Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
14


__ADS_3

''Kalau bukan karena bi Susi yang meminta ku untuk menggendong mu.. Tidak akan Sudi ku lakukan'' ujar Vino


''Huh berat juga nih cewek'' sungut nya lagi. Saat sedang membawa Melisa menuju kamar pembantu.


Dokter pun sudah datang . dan segera dokter memeriksa kondisi Melisa.


''Nona ini mengalami dehidrasi'' ucap dokter dengan menjelaskan keadaan Melisa setelah ia memeriksanya.


''Dehidrasi itu maksudnya bagaimana Dok. maaf bibi tidak terlalu mengerti'' kata bibi


Vino hanya melengos kan kepalanya saja .


dokter pun tersenyum, ''Begini bi. . maksudnya itu adalah nona ini kekurangan cairan di tubuhnya, ya seperti kurangnya asupan nutrisi juga minum'' jelas dokter.


''Oh Seperti itu ya Dok'' sambil sejuk menatap pada Vino. majikannya.


''iya, dan ini saya sudah tuliskan resep obat nya. Nanti tolong di belikan ke apotek''


''Baik Dok.. saya nanti beli obatnya. Tapi dok ini si neng Melisa tidak ada yang serius lagi kan dok dengan kondisinya?'' bibi begitu khawatir.


''Tidak kok. semua akan baik-baik saja asal Nona ini segera makan dengan nutrisi yang cukup. saat nanti sudah sadarkan diri'' Ucap dokter


''Oh syukurlah ya dok.. neng ayo cepat sembuh neng'' bibi mengusap tangan Melisa


''Dok apa sudah selesai?'' tanya Vino.


Dokter yang sedang melihat pada Melisa pun langsung menatap Vino, saat Vino bertanya padanya.


''Oh ya sudah kok mas'' jawab dokter


''Yasudah'' Dengan matanya mengarah ke pintu


''Baik kalau begitu saya permisi'' pamit dokter


''Bi. tolong antarkan dokter nya ya.''


''iya baik den.. oh ya den, bibi mau sekalian ijin ke apotek untuk membelikan obat untuk neng Melisa'' kata bibi


''iya bi pergilah''


''Permisi mas'' pamit dokter lagi . Namun sekilas ia menatap Melisa lagi


''Hm..'' balas vino


Vino pun jadi memikirkan sesuatu, ''Kenapa dokter itu sepertinya ingin melihat pada dia terus ya?'' Vino bertanya-tanya dalam benaknya.


Dua jam kemudian..


Melisa sudah mulai stabil kondisinya.. ia sudah sadar dari pingsannya,


dan juga bibi segera memberikan makan dan tak lupa bibi berikan juga obat yang tadi di resep kan oleh dokter . .


''Ayo neng istirahat lagi'' suruh bibi. dengan menyuruh Melisa berbaring lagi setelah selesai meminum obat nya.


''Bi aku takut pak Vino marah kalau aku hanya berdiam diri tak melakukan pekerjaan'' Melisa jadi semakin takut dengan Vino. takutnya Majikannya marah lagi.


Bibi menatap pintu.. ''Sudah kamu yang tenang saja neng. den Vino gak bakal marah, kamu kan memang masih sakit neng. sudah istirahat lagi ya. percaya sama bibi''


''iya baiklah bi'' Melisa pun sekarang membaringkan lagi tubuhnya.


Melisa pun coba memejamkan matanya. Tapi tiba-tiba mata itu terbuka lagi dengan lebar .


''Ada apa neng?'' bibi bertanya dengan cemas

__ADS_1


''Bi aku tidak mau memejamkan mata'' ucap Melisa


''Kenapa neng. kenapa tidak mau?'' bibi tidak mengerti.


''Aku takut gelap bi.. apalagi saat di tempat kemarin itu. disana sangat gelap bi'' dengan bibir bergetar Melisa bicara


bibi langsung memeluk tubuh Melisa bibi mengusap punggungnya.. untuk menguatkan,


''Sabar neng yang sabar ya''


Melisa diam-diam menitikkan air matanya..


Dan tanpa mereka sadari. sebenarnya Vino sedari tadi memang menguping pembicaraan bibi dan Melisa .


Apa aku sudah keterlaluan.. ah tapi aku tidak suka dengan pembantu yang lalai sepertinya kemarin itu.. Hati Vino bicara


Vino pun pergi meninggalkan bibi dan Melisa. Vino pergi ke ruang kerja nya.


namun disana Vino justru tak bisa fokus . ia malah semakin memikirkan lagi tentang Melisa,


saat sedang memikirkan Melisa. ponselnya Tiba-tiba berbunyi..


disana tertera nama Oma .


''Oma, ada apa menghubungi ku?''


[Ya Oma?] setelah Vino mengangkat panggilan.


[Vin. hari ini katanya keluarga Jeny akan datang untuk bertemu.. kamu jangan lupa untuk datang ke mansion] Ucap Oma dengan memberi tahu Vino


[Memang nya mau ngapain Oma?] mungkin Vino lupa


[Kenapa tanya mau ngapain sih Vin.. ya mungkin untuk saling mengenal antara keluarga. atau mungkin juga untuk menentukan tanggal pernikahan kalian] ucap Oma


[Vin. halo kau dengar Oma kan?]


[Ya baiklah Oma vino akan datang]


[Bagus Vin. jangan kecewakan Oma, dan ingat pukul tujuh malam nanti mereka datang.] Oma pun memberitahu lagi dengan mengingatkan .


[Iya Oma ok]


Tut panggilan pun selesai..


Kini waktu sudah menunjukkan pukul Enam sore. dan Vino pun sudah bersiap untuk pergi ke mansion Oma nya..


Vino sedang bercermin ia merapikan lagi penampilannya.


''Ah ngapain sih gue tapi rapi banget toh gue gak perduli dengan acara ini..'' Vino bicara sendiri


''Tapi kalau gue gak tapi. ah bakal kena omel Oma nanti''


Vino pun sekarang menuruni tangga.


''Sudah rapi den. mau pergi'' sapa bibi yang kebetulan berpapasan dengan Vino


''iya bi. saya mau pergi dulu ke mansion'' jelas Vino


''oh iya den hati-hati''


''Hm..'' belum sempat melangkah Vino memanggil bibi lagi


''Bi...''

__ADS_1


''Ya den?''


''Mana Melisa?'' tanya Vino


''Oh neng Melisa sedang di kamarnya keadaannya masih lemas den'' jelas bibi


''Ok.. em tolong urus dia bi''


''Baik den''


''Ah ya bi''


''Ya den?''


''Kalau adik saya kesini. jangan sampai dia masuk ke kamar Melisa'' perintah Vino


''kenapa jangan den?''


''Ya kalau kata saya jangan ya jangan . bibi tidak perlu banyak tanya''


''Iya baik den''


''Dan ya bi. pokoknya jangan Sampai si Aksa tahu wanita itu masih dirumah ini''


''iya den''


''Dan bi. pokoknya sebisa mungkin, jangan biarkan si Aksa masuk ke kamar ataupun tahu kalau wanita itu ada ''


''Baik den bibi mengerti''


''Baguslah bi. yasudah saya pergi dulu bi''


''iya den hati-hati jangan mengebut dan salam untuk nyonya dari bibi''


Vino mengangguk. dan ia sekarang pun benar pergi.


Tapi rupanya bibi yang jadi bingung..


''Apa ya tadi pesan den Vino ya.. ah bibi kan sudah tua, jadi bibi suka lupa. mana tadi pesannya banyak banget lagi'' kata bibi


''Tadi itu kalau tidak salah. kalau den Aksa datang suruh jenguk si neng Melisa atau tidak boleh ya. aduh bibi lupa''


beberapa menit pun. kini Vino Sampai juga di mansion sang Oma..


sebelum masuk. Vino melihat dulu pada satu mobil..


''Syukurlah si Aksa ada disini'' kata hatinya berucap.


Yang rupanya itu adalah mobil adiknya Alaksa,


Vino sekarang jadi sedikit tenang karena sudah pasti adiknya itu tidak akan ke rumahnya. apalagi sampai bertemu dengan Melisa..


Vino begitu datang pun langsung di sambut oleh Oma..


''Oma. bagaimana kabar Oma?'' tanya Vino menyalami tangan Oma


''Oma baik sayang gimana kabar kamu hm?'' Oma langsung memeluk tubuh Vino..


''Vino baik Oma..''


''iya syukurlah.. yasudah ayo kita masuk Vin, itu Jeny dan orangtuanya sudah ada'' ajak Oma


''iya Oma ayo''

__ADS_1


Vino dan ons pun masuk rumah, dengan saling bergandengan tangan....


__ADS_2