Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam
26


__ADS_3

Kalau di pikir-pikir mereka ini sudah seperti pasangan suami istri saja, dimana saat kemarin Melisa pulang kampung, Vino ingin ikut.


Lalu sekarang, saat Vino akan kembali ke Jakarta, Melisa pun harus ikut kembali juga bersama Vino, Padahal sudah jelas-jelas tak ada hubungan apapun di antara mereka ini..


Memang sangat sulit di pahami,


Sampai lah juga mobil yang membawa mereka dari Bandara ke rumah mewah Vino..


''Neng, gimana sekarang kondisi kakak neng?'' Bi Susi pada Melisa.


''Alhamdulillah Bi, sekarang kakak ku, sudah bisa di bawa ke rumah sakit besar.'' jawab Melisa memberitahu.


''Syukurlah kalau seperti itu neng, bibi jadi ikut senang mendengarnya.'' ucap bibi


''Iya bi, tapi aku sedih bi,'' ujar Melisa menunduk sedih


''Kenapa neng? apa den Vino melakukan sesuatu lagi ?'' tebak bibi yang ia pikir Vino berbuat sesuatu pada Melisa.


Melisa cepat menggeleng ''Bukan seperti itu Bi, hanya aku sedih karena aku masih ingin tinggal bersama ibuku di kampung untuk beberapa hari, tapi Pak Vino memaksa ku untuk ikut kembali ke sini lagi.'' Melisa menjelaskan


''Yang sabar neng, mungkin den Vino tidak mau neng lama-lama di kampung, sabar ya''


''Iya bi.'' angguk Melisa dan tersenyum tipis.


''Yasudah sana istirahat kamu pasti cape kan, sudah melakukan perjalanan jauh.''


''Baik bi, Mel ke kamar dulu ya.'' pamit Melisa


*


Kabar kepulangan Vino dan Melisa sudah terdengar oleh telinga Aksa, maka besoknya setelah pulang kerja, Aksa langsung mendatangi rumah abang nya.


"Bi, Abang sudah pulang ya bi?" tanya Aksa saat bibi bukakan pintu.

__ADS_1


"iya den, sudah pulang " jawab bibi


"Apa Melisa juga ikut kembali bi?" coba memastikan takutnya hanya Vino saja yang pulang.


bibi mengangguk, "iya sudah pulangnya bareng neng Melisa." jawab bibi lagi


"Sekarang dia ada dimana bi?"


kini Aksa tengah duduk di kursi sambil matanya mengedar mencari seseorang..


"dia siapa den?" bibi tak paham


"Emm, itu Melisa bi , mana dia ?" jelas Aksa


"Oh, neng Melisa, ada di dapur lagi buat makan malam."? kembali bibi menjawab


"Lagi masak apa dia bi?" sungguh Aksa semakin antusias


"Den lihat saja sendiri sana, Melisa lagi bikin apa! " suruh bibi dengan tersenyum


"Hm " balas bibi , bi Susi tahu betul kedatangan majikan muda nya itu, karena saat Melisa perguruan kemarin itu, den Aksa hampir setiap saat menanyakan Melisa juga kepulangan Melisa. Dan bibi juga tahu kalau sebenarnya Aksa menyukai Melisa..


Tentu bibi sangat senang akan hal itu, karena Aksa ini pria yang baik juga lembut kepada semua orang..


bibi sangat setuju kalau Melisa bisa dekat dengan Aksa,


Namun kita tidak tahu bagaimana kehidupan seseorang kedepannya.. takdir orang tersebut


.


Aksa berjalan menuju dapur,


Benar saja, Melisa tengah berkutat di depan kompor, senyum merekah terbit di bibir Aksa

__ADS_1


'Sungguh istri idaman,'


''Hmm.''


Lamunannya buyar saat ada yang berdehem


Aksa tersadar.


''Lagi ngapain Mas?'' tanyanya orang yang berdehem tadi dan itu adalah Melisa.


Melisa tadi ingin mengambilnya sesuatu, laku tak sengaja matanya melihat pada Aksa yang melamun sambil tersenyum itu..


''Hah, tidak ngapa-ngapain , hanya lagi melihat bidadari '' jawab Aksa pelan


''Apa Mas ? aku tidak dengar? '' tanya Melisa kembali dengan dahi mengkerut


''Gak, bukan apa-apa Lisa. kamu kapan kembali dari kampung ?'' tanya Aksa hanya basa-basi , Aksa mulai mendekati Melisa dengan menatap sekilas pada wajan , dan melihat apa yang sedang di masak Melisa, Oh rupanya itu udang campur cumi juga sambal ijo mungkin..


Hmm kelihatannya lezat .


''Kemarin pagi sih kami kembali , dan sorenya baru sampai '' jelas Melisa.


Aksa menatap Melisa saat Melisa berbicara tadi lalu kembali melihat pada wajan , yang isinya tengah di aduk-aduk itu spatula itu.


''Oh gitu, kamu lagi masak apa tuh, sepertinya sangat enak ?''


''Ini cumi juga udang Mas, aku campurkan sama sambal ijo.'' jawab Melisa lagi.


''Sepertinya sangat lezat Lis, aku boleh minta ya?'' pinta Aksa, Namun


Belum Melisa menjawab sudah ada seseorang yang menyahut dan berkata


''Tidak boleh, itu untukku ! '' melarang Aksa untuk meminta, yang katanya itu miliknya.

__ADS_1


''Bangggg....!''


__ADS_2