Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Rani dan Rico


__ADS_3

Nicole membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu membuat hati Raka terasa sangat sakit.


"Nicole sangat sedih karena belum membahagiakan Daddy itulah Nicole sangat sedih ketika Daddy sudah meninggal." Jawab Nicole


"Sstttttt... Sudah jangan bersedih dan besok siang kita pulang untuk menghadiri pemakaman Daddy. Ingat ada anak kita di dalam perut Mommy, Mommy tidak inginkan ke dua anak kita ikut sedih?" Tanya Raka sambil menghapus air mata istrinya dengan ke dua ibu jarinya.


Nicole hanya menganggukkan kepalanya dan dalam hatinya sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat mencintai dirinya dan berharap perasaan suaminya terhadap dirinya tidak pernah hilang.


"Sayang." Panggil Nicole.


"Ya." Jawab Raka singkat sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Temani aku tidur." Pinta Nicole sambil menggeser kan tubuhnya ke arah samping kiri agar suaminya bisa tidur di sampingnya.


"Ok." Jawab Raka singkat sambil turun dari kursi kemudian menaiki ranjang dan berbaring di sisi ranjang samping istrinya.


Nicole mengangkat kepalanya kemudian membaringkan kepalanya di dada bidang milik Raka sedangkan Raka memeluk pinggang istrinya.


"Terima kasih Sayang." Ucap Nicole.


"Terima kasih untuk apa?" Tanya Raka sambil mengusap punggung istrinya.


"Perasaan di cintai, di lindungi dan di sayang oleh suami tercintaku. Aku tidak tahu apa jadinya ketika Daddy meninggal dan aku hidup sendiri tanpa ada orang yang tulus menyayangiku." Ucap Nicole dengan jujur.


"Nicole bilang begitu karena Nicole sangat yakin pasti Paman Donald dan istrinya langsung sibuk merebut harta milik Daddy setelah tahu Daddy meninggal." Sambung Nicole dan tidak berapa lama air matanya kembali keluar.


"Sstttttt .. sudah jangan menangis nanti ke dua anak kita ikut nangis karena sedih melihat Mommy nangis terus." Ucap Raka sambil mengusap punggung istrinya.


"Oh ya sayang, kalau ke dua anak kita laki-laki namanya siapa dan kalau sepasang namanya siapa atau kalau dua-duanya perempuan namanya siapa?" Tanya Raka mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak sedih dan menangis lagi.


"Terserah Daddy saja." Jawab Nicole.


"Bagaimana kalau perempuan namanya Rani sedangkan kalau laki - laki namanya Rico? Apakah Mommy suka?" Tanya Raka.


"Suka tapi Mommy ingin tahu kenapa nama anak perempuan kita namanya Rani? Siapa Rani? Apa jangan - jangan itu nama mantannya kekasih Daddy?" Tanya Nicole beruntun dengan nada curiga dan cemburu sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.


"Nama Rani adalah nama kepanjangan dari Raka dan Nicole." Jawab Raka sambil tersenyum karena istrinya cemburu.

__ADS_1


"Rico juga di ambil dari nama kita yaitu Raka nama Daddy di ambil huruf R sedangkan Ico dari nama Mommy Nicole. Daddy ingin kelak anak-anak kita tahu kalau Daddynya sangat mencintai Mommynya." Sambung Raka.


Entah kenapa dirinya sangat senang jika istrinya mempunyai rasa cemburu karena itu tanda kalau istrinya sangat mencintai dirinya. Untuk Nicole dirinya sangat bahagia mendengar ucapan suaminya dan dirinya sangat bersyukur bisa menikah dengan Raka, pria yang sangat mencintainya dengan setulus hati.


"Mommy cemburu ya." Goda Raka.


Nicole hanya terdiam namun kepalanya disembunyikan di dada bidang suaminya membuat Raka tersenyum bahagia sambil mengusap punggung istrinya dengan lembut.


"Mommy dari tadi menguap terus, tidurlah." Ucap Raka.


Nicole hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama terdengar suara dengkuran halus.


'Daddy akan melindungi Mommy dari Paman Donald dan istrinya yang mata duitan itu." Ucap Raka dalam hati.


Raka yang juga mengantuk ikut memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya juga tidur pulas menyusul istrinya dalam mimpi indahnya.


xxxxxxxx


Keesokan paginya Raka dan Nicole sudah pulang dari rumah sakit. Nicole meminta Raka untuk pulang pagi karena dirinya ingin melihat Ayah kandungnya untuk terakhir kalinya.


Sampai di mansion Nicole menatap jasad Ayah kandungnya sambil terisak membuat Raka memeluk istrinya sambil mengusap punggung istrinya agar mengurangi rasa sesak di hatinya.


Jam sebelas siang mereka pergi ke pemakaman keluarga besar Ayah kandungnya dan direncanakan di kubur di samping makam istrinya.


"Hiks .... Hiks ... Hiks ... Daddy ... " Isak Nicole.


Walau Nicole sudah diberitahu kan oleh dokter dan Raka agar jangan terlalu bersedih karena janinnya masih lemah tapi Nicole tidak bisa membendung kesedihannya yang teramat sangat karena kehilangan Ayah kandungnya yang sangat disayanginya dan dihormatinya.


Hingga satu persatu para pelayat pulang dan meninggalkan Nicole, Raka, orang tua Raka, beberapa anggota keluarga Daddy Alvonso serta beberapa anggota keluarga dokter Kennath, Paman Donald dan istrinya bersama para bodyguard Raka dan para bodyguard Paman Donald.


Para bodyguard Paman Donald yang tangan kanannya patah waktu kemarin langsung ditembak mati oleh anak buah Paman Donald atas perintah Paman Donald ketika mereka sudah pulang ke mansion milik Paman Donald. Hal itu dilakukan karena dirinya tidak mau memperkerjakan orang cacat.


Tangan kanan Paman Donald dan istrinya di balut perban dan diberikan penyangga karena tangan mereka patah akibat ulah anak buah Raka.


"Nicole, sekarang Ayahmu sudah meninggal jadi Paman minta kamu berikan sebagian harta milik Daddy untuk Paman." Ucap Paman Donald tanpa punya rasa malu sedikitpun.


"Benar kata Pamanmu, kamu jangan menguasai hartanya untuk dirimu sendiri." Sambung istrinya Paman Donald yang juga tidak mempunyai rasa malu sedikitpun.

__ADS_1


"Paman dan Tante, Daddy baru saja meninggal dan dimakamkan tapi kenapa meributkan harta warisan?" Tanya Nicole dengan nada kesal.


"Semua orang pada saatnya akan mati jadi buat apa ditangisi apa lagi kami berhak akan harta itu." Jawab Paman Donald.


"Paman mikir ngga sih! Gara - gara Paman dan Tante datang ke mansion membuat Daddy sedih dan gara-gara ulah kalian Daddy meninggal!" Bentak Nicole untuk pertama kalinya sambil berdiri dengan di bantu oleh Raka.


"Kalian itu seperti benalu yang setiap hari meminta uang Daddy tanpa mau bekerja. Mulai sekarang dan seterusnya Aku Nicole, tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun untuk Paman dan Tante." Ucap Nicole dengan tegas.


Selama ini Nicole tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang kasar terlebih orang yang lebih tua namun kali ini dirinya sudah sangat kesal dengan sifat Paman dan Tantenya yang mata duitan di tambah efek hamil.


"Nicole!" Bentak Paman Donald dan istrinya bersamaan.


"Jangan membentak istriku!" Teriak Raka sambil menatap tajam ke arah sepasang suami istri tersebut dengan wajah yang sangat menakutkan.


"Kamu hanya seorang suami dan tidak berhak ikut campur!" Teriak Paman Donald tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Diam! Awalnya Nicole ingin memberikan sebagian harta milik Daddy tapi Nicole berubah pikiran untuk tidak memberikan harta sepeserpun untuk Tante dan Paman karena gara - gara Paman dan Tante membuat Daddy meninggal!" Teriak Nicole ke arah sepasang suami istri tersebut dengan tatapan amarah yang teramat sangat.


"Dasar ponakan kurang ajar!" Teriak Paman Donald dan istrinya bersamaan sambil mengangkat tangan kirinya ke atas untuk menampar wajah pipi.


Grep


Grep


Raka yang melihat Paman Donald dam istrinya ingin menampar istri yang sangat di cintainya membuat Raka menangkap ke dua tangan mereka dengan menggunakan tangan kanan dan kiri kemudian menekuknya hingga terdengar suara tulang patah.


"Akhhhhhhhh ... Sakit ... " Teriak sepasang suami istri tersebut secara bersamaan.


Bruk


Bruk


Raka mendorong tubuh mereka berdua secara bersamaan membuat mereka langsung ambruk dan tiba-tiba para anak buah Paman Donald datang dan berjalan ke arah sepasang suami istri tersebut dan bersiap menyerang Raka.


"Sepertinya hukuman yang kemarin masih kurang." Ucap Raka sambil menjentikkan jarinya ke arah anak buahnya.


"Sayang, perutku sangat sakit." Ucap Nicole yang merasakan perutnya kram sambil memeluk perutnya.

__ADS_1


__ADS_2