Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Apakah Istriku Cemburu?


__ADS_3

("Baik Tuan." Jawab para pemegang saham bersamaan).


Nicole memegang ke dua tangan suaminya yang menutupi tombak saktinya kemudian memasukkan kembali tombak sakti milik suaminya ke dalam mulutnya.


Raka menarik ke dua tangannya kemudian menyatukan ke dua tangannya ke arah hidungnya agar tidak terlihat mulutnya yang sedang menahan ha x srat x nya yang mulai naik akibat ulah istrinya sekaligus menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya.


("Maaf Tuan, kenapa wajah Tuan kembali memerah? Apa Tuan sakit?" Tanya salah satu  pemegang saham dengan wajah kuatir).


Hal itu dikarenakan Raka adalah orang yang dicintainya dalam diam dan tidak berani untuk mengatakannya karena dirinya tahu Raka sudah menikah.


("Ti ... Ahhhhhhh..." Ucapan Raka terputus karena Raka mengeluarkan suara merdunya ketika Nicole menjilati helm miliknya).


("Tuan kenapa?" Tanya sebagian para pemegang saham bersamaan).


Sebagian pemegang saham lainnya tahu kenapa Raka seperti itu membuat mereka terdiam dan tidak berani bertanya.


("Aku kurang sehat dan maaf rapat di tunda." Ucap Raka untuk pertama kalinya dirinya meminta maaf ke para pemegang saham).


Selesai mengatakan hal itu Raka menutup laptopnya kemudian menundukkan kepalanya ke arah bawah.


"Sayang, kamu nakal banget." Ucap Raka dengan wajah kesal sekaligus menahan ha x srat x nya.


Nicole hanya tersenyum melihat wajah suaminya yang kesal akibat ulah dirinya. Raka yang melihat senyuman istrinya tanpa dosa membuat Raka menarik rambut istrinya dengan perlahan kemudian memaju mundurkan kepala istrinya.


Mulut Nicole tersedak ketika tombak sakti milik suaminya masuk ke dalam mulutnya.


"Ahhhhhhh... "Desah Raka ketika tombak sakti milik Raka masuk dan keluar.


Raka yang merasakan sebentar lagi akan meledak mempercepat gerakan kepala istrinya dengan menggunakan tangan kanannya.


"Ahhhhhhh..." Desah Raka ketika mendapatkan pelepasan pertama kali nya.


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ..."


Tombak sakti milik Raka akhirnya mengeluarkan cairan dan masuk ke dalam mulut istrinya membuat Nicole tersedak dan langsung keluar dari kolong meja kemudian berlari ke arah kamar mandi.


"Aku akan menghukum lagi, karena gara - gara istriku aku harus minta maaf sama para pemegang saham." Ucap Raka sambil mengambil tissue untuk membersihkan sisa-sisa cairan milik nya.


Selesai membersihkan Raka menarik resletingnya kemudian mengaitkan celana panjangnya dan barulah memakai gesper.


Raka berjalan ke arah kamar pribadinya hingga dirinya mendengar suara air shower tanda istrinya sedang mandi lagi. Raka tersenyum menyeringai sambil membuka satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian mendorong perlahan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Raka melihat istrinya sedang mandi di bawah guyuran shower dengan membelakangi dirinya. Raka berjalan dengan perlahan tanpa diketahui oleh Nicole.


Grep


Raka memeluk tubuh polos Nicole dari arah belakang dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya mematikan kran shower.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Raka dengan suara menggoda sambil memainkan dua gua kembar milik istrinya.


"Maksudnya?" Tanya Nicole pura-pura tidak tahu sambil memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


"Biasanya muntahan adik kecilku masuk ke dalam rahimmu tapi sekarang masuk ke dalam mulut istri tersayang ku jadi bagaimana rasanya?" Tanya Raka sambil memainkan salah satu ujung gunung kembar himalaya milik Nicole dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya me x re x mas salah satu pucuknya yang menganggur.


"Ahhhhhhh... " Desah Nicole ketika pertama kami dirinya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Enak?" Tanya Raka kemudian mencium leher istrinya dan meninggalkan jejak kemerahan.


"Enak sayang, ahhhhhhh.... Ucap Nicole kemudian kembali mengeluarkan suara merdunya.


Jari telunjuk kanan Raka masuk ke dalam goa milik Nicole kemudian memainkannya membuat tubuh Nicole menggelinjang. Raka kembali memasukkan jari tengah hingga jari manis membuat Nicole merem melek.


"Sayang ahhhhhhh... Terus sayang ...." Ucap Nicole meracau.


Raka mempercepat gerakannya hingga Nicole ingin mendapatkan pelepasan namun tiba-tiba Raka menghentikan tangannya kemudian membalikkan badannya sambil tersenyum menyeringai.


"Kakak ingat hari ini ada meeting lagi." Jawab Raka tanpa dosa sambil berjalan ke arah lemari yang ada di dalam kamar mandi dengan perlahan.


"Sayang, sebentar lagi aku dapat ... Tega banget." Rengek Nicole seperti anak kecil sambil berjalan ke arah suaminya.


Grep


"Sayangku harus tanggung jawab." Ucap Nicole sambil memeluk suaminya.


"Kakak sudah tanggung jawab dengan menikahi istriku yang paling cantik." Jawab Raka sambil tersenyum devil tanpa membalas pelukan istrinya.


"Baiklah jika Kak Raka menolak permintaan aku, aku akan mencari pria lain supaya aku puas." Ucap Nicole dengan nada kesal sambil melepaskan pelukannya.


Nicole berjalan melewati suaminya dengan tubuh masih polos menuju ke arah pintu kamar mandi.


"Jalan selangkah lagi, Kakak akan menghukum mu." Ucap Raka dengan nada setengah mengancam karena dirinya kesal Nicole mencari kepuasan dengan pria lain.


"Hukumannya pasti yang enak-enak, aku tidak takut." Jawab Nicole sambil membalikkan badannya kemudian tersenyum manis.

__ADS_1


"Senyuman istriku jelek." Ucap Raka yang bertentangan dengan kata hatinya.


"Biarin, habis suami tercintaku membuat kepalaku pusing." Jawab Nicole cuek sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah lemari yang berada di dekat Raka kemudian membuka lemari pakaian dengan posisi membungkuk.


Grep


Raka yang melihat istrinya dengan posisi membunhkuk langsung memegang pinggang istrinya dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memainkan salah satu gunung kembar himalaya milik istrinya.


"Ahhhhhhh..." Desah Nicole.


Hal itu membuat Nicole mengeluarkan suara merdunya dan tidak berapa lama kemudian Raka memasukkan tombak saktinya ke goa yang paling terdalam milik Nicole membuat Nicole memegangi lemari yang berada di dalam kamar mandi sambil mengeluarkan suara merdunya.


Jleb


"Ahhhhhhh." Desah Nicole ketika tombak sakti milik suaminya masuk ke dalam goa miliknya.


"Kakak akan buat istriku tidak bisa bangun." Ucap Raka sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang


"Aku tidak takut." Jawab Nicole sambil memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Kalau begitu kamu jangan mengeluh dan jangan menangis ketika Kakak menghukum mu." Jawab Raka sambil tersenyum bahagia.


"Aku tidak mungkin menangis ataupun mengeluh.... Ahhhhhhh.... Sayang terus .... Enak banget ..." Jawab Nicole sambil masih mengeluarkan suara merdunya dan meracau.


Raka hanya tersenyum menyeringai hingga setengah jam kemudian Raka mengeluarkan laharnya dan dimasukkan ke dalam rahim istrinya.


'Semoga aku hamil agar kebahagiaan kami semakin lengkap dengan kehadiran seorang anak.' Ucap Nicole dalam hati.


'Semoga istriku hamil karena aku sangat menginginkan seorang anak tapi jika seandainya istriku tidak bisa hamil aku akan tetap setia dan tidak menceraikan istriku." Ucap Raka dalam hati.


Setelah beberapa saat Raka menarik tombak saktinya kemudian memeluk pinggang istrinya dan berjalan ke arah kamar shower.


"Kita mandi bersama." Ucap Raka.


Nicole hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju sambil berjalan dan membalas pelukan suaminya dari arah samping.


Lima belas menit kemudian mereka sudah mandi dan memakai jubah handuk. Kini mereka berada di ranjang sambil berpelukan dan seperti biasanya Nicole meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluk pinggang suaminya.


"Sayang," panggil Nicole.


"Hmmm.." Jawab Raka berupa deheman.

__ADS_1


"Tadi aku mendengar ada dua suara wanita yang sepertinya sangat mengkuatirkan suamiku dengan mengatakan : Maaf Tuan, kenapa wajah Tuan kembali memerah? Apa Tuan sakit? Sepertinya mereka berdua menyukai suamiku." Ucap Nicole sambil mengulangi perkataan ke dua gadis tersebut.


"Apakah istriku cemburu?" Goda Raka tanpa menjawab Ucapan istrinya.


__ADS_2