
''Kenapa pak?'' tanya Melisa dengan tersenyum yang tertahan
''apa di rumah mu ini tidak ada AC nya?'' tanya balik Vino
''hm.. tidak ada pak, karena ibu tidak mampu membayar listrik yang besar untuk memasang AC '' jelas Melisa
''Untuk sekedar AC pun tak mampu ?'' seakan tak percaya
''benar.. karena kebutuhan yang lain yang lebih penting '' kata Melisa lagi
''tapi apa kalian tidak merasa kepanasan ?''
Melisa menggeleng dengan cepat, ''tidak tuh karena kami sudah terbiasa '' jawabnya
Lalu dari arah dapur.. ibu memanggil Melisa
''mel kesini bantu ibu'' panggilnya
''iya bu''
''permisi sebentar pak ''
Vino mengiyakan..
lalu tak lama Melisa datang lagi diikuti ibunya sambil membawa makanan yang telah ibu buat....
''Mari pak, silahkan di makan'' ajak ibu kepada Vino
''maaf Bu.. tidak bisakah jangan panggil saya pak. saya ini masih muda bu'' protes Vino
''ou ya apa tidak apa-apa, em rasanya tidak sopan kepada bos anak saya ''
''tak apa.. daripada ibu memanggil bapak serasa sudah tua saja ''
''yasudah baiklah nak. ayo di makan . tapi maaf ini tidak ada apa-apa '' ucap ibu tak enak hati
Vino menatap sekilas pada wadah yang berisi gorengan lalu tumis apa itu kangkung kah?
tapi ia coba menghargai ibunya Melisa Vino tersenyum dan mengangguk mengerti..
ibu dan Melisa sudah mengambil nasi serta lauk nya..dan duduk di bawah di ruang tamu lagi atau mungkin ini sama juga dengan ruang keluarga.. entahlah Vino bingung menyebutkan nya.
''Maaf Bu.. apa tidak ada tempat meja untuk makan ?'' tiba-tiba tanya Vino
ibu menatap Vino sebentar lalu tersenyum ''iya tidak ada nak..kami biasanya makan disini seperti ini'' jelas ibu memberitahu
''Oh!''
****... tidak adakah sendok lagi ? tanya Vino di hatinya.. ia melihat ibu juga Melisa makan langsung pakai tangan. haruskah ia makan seperti mereka juga?
namun tak punya pilihan lain. dia pun akhirnya makan coba pakai tangan langsung.
saat di rasa..
__ADS_1
rupanya ini enak juga!
lalu Vino melanjutkan makan bahkan sampai nambah lagi,
diam-diam ibu dan Melisa saling pandang saat Vino mengambil lagi nasi serta bakwan.. karena tadinya mereka pikir, Vino tak akan menghabiskan makanannya..!
…
Hari sudah menjelang malam..
Melisa sudah membersihkan tubuhnya, ia pun kini sudah terlihat lebih segar..
"Kamu darimana ?" tentu Vino yang bertanya
"habis mandi pak.. bapak mau mandi juga?"
"Boleh, ada shower ?"
Melisa melongo ia menggeleng lalu berkata "tidak ada pak"
Hah.. menghela nafas
"lalu mandinya bagaimana kamu?"
"dari sumur" jawab Melisa apa adanya
"Apa? sumur?"
Melisa mengangguk dan rasanya ia ingin tertawa begitu melihat wajah terkejut Vino.
…
masalah tempat tidur..
kini Melisa sedang duduk tentunya bersama Vino yang sedang memainkan ponselnya,
dan untunglah kali ini Vino tak kecewa lagi, karena sinyal di kampung ada..
tentu Vino harus mengecek email dari perusahaannya..
"Em pak" Melisa memanggil
"ya" sahut Vino tanpa menatap Melisa
"ini sudah malam," ucap Melisa lagi
"iya saya tahu " jawabnya
"saya sudah mengantuk " kata Melisa
"memang ini sudah jam berapa ? kok kamu sudah mengantuk ?"tanyanya padahal di ponsel tentu ada letak jam nya dong
Huh.. Melisa menghela nafas
__ADS_1
"Sudah mau jam sembilan "
"Masih siang Koo Mel.. kamu kenapa sudah mau tidur saja"
Vino masih fokus pada ponselnya
"ya sih.. tapi mata aku yang sudah mengantuk "
"baiklah sana tidur " akhirnya ucap Vino
"baik. saya tidur duluan ya pak" kata Melisa berpamitan
"iya nanti saya menyusul"
Melisa terdiam sejenak, menyusul? oh mungkin maksudnya nanti Vino ikut tidur juga setelah pekerjaan di ponselnya selesai pikir Melisa.
Melisa pun beranjak dan ia berjalan menuju kamar miliknya..
kamar yang cukup lama tak dia tempati..
Melisa pun mengambil kasur kecil berukuran untuk satu orang saja! lantas ia membawa kasur itu dengan selimut..
Melisa membawanya keluar dan berniat akan memberikannya pada Vino.
"pak"
"apa lagi. katanya mau tidur?" masih sibuk dengan ponselnya
"iya bener..tapi ini aku bawakan bantal kasur juga selimut " ujar Melisa memberitahu
"untuk apa ?" kini Vino mendongak
"ya untuk Anda tidurlah "
"tidur.. dimana ?"
" di sini" menunjuk pada ruang keluarga .
" lalu kamu?" tanya Vino
"ya sudah pasti di kamar aku dong pak "
Melisa kesal Vino banyak tanya sekali mana ini berat , parahnya Melisa masih membawa bantal kasur selimut di tangannya..
"jadi maksudmu. saya tidur disini. dan kamu tidur di kamar ?"
Melisa cepat mengangguk
"Tidak bisa" Tiba-tiba nada suara Vino meninggi
"apa? kenapa ?" Melisa kebingungan
"ya tak bisa lah, kau tidur di dalam sementara saya di luar seperti ini.. pokoknya saya ikut kamu di dalam kamar " tiba-tiba ucap Vino dengan berdiri tegak dan berucap tegas.
__ADS_1
"Apa?" pekik Melisa tertahan. ia kaget
Bugh.. yang sedari tadi dia bawa pun jatuh juga semua ke lantai..