum melakukan itu loh.'' bisik Jeny tak tahu malu


Huhh sial, kenapa semua orang mendesak gue seperti ini. kesal Vino dalam hati mengumpat


Hingga akhirnya Vino punya rencana


''Mau kemana?'' tanya Jeny bingung saat Vino beranjak


''Kamu tunggu dulu, aku mau mengambil sesuatu.'' kata Vino


Jeny mengangguk Jeny pikir mungkin Vino mau mengambil sesuatu yang akan menyenangkan.


Vino mengambil sesuatu di laci lemarinya. ''Ini pertama kalinya gue minum obat seperti ini, demi yang gue inginkan.''


Vino segera menelan obat itu ia tunggu sampai beberapa detik sampai obat nya terasa di tubuhnya. Vino memejamkan matanya beberapa lama. Bayangan seorang wanita pun muncul dalam benaknya Vino membuka mata ia terkejut di depannya sudah ada seorang wanita yang menampilkan senyum manis dan tubuh yang putih mulus serta pakaian yang begitu menerawang.

__ADS_1


''Melisa......!'' panggilnya begitu pelan.


__ADS_2