Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
29


__ADS_3

Keadaan Vino yang tengah tak sadarkan diri itu buru-buru di manfaatkan oleh Aksa untuk segera membawanya Melisa pergi.


Melisa masih shock depan kejadian barusan, dimana tadi Aksa lah yang memejamkan mata, kini justru malah Vino yang tergeletak tak sadarkan diri..


''Lisa, ayo kita pergi, tinggalkan Abang ku! '' ucap Aksa dengan mengulurkan tangannya untuk Melisa pergi bersamanya.


''Ta-tapi Mas, i-itu pak Vino ?'' suara Melisa terbata


''Biarkan saja, nanti juga sadar .'' kata Aksa


''Ayo cepat Lisa.'' Kembali ajak Aksa.


Melisa yang masih shock hanya mengikuti dengan tatapan melamun nya .


Aksa segera menyuruh Lisa masuk mobil nya, dan setelah Melisa masuk, Aksa segera menancapkan pedal gas mobilnya, dan kini mereka sudah mulai pergi meninggalkan Pekarangan Rumah Vino


Sementara itu, kini di dalam rumah Vino


Bibi yang baru pulang dari pasar, terkejut melihat tubuh majikannya yang tengah tergeletak itu,


''Ya Tuhan, Den Vino....'' bibi langsung menangis histeris dengan menjerit memanggil Vino yang tergeletak di lantai itu .


''Den, den bangun. Den, kenapa ? Aduh, apa ini ada apa sebenarnya ? apa yang terjadi ?'' sungguh bibi sangat panik .


''Den, ayo bangun, apa yang terjadi Den, katakan pada bibi .'' masih mencoba menyadarkan Vino .


''Den, jangan buat bibi cemas dan takut den, ayo sadar den. '' bibi memegang nadi Vino , syukurlah Vino hanya pingsan .

__ADS_1


Tapi bibi masih belum mengerti, sebenarnya apa ini yang terjadi .


tiba-tiba saja ia pulang dari pasar, kedapatan Vino tengah berbaring di lantai dengan keadaan pingsan .


''Ya Tuhan, jangan jangan ada maling masuk rumah lagi, aduh ini sangat berbahaya, sepertinya iya, mungkin maling masuk, Oh iya Melisa, dimana ya si neng .'' bibi jadi ingat Melisa, bibi kembali panik dan khawatir pada Melisa .


Sebelum mencari Melisa, bibi lebih dulu menghubungi dokter Tristan,,


barulah setelah itu, bibi segera berteriak memanggil Melisa .


''Neng.... neng Melisa,'' panggilnya sambil mencari


bibi mencari langsung ke dalam kamar Melisa, namun rupanya Melisa juga tidak ada di dalam kamarnya,


Bibi pun semakin panik lah, bibi benar-benar ketakutan kalau Melisa mungkin di bawa oleh para perampok yang datang ke rumah ini .


''Neng, jangan buat bibi cemas neng, ayo kembali neng, dimana kamu ? '' bibi sampai menangis .


Beberapa saat kemudian, dokter telah memeriksa kondisi Vino,


Vino mengalami luka di punggungnya, dan itu penyebab dia jatuh pingsan, jelas dokter . Tapi dokter sudah memberikan penanganan untuk Vino, mungkin juga sebentar lagi Vino sudah bisa sadarkan diri . jelas dokter lagi .


''Oh ya bi, ini sebenarnya ada apa? apa yang terjadi sampai Vino tak sadarkan diri ?'' tanya dokter Nathan, dia ini masih teman nya Vino .


''Bibi juga tidak tahu den dokter, karena tadi bibi habis pergi ke pasar den, tapi pas bibi pulang, den Vino sudah tidak sadar dan tergeletak begitu saja di lantai seperti tadi '' bibi menjelaskan ,


''Apa ada perampok kah bi? '' tanya dokter Nathan ikut menebak .

__ADS_1


''Bibi pun tidak tahu, tapi bibi takutnya iya den ada rampok, oh ya den, si neng Melisa juga sekarang tidak ada di rumah ini den , bibi takut den, dia di bawa pergi oleh para perampok huhuu..'' bibi kini menangis sambil berbicara tentang ke khawatiran nya .


''Bi , tenanglah , nanti saya cari bantu ya, '' mengusap tangan bi Susi.


Bibi mengangguk .


''Oh ya apa keluarga nya sudah di beri tahu masalah ini ?'' tanya dokter Nathan kembali


''Belum den.'' jawab bibi dengan pelan


''Kasih tahu saja bi .''


''Iya nanti den, bibi coba hubungi den Aksa, mungkin si den Aksa juga bisa bantu ''


''Ah iya itu jauh lebih baik bi, segera beritahu si Aksa, agar bibi tenang dan tentunya juga agar Melisa cepat di ketemukan, juga di rampok itu bisa segera tertangkap .'' Ucap dokter Nathan .


''Iya den dokter benar, bibi harus beritahu den Aksa .''


''Yasudah, oh ya bi, ini obat nya yang nanti harus Vino minum, setelah dia sadar, kalau memang benar ada perampok, mungkin nanti saat Vino sadar , akan ada sedikit reaksi cemas atau mungkin kepanikan dari Vino, harap bibi jangan ikut panik, dan saya berpesan agar bibi menenangkannya Vino ya!'' begitu jelas dokter Nathan .


''Oh gitu baiklah den, bibi mengerti .''


''Syukurlah kalau bibi sudah paham maksud saya, apa yang apa-apa saya tinggal bi ?''


''Tidak apa-apa den,bibi akan baik-baik saja.'' balas bibi


''Yasudah baik, kalau begitu saya pamit untuk pergi lagi ya bi, karena pekerjaan saya masih padat, bibi jaga diri bibi baik-baik. Dan hubungi saya kalau ada apa-apa lagi '' tersenyum

__ADS_1


''Baik den dokter .'' angguk ya bibi membalas senyum .


__ADS_2