
Daddy Raka berjalan ke arah kamar paling ujung kemudian masuk ke dalam kamar tersebut di mana putra sulungnya yang bernama Rico, Ronald dan Marcel berada di ruangan tersebut.
"Sebenarnya ada apa Daddy memanggil kami ke sini?" Tanya Rico penasaran setelah Daddy Raka menutup pintu tersebut dengan rapat.
"Tadi Mommy cerita ke Daddy kalau Mommy sangat marah sama para tamu undangan yang menghina istrimu dan adik iparmu yang bernama Adrian karena itulah Daddy memanggil kalian." Ucap Daddy Raka sambil memperhatikan putra sulungnya dan ke dua sahabat putranya yang sangat setia bergantian.
Tanpa sepengetahuan istrinya kalau Daddy Raka tidak benar-benar melepaskan dunia mafianya karena dirinya keturunan mafia. Istrinya selalu memintanya untuk melepaskannya membuat Daddy Raka terpaksa berbohong kalau dirinya sudah melepaskannya dan hanya mengurus perusahaan.
Oleh karena itulah ketika dirinya keluar dari kamarnya, dirinya meminta maaf ke istrinya karena belum melepaskan dunia mafianya.
Dulu Daddy Raka pernah melepaskan dunia mafianya namun banyaknya musuh yang mengusik keluarganya membuat Daddy Raka tidak jadi melepaskannya.
Hanya bedanya dulu dirinya menjual berbagai jenis senjata api namun ketika menikah dirinya berhenti dan hanya menyerang orang yang ingin mengusik ketenangan keluarga yang sangat disayanginya.
"Jujur Rico juga sangat marah terhadap mereka karena ulah mereka membuat istriku sangat sedih terlebih istriku sekarang lagi hamil kembar empat dan Rico takut terjadi sesuatu dengan ke empat anak kami." Ucap Rico.
"Jadi apa yang mesti kami lakukan Dad? Apa perlu kita hancurkan perusahaan mereka?" Tanya Ronald.
"Daddy, apa kita hancurkan mereka semua mengingat mereka telah menghina keluarga kita?" Tanya Marcel.
Ronald dan Marcel sudah menganggap orang tua Rico sebagai orang tua kandungnya karena itulah mereka berdua memanggil Daddy Raka dengan sebutan Daddy.
"Mommy mengatakan kalau perusahaan mereka di bikin bangkrut tapi Daddy ingin selain bangkrut mereka harus mati dengan cara pura-pura bunuh diri." Ucap Daddy Raka.
"Daddy akan menghubungi orang kepercayaan Daddy untuk menyuruh orang meliput berita kalau mereka bu nuh diri karena stress perusahaan kebanggaan mereka bangkrut padahal kita yang mengaturnya kalau mereka sebenarnya mati bukan karena bu nuh diri melainkan kita yang membunuhnya." Sambung Daddy Raka.
"Rico setuju Dad, kalau hanya bangkrut saja bisa jadi mulut mereka akan berkoar - koar kalau perusahaan mereka bangkrut karena ulah keluarga kita." Ucap Rico.
"Aku juga setuju." Jawab Marcel dan Ronald bersamaan.
"Ok, kalau begitu kita bergerak sekarang, Daddy bersama anak buah Daddy akan membuat Tuan Belek dan istrinya seakan mati bu nuh diri, Rico bersama anak buahnya akan membuat Tuan Kulit Lumpia bersama istrinya seakan bunuh diri." Ucap Daddy Raka.
__ADS_1
"Ronald dan Marcel, apakah kalian masih ingat siapa yang menghina keluarga kita?" Tanya Daddy Raka.
"Masih Dad, Aku akan membuat Tuan Paijo bersama istrinya bu nuh diri." Ucap Ronald.
"Kalau aku akan membuat Tuan Lemu Ireng bersama istrinya juga mati karena bu nuh diri." Ucap Marcel.
"Baik, kalau begitu kita berangkat sekarang dan besok kita lanjutkan lagi ke target berikutnya hingga tidak ada satupun yang tersisa." Ucap Daddy Raka.
"Rico akan menyuruh orang kepercayaan Rico untuk membuat rem blong untuk dua kepala keluarga bersama istrinya. Tuan Long Dres dan Tuan Long Tong mati mengenaskan karena yang Rico dengar mereka akan pergi." Ucap Rico.
"Aku juga akan membuat dua mansion milik Tuan Gen Dut dan Tuan Gen Lang habis terbakar bersama keluarganya yang sangat sombong." Ucap Ronald yang sangat membenci orang-orang yang merendahkan dirinya.
"Bagus ide kalian kalau begitu kita pergi sekarang." Ucap Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab Rico, Ronald dan Marcel bersamaan.
Mereka pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke tempat tujuan masing-masing dengan menggunakan mobil berbeda bersama anak buahnya.
xxxxxxx
Karen terpaksa membuka matanya dan perlahan bangun untuk mencari keberadaan suaminya yang mendadak pergi entah kemana.
"Daddy pergi kemana? Di kamar mandi tidak ada suara air yang gemericik. Apakah pergi keluar?" Tanya Karen sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Lima menit kemudian Karen keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil dress yang sudah di siapkan oleh orang kepercayaan suaminya.
Selesai memakai dress, Karen keluar dari kamarnya bersamaan Ibu mertuanya yang bernama Mommy Nicole juga membuka pintu kamarnya yang kebetulan kamar mereka saling berhadapan.
"Karen mau kemana?" Tanya Mommy Nicole.
"Mau mencari Kak Rico, Mom." Jawab Karen jujur.
__ADS_1
"Daddy juga tiba - tiba menghilang, apa mereka pergi bersama? Tapi pergi kemana?" Tanya Mommy Nicole sambil berpikir.
'Apa jangan-jangan suamiku berbohong kalau Suamiku sudah melepaskan dunia mafia?' Tanya Mommy Nicole dalam hati.
"Karen juga tidak tahu Mom, apa jangan-jangan Kak Rico mencari wanita lain?" Tanya Karen dengan wajah kuatir.
"Hush... Putraku tidak mungkin melakukan itu. Daddy dan Rico adalah pria yang setia, mungkin ada sesuatu masalah yang harus mereka selesaikan." Jawab Karen.
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar pengantin dokter Adrian dengan Rani terbuka membuat Mommy Nicole dan Karen memalingkan wajahnya ke arah samping di mana kamar itu berada di sebelah kamar Karen.
Mereka melihat dokter Adrian membuka pintu dengan lebar agar istrinya bisa berdiri di sampingnya.
"Kok Mommy dan Kak Karen tidak tidur?" Tanya Rani.
"Daddy dan kakakmu tiba-tiba pergi entah kemana karena itulah Mommy dan Karen tidak tidur. Mommy sudah menghubungi Daddy tapi nomernya tidak aktif." Jawab Mommy Nicole.
"Daddy dan Kak Rico pergi kemana ya? .... (Sambil berpikir) Coba aku hubungi Kak Marcel atau Kak Ronald." Ucap Rani sambil membalikkan badannya untuk mengambil ponselnya.
"Adakah di sini yang mempunyai laptop?" Tanya Karen tiba-tiba.
"Aku punya laptop, bagaimana kalau masuk ke dalam kamar kami." Ajak dokter Adrian.
"Ok." Jawab Mommy Nicole dan Karen bersamaan.
Mereka masuk ke dalam kamar dokter Adrian hingga mereka melihat Rani sedang menghubungi seseorang siapa lagi kalau bukan Ronald.
"Ponsel Kak Ronald tidak aktif, coba aku telepon Kak Marcel." Ucap Rani.
Rani mencoba menghubungi Marcel tapi lagi-lagi tidak aktif hingga akhirnya dirinya mencoba menghubungi Kakak kembarnya tapi juga sama ponsel milik Rico juga tidak aktif.
__ADS_1
"Aneh, ponsel Kak Rico, Kak Ronald dan Kak Marcel tidak aktif. Coba aku hubungi Daddy siapa tahu aktif." Ucap Rani yang tidak ingin menyerah.
"Apa yang akan kamu lakukan Karen?" Tanya Mommy Nicole ketika melihat Karen sedang mengutak-atik laptop milik dokter Adrian.