Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Kenapa tidak pulang?


__ADS_3

Grep


"Karena masa lalu membuat Daddy ingat bagaimana ganasnya Mommy di ranjang." Bisik Daddy Raka tepat di telinga istrinya sambil memeluk tubuh istrinya.


"Daddy, sudahlah Mommy malu." Ucap Mommy Nicole dengan wajah memerah.


Daddy Raka hanya tersenyum melihat wajah merah istrinya kemudian mendorongnya ke arah ranjang membuat Mommy Nicole tidur terlentang.


"Mommy, bolehkah?" Tanya Daddy Raka sambil menaiki tubuh istrinya dan menatap wajah cantik istrinya.


Mommy Nicole hanya menganggukkan kepalanya membuat Daddy Raka tersenyum bahagia.


Daddy Raka turun dari ranjang kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun. Setelah tubuhnya polos barulah Daddy Raka melepaskan satu persatu pakaian milik istrinya.


Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun kemudian Daddy Raka kembali menaiki tubuh polos istrinya. Daddy Raka mencium bibir istrinya secara singkat kemudian mencium kembali namun berupa *******.


Salah satu tangan Daddy Raka memainkan salah satu gunung kembar milik istrinya membuat Mommy Nicole mengeluarkan suara merdunya.


"Ahhhhhhh ..."


"Daddy ... Ahhhhhhh..." Desah Mommy Nicole lagi ketika Daddy Raka memasukkan salah satu pucuk himalaya ke dalam mulut Daddy Raka.


"Daddy ...!" Pekik Mommy Nicole ketika mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Tubuh Mommy Nicole menggelinjang hebat hingga tidak berapa lama Mommy Nicole mengatur nafasnya karena nafasnya ngos-ngosan.


"Enak?" Tanya Daddy Raka.


"Enak banget Dad," Jawab Mommy Nicole setelah selesai mengatur pernafasan.


Daddy Raka hanya tersenyum kemudian kembali memberikan pemanasan kembali setelah di rasa cukup barulah permain inti. Daddy Raka menuntun tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam di mana terdapat rumput hitam di sekelilingnya.


Jleb


"Ahhhhhhh ..." Ucap Mommy Nicole ketika tubuh mereka mulai menyatu.


Daddy Raka hanya tersenyum bahagia karena melihat istrinya merem melek dengan apa yang dilakukannya hingga setengah jam kemudian Daddy Raka mengeluarkan laharnya dari tombak saktinya di dalam rahim milik Mommy Nicole.


Setelah berapa saat Daddy Raka menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya kemudian menyelimuti tubuh polos mereka dengan menggunakan selimut.


Raka memeluk tubuh polos istrinya sedangkan Mommy Nicole meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya.


Cup


"Terima kasih Sayang, Daddy sangat puas." Ucap Daddy Raka kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Sama-sama Sayang, Mommy juga sangat puas." Ucap Mommy Nicole sambil tersenyum bahagia.


"Tidurlah." Ucap Daddy Raka ketika merasakan istrinya menguap.


Mommy Nicole hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Mommy Nicole tidur dengan pulas dan di susul oleh suaminya. Mereka tidur dengan pulas sambil memberikan kehangatan masing-masing.


xxxxx


Sore ini Rico, Ronald dan Marcel beserta anak buah mafia akan melakukan transaksi penjualan senjata ilegal dari negara XXX di kapal pribadi milik Mr. X.


Rico dan Ronald dengan tatapan elangnya melihat Mr. X dan para anak buah Mr. X berlalu lalang menjaga sambil mengawasi jika ada sesuatu yang mencurigakan.

__ADS_1


Rico dan Mr. X berbincang kemudian Mr. X meminta diperlihatkan pistol yang akan dibelinya dari Rico setelah dicek dan mendapatkan ke sepakatan Mr. X memberikan empat koper miliknya untuk diberikan ke anak buah Rico yang sudah dipercaya untuk di cek ke asliannya.


dor                           dor


dor                           dor


dor                           dor


Tiba - tiba terdengar suara tembakan saling bersahutan sedangkan Rico dan Ronald yang sudah tahu situasi langsung mengeluarkan senjata dan menembak anak buah Mr. X.


Para anak buah Mr. X banyak yang mati di tempat sedangkan para anak buah Rico hanya beberapa yang mati.


Rico mencari Mr. X karena Mr. X telah mengkhianatinya. Setelah agak lama mencari akhirnya Mr. X ditemukan sedang bersembunyi di ruangan rahasia.


Rico dan Mr. X saling tembak dan akhirnya Mr. X tewas tertembak dan jatuh di laut. Semua para anak buah yang tewas di buang di laut untuk dijadikan santapan para hiu.


Rico terluka di lengan tangan kanannya dan juga kaki kanannya sehingga Ronald memapah Rico ke kamar pribadi milik Mr. X.


Rico dibaringkan di ranjang kemudian Marcel mengeluarkan peluru yang berada di kaki kanan dan lengan tangan kanan Rico.


Tidak berapa lama semua peluru berhasil dikeluarkan oleh Marcel.


Mereka beristirahat sambil menunggu helikopter, di mana satu jam lagi akan datang menjemput mereka.


Satu jam kemudian 6 helikopter pun datang dan membawa Rico, Ronald dan Marcel serta para anak buahnya meninggalkan kapal pribadi milik Mr. X.


Satu orang anak buah mafia Rico menekan tombol remote ke arah kapal pribadi milik Mr. X.


Duar                        Duar


Duar                        Duar


Sedangkan helikopter yang ditumpangi oleh Rico, Ronald dan Marcel langsung menuju ke rumah sakit sedangkan helikopter yang lainnya menuju ke markas milik Rico.


Rico di rawat di rumah sakit dan beristirahat selama seminggu. Sedangkan semua pekerjaan Rico diserahkan oleh asisten Ronald dan di bantu oleh Marcel.


XXXX


Di tempat lain tiga sahabat Karen, Kasandra dan Sandra menghentikan mobilnya dan parkir di halaman kampus.


Mereka bertiga berjalan dengan santai, banyak pria yang memuji kecantikan mereka hanya para wanita saja yang sangat iri kecantikan tiga sahabat itu. Seorang pemuda tampan mendatangi ke tiga gadis itu dan menyapa mereka bertiga.


"Hallo tiga gadis cantik?" ucap pria tersebut sambil tersenyum menggoda.


"Hallo Tio." ucap Karen dengan nada lembut.


"Hallo juga Tio." balas Sandra.


"Hallo juga tampan." balas Kasandra sambil tersenyum malu.


Tio


Tio seorang CEO dan juga mahasiswa tingkat akhir satu kelas dengan Karen. Tio sangat tergila - gila dengan Karen tapi Karen hanya menganggap teman tidak lebih. Karen selalu mengatakan dengan alasan kalau Karen hanya ingin fokus kuliah dulu.


Kasandra


Kasandra sebenarnya sudah mulai suka dengan Tio tapi Kasandra tahu kalau Tio tidak menyukainya. Kasandra tahu kalau Tio menyukai Karen membuat Kasandra hanya bisa menyukai secara diam.

__ADS_1


"Pulang kuliah kita jalan - jalan yuk?" ajak Tio.


Mereka bertiga saling memandang dan menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Ok." jawab mereka serempak.


"Pakai mobilku saja nanti mobil kalian di antar oleh anak buahku." ucap Tio.


"Ok." Jawab mereka serempak lagi.


Merekapun masuk ke kelas yang berbeda - beda berdasarkan jurusan masing - masing.


Karen dan Tio masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi bersebelahan. Tio selalu memandangi Karen sedangkan Karen konsentransi dengan mata kuliah yang diberikan oleh dosen.


Tidak terasa mata kuliah jam pertama telah berakhir. Para mahasiswa dan para mahasiswi keluar untuk istirahat.


Karen dan Tio berjalan ke kantin, sampai di kantin mereka berdua duduk sambil menunggu Sandra dan Kasandra.


"Karen, aku sangat suka padamu? apakah kamu masih belum membuka hatimu untukku?" tanya Tio sambil mengharapkan cintanya terbalas.


"Maaf Tio, bukannya aku tidak suka padamu tapi aku ingin menyelesaikan kuliahku. Sebentar lagi kuliahku selesai dan aku rencana mau kerja dulu baru memikirkan tentang pacaran. Kalau kamu mau menunggu tidak apa - apa tapi jika ada yang lebih baik dariku aku tidak akan marah." jawab Karen lembut dan hati - hati karena takut menyinggung perasaan Tio.


"Hahhh... " sambil menghela nafas berat, " baiklah aku akan menunggumu sampai kamu benar - benar siap." ucap Tio tersenyum kecut sambil menahan amarahnya.


" Terima kasih Tio." ucap Karen dengan tulus.


" Sama - sama " balas Tio sambil memaksakan tersenyum.


Tidak berapa lama ke dua sahabatnya datang Sandra dan Kasandra. Mereka berempat memesan makanan sambil menunggu pesanan datang, mereka mengobrol kadang mereka tertawa dan terkadang serius.


Makanan yang di tunggu akhirnya datang, mereka makan dengan perlahan menikmati makanannya tanpa bersuara.


Tidak berasa jam ke dua kuliah di mulai mereka masuk ke dalam kelas masing - masing. Karen seperti biasa konsentrasi mendengarkan dosen memberikan mata kuliahnya sedangkan Tio hanya menatap Karen dan terkadang menatap dosennya.


Dalam hati Tio, Tio sangat ingin memiliki Karen tapi tidak tahu caranya untuk bisa mendapatkan hati Karen. Mungkin besok atau lusa atau entahlah Tio akan mencoba bersabar untuk mendapatkan hati Karen.


Jam ke dua pun berakhir seperti janji Tio merekapun pergi naik mobil Tio menuju ke mall yang terbesar di kota itu.


Tio membayar semua belanjaan Karen, Sandra dan Kasandra. Sebenarnya mereka bertiga tidak setuju tapi Tio memaksanya untuk membayar semua belanjaan mereka dengan alasan Tio mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan ingin mentraktir mereka bertiga namun sebenarnya Tio ingin menarik perhatian Karen.


Karen, Sandra dan Kasandra akhirnya menerimanya. Setelah puas belanja kini mereka nonton bersama. Tio sengaja duduk di tengah - tengah.


Karen yang tahu maksud tersembunyi Tio memberi kode ke arah sahabatnya tanpa sepengetahuan Tio. Ke dua sahabatnya langsung mengerti kode Karen kemudian Sandra dan Kasandra berada di samping kanan dan samping kiri Tio sedangkan Karen duduk di sebelah Sandra dan sebelahnya orang lain.


Tio menghembuskan nafas dengan kasar usahanya sia - sia lagi padahal ada rencana ingin memegang tangan Karen tapi rencananya gagal.


Tiga gadis tersebut pura - pura tidak tahu walau sebenarnya tidak tega tapi mau gimana lagi terlebih Karen pernah cerita ke Kasandra dan Sandra kalau dirinya ingin kosentrasi kuliah dulu.


Selesai menonton mereka pergi ke restoran untuk mengisi perut mereka yang kelaparan. Sambil menunggu pesanannya Karen dan Sandra ingin pergi ke toilet karena ingin memberi kesempatan ke Kasandra untuk mengobrol berdua dengan Tio.


Karen dan Sandra tahu kalau Kasandra menyukai Tio karena itu mereka sengaja meninggalkan mereka berdua untuk mengobrol siapa tahu dengan begitu Tio bisa melupakan Karen.


Selesai dari toilet Karen dan Sandra berjalan menuju ke meja makan. Kebetulan sekali Karen dan Sandra datang makananpun juga datang dan mereka pun makan dalam diam.


Selesai makan, Tio langsung membayar semua makanannya kemudian merekapun pulang di antar ke rumah masing - masing. Karen sengaja menginap di rumah Sandra karena Karen tahu pasti Karen di antar paling terakhir.


"Aku menginap di rumah Sandra jadi aku turun di sini juga." Ucap Karen sambil membuka mobil.

__ADS_1


"Kenapa tidak pulang?" Tanya Tio dengan wajah kecewa lagi.


__ADS_2