
Ctak
"Aduh ... Sakit ..." Ucap Karen sambil mengelus keningnya yang di sentil oleh Rico.
Rico menyentil kening Karen membuat kening Karen agak sedikit memerah. Rico yang melihatnya menjadi bersalah dan mengelus kening Karen sambil meniup kening Karen.
"Maaf, kan ada Daddy yang akan membiayai semua kebutuhan Mommy dan anak-anak kita nantinya." Jawab Rico sambil mengusap rambut Karen dengan lembut.
Karen hanya tersenyum namun entah mengapa tiba-tiba dirinya ingin merasakan kembali sentuhan dari Rico entah karena keinginan dari ke empat janinnya yang ingin di tengok atau memang dirinya sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari Rico. Entahlah Karen tidak tahu.
Karen masih ingat dengan jelas bagaimana dulu dirinya beberapa kali mendapatkan pelepasan dan rasanya sampai ke ubun-ubun. Hal itu membuat wajah Karen merona merah dan langsung menundukkan wajahnya membuat Rico mengerutkan keningnya.
"Ada apa? Kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?" Tanya Rico beruntun sambil mengulurkan tangannya ke arah kening Karen dengan wajah kuatir.
Grep
"Aku tidak sakit." Jawab Karen sambil menahan tangan Rico dan diletakkan di salah satu paha milik Rico.
"Lalu kenapa wajahmu memerah?" Tanya Rico penasaran.
"Anak-anak kita sepertinya ..." Ucap Karen menggantungkan kalimatnya sambil jari telunjuk kanan dan kiri di satukan lalu dipisahkan begitu terus.
Contohnya seperti ini 👉👈
"Anak-anak kita kenapa?" Tanya Rico sambil mengelus perut Karen yang sudah mulai membesar.
"Kangen sama Daddy nya, maukah kak Rico menengok anak - anak kita?" Tanya Karen dengan wajah semakin memerah.
"Cara menengoknya bagaimana? Kan anak-anak kita masih di dalam perut Mommy." Jawab Rico pura-pura polos.
"Sudahlah lupakan perkataan Mommy." Ucap Karen sambil turun dari sofa dan berdiri untuk bersiap meninggalkan ruang kerja milik Rico.
Grep
"Mommy mau kemana?" Tanya Rico sambil menahan tangan Karen.
"Mau melanjutkan pekerjaan yang tertunda." Jawab Karen dengan nada masih kesal.
Grep
Rico berdiri kemudian memeluk Karen dari arah samping.
__ADS_1
"Daddy juga ingin merasakan kembali karena sudah lama adik kecil milik Daddy tidak pernah di asah takutnya karatan." Bisik Rico sambil membawa Karen ke arah kamar pribadinya yang tidak pernah dimasuki oleh siapapun kecuali dirinya.
Bugh
"Nyebelin." Ucap Karen sambil memukul bahu Rico dan tersenyum dengan perkataan vulgar Rico.
"Tapi sukakan." Goda Rico.
Karen hanya tersenyum malu hingga mereka sudah sampai di kamar pribadi milik Rico. Rico menarik dasinya yang terasa seperti tercekik kemudian melepaskan dasi tersebut dan membuangnya secara asal.
Satu persatu pakaian milik Rico di lepas begitu pula dengan Karen yang tiba-tiba merasakan tubuhnya terasa gerah karena faktor hamil dan udaranya yang lumayan panas.
Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun kemudian mereka berbaring di ranjang. Rico membelai perut Karen yang membuncit hingga ke empat anak kembarnya memberikan respon membuat Rico tersenyum bahagia.
"Perut Mommy lucu ketika anak-anak kita menendang-nendang." Ucap Rico.
"Anak-anak kita selalu merindukan Daddy karena itulah ketika sudah bertemu dengan Daddy, anak-anak kita langsung menendang-nendang." Jawab Karen.
"Terima kasih untuk tidak menggugurkan ke empat anak kembar kita." Ucap Rico sambil tangannya masih membelai perut Karen dengan lembut.
"Waktu pertama kalinya aku tahu kalau aku hamil awalnya ingin menggugurkan kandunganku tapi ke dua sahabat baikku menasehati ku untuk tidak melakukannya bahkan mereka berdua berjanji untuk tidak menikah selama lima tahun demi merawat ke empat anak kita." Ucap Karen.
"Maaf kalau waktu itu pikiranku sempit dan aku tahu pasti Kak Rico pasti kecewa denganku dan tidak ingin menikah denganku." Sambung Karen lirih dengan mata berkaca-kaca.
Cup
"Kok manggilnya kak Rico, Daddy." Jawab Rico.
"Daddy tidak mungkin marah ataupun kecewa dengan Mommy karena Daddy tahu wanita yang belum menikah tapi sudah hamil duluan pasti akan mendapatkan hinaan dari orang lain. Daddy akan tetap menikahi Mommy secara sederhana dan acara resepsi pernikahan kita diadakan secara meriah agar seluruh dunia tahu kalau Mommy adalah istriku dan empat anak kembar kita adalah anak kandungku." Sambung Rico.
Cup
"Iya Daddy dan terima kasih Daddy tidak marah sama Mommy." Jawab Karen sambil mengecup bibir Rico secara singkat.
Cup
"I Love You Mommy." Bisik Rico kemudian mengecup istrinya secara singkat.
"I Love You Too." Bisik Karen membalas ucapan suaminya.
Rico tersenyum kemudian mencium bibir Karen kembali sambil tangannya memainkan salah satu pucuk gunung kembar milik Karen membuat Karen memejamkan matanya menikmati sentuhan Rico.
__ADS_1
Setelah beberapa saat menepuk dada Rico tanda dirinya kehabisan nafas. Rico yang mengerti langsung melepaskan ciumannya kemudian menjilati bibirnya.
"Bibirmu sangat manis dan rasanya tidak pernah berubah ketika kita berada di kamar hotel." Ucap Rico sambil kembali memainkan salah satu pucuk gunung kembar milik Karen.
Selesai mengatakan hal itu Rico mencium leher Karen dan meninggalkan jejak kemerahan di berbagai tempat kemudian berlanjut memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung himalaya dan menyusunya seperti bayi yang kehausan.
"Ahhhhhhh..." Ucap Karen sambil memegang kepala Rico dan mengeluarkan suara merdunya.
Rico dengan hati-hati melakukan pemanasan karena saat ini Karen sedang hamil dan tidak ingin menyakiti ke empat anak kembarnya. Hingga setengah jam kemudian mereka berlanjut ke permainan inti.
Ke dua kaki Karen diletakkan di ke dua bahu Rico kemudian memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam dimana dikelilingi oleh rumput hitam namun tertata dengan rapi dan bersih.
Jleb
"Ahhhhhhh ... Daddy .... " Ucap Karen ketika tubuh mereka disatukan.
"Enak sayang?" Tanya Rico mengubah panggilan.
"Enak banget Sayang." Jawab Karen.
Rico hanya tersenyum kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya.
Rico sengaja bermain sebentar mengingat dirinya tidak ingin egois mengingat kandungan Karen lemah dan tidak boleh mengalami lelah.
Rico menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Karen kemudian memiringkan tubuhnya agar menatap wajah Karen.
"Mommy tidurlah di sini karena Daddy hari ini ada pekerjaan yang lumayan banyak supaya kita pulang cepat karena Daddy akan memperkenalkan Mommy ke orang tua Daddy." Ucap Rico.
"Mommy takut kalau ke dua orang tua Daddy tidak menyukai Mommy." Ucap Karen.
"Ke dua orang tuaku sangat baik begitu pula dengan adik kembarku jadi Mommy tidak perlu takut." Jawab Rico sambil turun dari ranjang.
Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian Rico berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Tanpa punya rasa malu sedikitpun tubuh Rico yang tidak menggunakan sehelai benangpun berjalan dengan santai membuat Karen memalingkan wajahnya.
"Daddy, kenapa tidak memakai pakaian?" Tanya Karen dengan nada protes.
"Khusus sama Mommy, Daddy tidak memakai pakaian." Jawab Rico sambil mendorong pintu kamar mandi.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1