
Wanita cantik berpakaian sangat seksi datang ke rumah Vino..
lantas ia memencet tomboi bel rumah Vino
ceklek pintu terbuka,
bi Susi tentu yang membuka nya
bibi menatap sejenak pada wanita yang tadi memencet bel rumah majikannya.
bibi meneliti penampilan . siapakah dia?
''apa Vino ada?'' tanya wanita tersebut
''Oh den Vino sedang tidak ada '' jawab bibi
tidak ada ? kemana ya dia pergi, bukankah hari ini hari libur.. tak mungkin kan dia ke kantor ? . pikirnya
''kemana ya?'' tanya Jenny wanita yang sedang berkunjung itu
''Em saya tidak tahu Nona.. karena den Vino tak memberi pesan dulu ke bibi'' tentu bibi hanya beralasan. dan itu Vino yang menyuruh
''Kemana sih ya dia, kenapa tidak ada saat aku berkunjung '' Jenny bertanya tanya.
Ya.. Jenny ingat tujuan sebenarnya dia datang ke rumah ini..
''oh ya bi.. boleh saya masuk, biar saya menunggu di dalam saja'' ucap Jenny
''ya tentu silahkan Nona'' bibi membiarkan wanita ini masuk
dan biarlah juga wanita ini menunggu sampai bosan.. toh Vino masih lama pulangnya.. bibi Sampai terkekeh kecil memikirkan hal itu.
..
Jenny berjalan masuk, ia meneliti rumah Vino.. HM rapi juga Rumahnya dan terlihat sangat nyaman. pikir Jenny
bibi datang dengan membawa kan segelas air untuk tamu nya.
walaupun Vino tak ada, tapi ia tak lupa melakukan tugas nya. ya seperti menyuguhkan sesuatu untuk tamu Vino..
''silahkan di minum non'' ucap bibi
''ya bi... oh ya bi, di rumah Vino katanya ada dua pelayan ya?'' kini Jenny bertanya
''hm iya bener non '' angguk bibi
'Dan pasti yang satu lagi itu anak bibi..benar kan?''
bibi termangu mendengarnya anak?
tapi bibi iya kan juga akhirnya..
''lalu sekarang di mana anak bibi itu?'' tanya Jennny
''oh anak saya ini sudah pulang kampung non, ''
''pulang ? kenapa ya?''
''iya karena ibu saya sedang sakit tidak ada yang merawat.. jadi saya suruh dia untuk pulang kampung saja, dan merawat neneknya '' jelas bibi.. dengan mengikuti alur perempuan ini..
''oh ya.. maaf bibi tanyakan, non ini siapa ya?''
''Bi.. kenalkan saya ini pacar nya Vino dan calon istrinya '' dengan bangga jenny memperkenalkan diri . sebagai kekasih Vino
bibi manggut-manggut mengerti
''Ohiya iya salam kenal juga non.. saya pembantu nya den Vino ''
''Sayang sekali ya bi . anak bibi tidak ada '' tiba-tiba ucap Jenny
dahi bibi mengernyit ''memang nya kenapa ya non ?'' bibi penasaran
''iya tadinya saya ingin bertemu dengannya..saya ingin lihat apakah benar perempuan itu cantik. oh maksud saya anak bibi itu''
''memang siapa yang bilang seperti itu non?''
karena bisa bisanya wanita muda ini datang dan langsung berucap seperti ini.. padahal pasti sebelumnya ia dan Melisa tak saling kenal.
__ADS_1
''Si Arka yang bilang '' jawab Jenny
''apa ? oh den Arka kecil yang bilang..bibi kira den Aksa ''
''aksa? kenapa Aksa yang harus bilang ?''
''emm bukan apa-apa non.. oh ya non bibi mau pamit kebelakang sebentar ''
''bi tunggu''
''si Vino biasanya pergi ke luar tuh suka lama gak bi?''
''ya kadang lama, dan bisa juga sekarang ini lama '' jawab bibi
''Oh gitu.. yasudah lah lebih baik aku pulang saja'' jenny berdiri
ya baguslah lebih baik anak muda ini pergi saja, dan kalau bisa jangan pernah kembali.. karena bibi seperti tak terlalu suka pada Jenny
''iya. non.. hati-hati di jalan ''
''hm.''
**
kembali ke kampung halaman Melisa
ibu Melisa datang dengan membawa nampan berisi air putih juga goreng rempeyek..
''silahkan di minum dulu.. pasti melelahkan bukan perjalanan menuju ke sini '' ucap ibu Melisa
mata Vino membola saat ia melihat sesuatu yang ada di dalam toples.. apa itu?
''makasih Bu.. benar Mel memang sangat haus dan cape'' saat mengatakan kata yang terakhir sambil menatap Vino yang masih termangu
lalu Melisa mengambil minum , dan ia meminumnya dengan tandas, glekk glekk.. suara ia minum
Vino menatap pada tenggorokan Melisa yang tengah meminum..
sebenarnya ya dia juga sangat haus. namun haruskah ia minum air.. yang ia tak tahu apa itu higienis atau tidak ?
Sial,, kenapa tadi dia lupa beli minum di supermarket dulu.. hatinya mengumpat
huh.. baiklah
''ini higienis gak?'' tanya Vino lebih dulu, dengan suara berbisik
Hah?
Melisa melongo
lalu ia mengangguk..
Vino coba meminum dengan sedikit,
''hm, cpp cpp'' ia merasakan rasa lebih dulu tidak ada yang beda..
ah karena haus..ia tak banyak pikir lagi. Vino pun meminum nya hingga tandas
Melisa menatap bos nya dan langsung tertawa cekikikan...
''kenapa dengan mu?'' tiba-tiba tanya Vino
''ah tidak ada '' Melisa mengelak . tentu karena dia tak mau kena semprot mulut tajamnya itu
lalu Melisa membuka toples berisi rempeyek dan mengambilnya lalu ia memakannya..
Vino melihat, antara seperti enak atau..
''makanan apa itu?'' tanyanya
''Ah ini rempeyek kacang pak'' jawab Melisa
''dan itu bubuk rengginang'' menunjuk satu wadah kaleng kue tapi berisi bubuk rengginang
''mana rengginang maksud mu? bukankah ini kaleng kue ?'' dengan menatap aneh
Melisa terkikik lagi.. ''hm besar itu wadahnya memang bekas kue tapi isinya lain pak'' jelas Melisa diiringi tawa
__ADS_1
''Dassar keluarga aneh'' gumam Vino.
Melisa hanya mengangkat bahunya acuh! tak perduli dengan ocehan lelaki itu.
Beberapa saat mereka di sana,
Melisa beranjak dari tempat ia duduk . Vino menatapnya dengan penuh tanya mau kemana ?
Melisa pergi ke dapur untuk menemui ibunya yang mungkin sedang masak. karena kebetulan tercium aroma wangi masakan.
''bu sedang apa ?'' tanya Melisa menghampiri
ibu menoleh ''eh Mel, ini ibu sedang buat bakwan juga tumis kangkung '' jawab ibu
''Ah Bu.. Mel kangen dengan masakan ibu, HM perut Mel jadi lapar begini'' Melisa mengusap perutnya
''iya nanti kita makan sama-sama ya'' ucap ibu
''baiklah bu Mel bantu iris bawang ya''
''mel, gimana.kamu sudah dapat uang nya?'' tanya ibu
''sudah bu'' Jawab Melisa
''dapat dari mana kamu nak? bukankah ini tidak lah sedikit?'' tentu ibunya harus tahu darimana Melisa bisa mendapatkan uang dengan cepat... juga tak sedikit yang ibu butuhkan.
''Em.. Mel pinjam dari bos Bu.. ''
''bos mu yang di depan itu?'' memastikan
Melisa pun mengangguk.. ''iya
''ya syukurlah . kalau sudah ada uangnya ibu jadi tak cemas lagi, baik juga ya bos mu itu''
''hm begitu lah bu'' sahut Melisa sedikit tak percaya ibunya bisa bilang baik. tanpa ingin tahu dengan sifatnya pria itu..
''eh tapi bos mu mana?'' tanya ibu kembali
''ada Bu..di depan''.jawab Melisa
''kenapa kamu tinggal nak. gak baik lah tamu di tinggalkan sendirian begitu'' kata ibu memperingatkan Melisa
''gak apa-apa lah Bu... sesekali Mel disini jadi raja, nanti saat Mel di rumahnya Mel jadi babu lagi heheh'' iya terkikik geli mengatakannya
ibu geleng-geleng kepala.. ''ah dasar kamu ini. sudah mending kamu samperin bos mu kasihan dan gak enak, tamu di tinggal sendiri''
''ya baiklah Bu.. ini sudah Mel iris bawangnya.. Mel ke depan lagi ya bu''
''iya iya, sana biar ibu selesaikan masakan ibu.. nanti kita makan ''
''Siap bu''
sebelum kembali ke depan menemui bos nya. Melisa lebih dulu pergi ke kamar kakaknya yang bernama Marissa Mayer.. namun biasa di panggil icca
''kak..'' panggilnya
''ini Mel , bagaimana kabar kakak.. Mel harap kakak cepat sembuh ya kak.. Mel sayang sama kakak'' Melisa mendekap tangan Marissa
*
Di depan sana..
si pria arogan itu tengah duduk dengan kegerahan.. karena ini hari sudah mulai panas
"oh sial.. sial kenapa rumah ini sangat pengap,,
tidak ada udara yang masuk.
Hah... tak ada kipas angin juga.."
Hacim hacim... " Vino bersin bersin , saat aroma masakan masuk ke arah Depan dari dapur..
hacimmm...." ia terus bersin karena bau bawang
hidungnya sudah berubah warna kemerahan.
Melisa yang mau kembali ke depan , kembali di buat terkikik oleh kelakuan bos nya ini
__ADS_1
HM... dasar horang kaya kelakuannya Ckk....