Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Hamil


__ADS_3

Di tempat yang berbeda tepatnya di kota Palembang di mana orang tua Kasandra memiliki rumah minimalis.



"Karen, kamu tidak salah makan melulu, lihatlah badanmu tambah gendut?" ledek Sandra.


"Apa yang dikatakan Sandra benar kalau perut Karen tambah gendut, apakah belum kenyang juga? kami saja habis satu piring tapi liat dirimu hampir menghabiskan 4 piring." kata Kasandra sambil menggelengkan kepalanya.


"Namanya laper ya makanlah, aku juga tidak tahu kenapa aku kok hawanya laper terus. Kita pergi ke supermarket ya mau beli cemilan, cemilan tinggal menipis aku mau stock banyak." pinta Karen setelah habis mengunyah makanan.


"Ya iyalah yang sering ngabisin kan kamu Ren?" jawab mereka bersamaan.


"Hehehe... " Karen terkekeh-kekeh sambil tersipu malu.


Selesai makan, merekapun bertiga pergi ke supermarket belanja kebutuhan sehari - hari dan belanja cemilan hingga empat keranjang penuh makanan dan minuman setelah itu barulah mereka pulang setelah mereka selesai membayar belanjaan.


Sampai rumah barang - barang dikeluarkan dan dimasukkan ke dapur mereka saling membantu. Karen yang menaruh barang - barang yang ada di bawah sedangkan Sandra menaruh barang yang di tengah sedangkan Kasandra yang atas karena mereka bertiga Kasandra lah yang paling tinggi.


Satu jam pekerjaan beres Sandra dan Kasandra sudah selesai dan mereka berdua langsung pergi ke kamar masing-masing untuk mandi karena tubuh mereka lengket sedangkan Karen sebentar lagi selesai.


Akhirnya pekerjaan Karen sudah selesai kemudian Karen berdiri namun tiba-tiba kepalanya sangat pusing namun Karen berusaha menahan rasa pusingnya.


bruk


Tubuh Karen meluncur ke arah lantai seperti tidak bertulang bersamaan Karen tidak sadarkan diri tanpa diketahui oleh ke dua sahabatnya.


Ke dua sahabatnya kini sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai kemudian mereka langsung menonton tv di ruang keluarga.


"Kasandra, Karen kemana ya? Tadi aku ke kamarnya tidak ada ya?" tanya Sandra.


"Iya San, aku juga tidak lihat, coba kita cek di dapur jangan - jangan itu anak lagi ngemil lagi." ucap Kasandra.


"Hahahaha... bisa jadi." jawab Sandra sambil menertawakan Karen.


Mereka berdua menertawakan temannya sekaligus sahabat nya yang hobby makan.


"Kita kaget tin, Karen yuk." Ajak Sandra.


"Ayuk." Jawab Kasandra singkat.


Kasandra mematikan tv kemudian mereka berjalan mengendap - endap untuk mengagetkan Karen. Namun ketika sampai di dapur mereka kaget melihat Karen tidur di lantai dapur. Ke duanya langsung berlutut di lantai kemudian Sandra mengangkat kepala Karen.


"Karen, kamu ngapain tidur di lantai, kekenyangan ya?" Tanya Kasandra sambil menepuk - nepuk pipi Karen dengan perlahan.


"Lantainya dingin tidur di kamar, sana." ucap Sandra sambil ikut menepuk pipi Karen.


Berkali - kali di panggil Karen tidak juga bangun merekapun mengangkat Karen ke tempat tidur. Sandra memberi minyak angin agar Karen tersadar sedangkan Kasandra mengeluarkan stetoskop mengecek denyut nadi dan perut, namun tiba-tiba Kasandra sangat terkejut dan memandang sahabatnya yang bernama Sandra.


"Kenapa kok ngeliat aku seperti itu? Memang aku cantik jadi jangan memandangku seperti itu?" ucap Sandra sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Gr, apa aku salah ya?" Tanya Kasandra.


"Salah apa?" Tanya Sandra.


"Karen hamil?" Jawab Kasandra.


"What???" teriak Sandra.


"Iya aku tadi ngecek perutnya ada detak jantung bersahutan, kita bawa ke rumah sakit tapi tunggu Karen sadar dulu, kamu siapin dulu mobilnya." pinta Kasandra.


"Ok." jawab Sandra singkat.


Tidak berapa lama Karen tersadar dan bangun dari pingsannya. Kasandra mengajak Karen ke rumah sakit untuk di periksa kebetulan Kasandra dokter kandungan.


Awalnya Karen menolaknya karena dipaksa akhirnya pasrah dan ikut mereka berdua. Sampai di rumah sakit mereka bertiga masuk ke ruangan Kasandra. Karen bingung tapi karena desakan dua sahabatnya akhirnya bisa pasrah dan menuruti.


Karen berbaring sedangkan Kasandra membuka sebagian baju bawah Karen kemudian diolesi gel yang dingin. Kasandra mengambil alat usg dan ditempelkan ke perut Karen.


"Karen, lihat gambar itu?" ucap Kasandra sambil menunjuk layar yang menampilkan satu kantong isinya empat bulatan.


"Itu ada ada empat bulatan apa ya?" tanya Karen dengan wajah bingung.


" Kamu hamil, sepertinya anakmu kembar empat." jawab Kasandra.


Duar

__ADS_1


Bagai petir di siang hari, itu yang dirasakan oleh Karen setelah mengetahui dirinya hamil tanpa suami.


"Apa?" jawab Karen dan Sandra bersamaan dengan wajah terkejut.


"Iya La, kamu hamil." jawab Kasandra.


"Bagaimana ini aku hamil tapi belum menikah hiks hiks..." ucap Karen sambil terisak.


"Yang sabar ya." Ucap Kasandra dan Clarissa bersamaan.


"Apa aku gugurkan saja kandunganku?" Tanya Karen dengan wajah bingung.


"Jangan, bayinya tidak berdosa, ayahnya juga tidak berdosa tapi yang berdosa adalah Tio, gara - gara dia kamu jadi seperti ini." jawab Sandra.


"Betul kata Sandra, terlebih banyak wanita yang ingin hamil tapi sulit mendapatkan keturunan, apakah kamu ingin menambah dosa dengan membunuh bayimu?" Tanya Kasandra sambil memberi nasehat.


"Hiks hiks hiks aku tidak sanggup mengurus sendiri apalagi kita tidak selamanya selalu bersama karena kalian pasti akan menikah lalu aku tinggal sendiri mengurus empat anakku." ucap Karen sambil terisak.


"Saya akan menikah setelah anakmu 5 tahun dan selama kita tinggal bersama aku akan membantu mengurus anakmu." jawab Sandra.


"Saya juga akan menikah setelah 5 tahun dan selama kita tinggal bersama aku akan mengurus, memandikan dan kita bisa saling bekerjasama mengurus anak - anakmu." jawab Kasandra


"Hiks.. hiks.... hiks... Kalau kekasih kalian tetap memaksa untuk menikah bagaimana? aku tidak mau egois hanya memikirkan diri sendiri." ucap Karen sambil masih terisak.


"Aku akan tetap memaksanya jika mereka tidak setuju berarti bukan jodoh." jawab mereka serempak.


"Terima kasih, kalian memang sahabat sejatiku." ucap Karen dengan wajah terharu.


"Kita memang sahabat dari kita taman kanak-kanak sampai lulus kuliah. Semoga persahabatan kita abadi." ucap Sandra.


Merekapun berpelukan saling menguatkan satu dengan lainnya. Persahabatan yang tulus yang tidak mementingkan dirinya sendiri.


Ibarat bila tangan terluka maka mata akan menangis begitu pula bila mata menangis maka tangan akan menghapus air mata. Saling membutuhkan


Merekapun pulang menaiki mobil dan sambil berbincang - bincang waktu taman kanak-kanak hingga sekarang. Mereka berdua mengungkit masa lalu agar Karen terhibur dan tidak sedih lagi.


Usaha mereka tidak sia-sia karena Karen terhibur, mereka saling tertawa hingga tidak berasa sampai di rumah. Mereka masuk dan santai di ruang tamu.


"Sandra, rencana besok jadi kamu membeli ruko di mall untuk membuka toko butik khusus pakaian pengantin?" tanya Karen.


"Pasti jadi karena aku bosan kalau nganggur, kalau kamu?" tanya Sandra balik.


" Kenapa kamu melamar tanpa ijasah?" tanya mereka serempak.


"Kalau pakai ijasah asli akan ketahuan siapa aku sebenarnya, aku ingin menghindari pria brengs**k itu. Kamu kan tahu dia seorang CEO pasti suatu saat nanti pasti aku akan ketemu, karena itulah aku terpaksa menyamar." Jawab Karen menjelaskan.


"Untung aku sudah kerja jadi santai dikit." ucap Kasandra.


"Ya Bu dokter yang cantik." jawab Karen dan Sandra bersamaan sambil tertawa bersama - sama.


Tiga gadis cantik bercanda dan tertawa bersama, hingga tidak terasa hari sudah siang merekapun saling membantu memasak dan makan bersama.


Keesokkan harinya Karen, Kasandra dan Sandra pergi ke tempat tujuan dengan mengendarai mobil. Saat ini Kasandra yang mengendarai mobil dan mengantar ke dua sahabatnya karena mereka bergantian mengendarai mobil. Jarang ada konflik atau bermusuhan karena mereka berusaha untuk tidak menyakiti perasaan masing - masing.


Karen pertama turun dari mobil, hari ini Karen melamar menjadi sekretaris menggunakan kacamata tebal, memakai baju yang agak kebesaran sesuai apa yang dikatakannya.


Karen masuk ke dalam perusahaan dan menanyakan ke bagian penerima tamu atau resepsionis. Resepsionis memandang rendah Karen yang bernampilan culun sambil menunjukkan lantai tiga puluh lima. Karen berjalan dan masuk ke dalam lift diikuti oleh beberapa orang, mereka memperhatikan dan merendahkan Karen karena penampilannya seperti orang kampung.


Ting


Pintu terbuka dan Karen keluar dari pintu lift dan berjalan menuju keruangan meating, di dalam melihat para wanita hampir semuanya memakai pakaian yang kurang bahan. Banyak wanita yang mencibir Karen karena penampilannya. Karen hanya diam dan tidak memperdulikannya.


Manager mengatakan ada 200 orang yang melamar kerja sehingga dibagi menjadi 4 kelompok. Karen kelompok 4. Setiap kelompok terdiri 50 orang dan diambil 10 orang.


Setelah lama menunggu giliran Karen dipanggil. Karen menyelesaikan hanya waktu 20 menit dari 45 menit yang diberikan. Karen diam hanya memperhatikan orang - orang yang mengerjakannya. Salah seorang manager memperhatikan lalu menghampiri Karen dan menegurnya


"Nona, kerjakan soal - soalnya nanti waktunya habis, ini masih ada waktu 25 menit lagi." perintah petugas pengawas seleksi penerimaan karyawan baru.


"Saya sudah selesai Pak, karena itu saya menunggu mereka." Jawab Karen.


"Mana kertasnya, silahkan keluar dan tunggu informasinya besok." ucap petugas pengawas seleksi penerimaan karyawan baru.


"Ini kertasnya. Terima kasih." Jawab Karen lalu meninggalkan ruangan tes.


Karen pulang memesan taksi online. Badannya sangat lelah dan ingin tidur dan tentunya sebelum tidur makan dulu baru bisa tidur.

__ADS_1


Sampai di rumah Karen membuka kulkas dan memulai masak. Karen sangat bersyukur di kehamilannya dirinya tidak mual ataupun ngidam hanya makannya saja dalam porsi yang besar. Selesai makan, Karen tidur dengan pulas.


*****


Pagi yang cerah secerah hati mereka bertiga dan hari ini giliran Sandra mengendarai mobil, mengantar Karen terlebih dahulu karena kemarin sore Karen mendapatkan pesan kalau besok pagi di suruh datang untuk test kedua. Setelah itu Sandra mengantar Kasandra dan terakhir dirinya berangkat ke toko.


Karen masuk ke lobby, para pelamar tidak sebanyak yang dulu tersisa empat puluh orang pelamar dari dua ratus pelamar.


Semua masuk ke dalam ruangan dan diberi tes tertulis dan mengatakan akan diambil lima orang calon pegawai, mereka akan langsung diterima tapi di bagian berbeda.


Sekretaris Direktur Utama, Sekretaris Wakil Direktur, sekretaris Direktur Pemasaran, Sekretaris Direktur Manager dan Sekretaris Direktur Keuangan.


Waktu yang dipergunakan dua puluh lima menit membuat para pelamar dengan serius mengerjakan soal - soal yang sangat sulit karena kebanyakan menggunakan bahasa asing.


Karen membaca dan menjawab soal - soal pertanyaan. Hanya lima belas menit Karen sudah selesai dan langsung diberikan ke petugas yang bertugas di ruangan tersebut.


Hal itu membuat semua yang ada di dalam ruangan sangat terkejut termasuk petugas yang menjaga dan melihat para pelamar.


"Nona, apakah anda menyerah karena soal - soalnya sangat susah?" tanya petugas dengan nada mengejek


"Iya susah sekali Pak, saya menyerah." ucap Karen sambil tersenyum.


"Hahahaha...." Semua orang menertawakan Karen.


Karen tidak memperdulikan hal itu malah pergi meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke tempat Sandra untuk membantu sahabatnya.


Bagian yang bertugas hanya menggelengkan kepala dan menaruhnya langsung dimeja tapi ada salah satu petugas yang iseng membacanya apakah ada yang dijawab atau kosong sama sekali tidak ada jawaban.


Petugas tersebut terkejut semua sudah dijawab dengan benar tidak ada satupun yang salah.


"Hei bro, lihat jawabannya benar." bisik petugas pertama.


"Ah masa? coba kulihat." bisik petugas dua.


Petugas dua membaca jawabannya ternyata benar semua tidak ada satupun yang salah.


"Iya benar, ternyata dia merendah, aku sangat malu karena telah merendahkannya." ucap petugas tersebut.


"Sama." Jawab yang lainnya bersamaan.


Tidak berapa lama satu demi satu para pelamar sudah menyelesaikan tinggal menunggu hasilnya besok. Kalau lulus tes mereka akan dipanggil lagi dan melakukan tes terakhir karena lusa mereka berlima akan bekerja dan ditempatkan berdasarkan divisinya.


Setelah para pelamar kerja sudah pulang para pegawai HRD sebanyak enam orang mengecek siapa saja lima orang yang dipanggil.


Setelah mendapatkan hasilnya langsung diserahkan ke Manager HRD untuk diteruskan ke Direktur Utama karena kebetulan baru datang melihat perusahaan cabangnya.


tok


tok


tok


"Masuk" Jawab Direktur Utama.


" Tuan ini lima orang pendaftar calon sekretaris." ucap manager HRD sambil menyerahkan lima berkas pelamar.


"Hmmm." Jawab Direktur Utama berupa deheman.


Direktur utama melihat foto dan data diri pelamar dan hasil kerjanya


"Semua kebanyakan lulusan luar negri bahkan ada satu yang kuliah di Indonesia tapi ini kenapa ada lulusan SMA apakah kamu tidak salah?" tanya Direktur utama.


"Maaf tuan itu tidak salah." jawab Manager HRD


"Tapi bagaimana bisa?" tanya Direktur Utama penasaran.


"Saya juga bingung tuan nona ini bisa menyelesaikan soal dengan cepat dan semua jawabannya benar semua." Jawab Manager HRD.


"Menarik." Ucap Direktur Utama sambil tersenyum nyaris tidak terlihat.


"Hmmm... Maaf Tuan jika besok nona itu dipanggil dan menyelesaikan soal - soal dengan cepat apakah tuan setuju nona itu menjadi sekretaris Tuan?" tanya Manager HRD agak takut.


"Tidak masalah yang penting saya tidak suka mempunyai sekretaris yang genit." Jawab Direktur Utama dengan nada santai.


"Baik Tuan." jawab Manager HRD.

__ADS_1


"Oh ya besok pagi saya akan berangkat lagi ke kantor pusat saya percayakan kantor ini padamu." pinta Direktur Utama.


"Baik tuan." jawab Manager HRD.


__ADS_2