Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Dendam


__ADS_3

Karen, Sandra dan gadis itu kini menunggu di ruang operasi. Mereka berdoa dan berharap agar operasi berjalan dengan lancar dan berhasil sehingga bisa berkumpul dengan keluarganya.


Empat Jam Kemudian


Ceklek


Pintu ruang operasi terbuka dokter keluar dengan tertunduk lesu.


"Dok, gimana ibu saya?" tanya gadis itu sambil menangis.


"Maaf kami sudah berusaha menyelamatkan semampu kami tapi Tuhan berkehendak lain Maafkan kami." kata dokter itu sambil menundukkan kepalanya dengan lesu.


"Tidak, ibuuuuuu hiks hiks hiks." teriak gadis itu sambil terisak.


Gadis itu masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Karen dan Sandra. Gadis itu sambil menangis berlari menuju tempat ibunya berbaring di mana tubuhnya di tutupi dengan kain putih yang menutup seluruh badan ibunya kemudian dengan tangan bergetar membuka kain putih di kepala ibunya dan berteriak histeris tidak percaya kalau ibunya sudah meninggal secepat itu.


Dalam hatinya dia sangat benci dan dendam terhadap mantan bosnya tempat dia bekerja dan bersumpah akan membalas sakit hatinya.


Karen dan Sandra memeluk gadis itu untuk meredakan kesedihannya.


Setelah tangisannya agak reda jenasah ibunya langsung dimakamkan. Karen dan Sandra membayar semua biaya rumah sakit. Gadis itu mengucapkan terima kasih atas kebaikan Karen dan Sandra.


Karen kini sudah pulang ke rumah dan istirahat badannya sangat lelah walau sudah mandi tapi badan terasa sangat lelah dan tidak berapa lama langsung tertidur karena besok pagi ada acara di kampusnya.


Tiga Sahabat


 1. Karen


Orang tua Karen sudah meninggal ketika Karen masih bayi. Karen sebenarnya adalah anak orang kaya tapi sayang Pamannya di mana adik dari Ayahnya menguasai seluruh harta peninggalan orang tua Karen.


Selain menguasai seluruh harta orang tua Karen dengan kejinya Paman dan Tantenya membuang Karen di panti asuhan.


Dari bayi hingga lulus sekolah Karen tinggal di panti asuhan. Ketika kuliah sambil bekerja Karen hidup mandiri dan tidak pernah mengeluh. Karen bisa kuliah dengan jalur beasiswa karena Karen sangat pintar. Karen memiliki cafe hasil kerja sama dengan ke dua temannya Sandra dan Kasandra.


2. Sandra


Sandra memiliki ke dua orang tua yang lengkap, ayahnya seorang CEO dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Hidupnya yang bergelimpangan harta tapi tidak membuat mereka menjadi sombong uang yang berkelimpahan sebagian disisihkan ke orang - orang yang tidak mampu dan juga ke panti asuhan.


__ADS_1


Kasandra



Kasandra memiliki ke dua orang tua yang lengkap, ayahnya seorang CEO dan ibunya seorang dokter spesialis jantung. Hidupnya yang bergelimpangan harta tapi mereka tidak pernah sombong uang yang berkelimpahan sebagian disisihkan ke orang - orang yang tidak mampu dan ke panti asuhan sama seperti ke dua orang tua Sandra.


XXXXX


Jam satu tiga puluh menit, Rico dan asistennya Ronald pergi meeting dengan PT. Ngapain Aja di hotel Semangat Jaya. Ronald mengendarai mobil dengan kecepatan normal sedangkan Rico melihat ponselnya untuk mengecek perkembangan saham dan pekerjaan.


Tidak berapa lama sampailah mereka di hotel Semangat Jaya. Rico bersama Ronald berjalan memasuki lobby hotel. Ronald berjalan menuju ke bagian penerima tamu untuk menanyakan janji temu dengan kliennya.


Setelah di tunjuk tempatnya, Ronald berjalan dan mendekati Rico kemudian mereka berjalan menuju meja yang sudah dipesankan oleh kliennya.


Tidak berapa lama kliennya datang dan dua orang gadis dengan berpakaian seksi menuju ke arah mereka.


"Kenalkan saya CEO dari PT. Ngapain Aja dan nama saya Godain Kita Dong dan ini adik kandung saya sekaligus sekretaris saya namanya Aku juga Mau Di Godain." ucap gadis itu memperkenalkan dirinya sambil bersalaman.


Rico hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Ronald yang menyambut ke dua tangan gadis itu.


Godain Kita Dong yang berkerja sebagai CEO memanggil seorang pelayan.


"Maaf tuan mau pesan apa?" tanya Godain Kita Dong.


"Baik, kami pesan juice jeruk 2 dan lemon tea 2." ucap Godain Kita Dong kepada pelayan restoran sambil mengedipkan matanya.


Apa yang dilakukan Godain Kita Dong tidak luput dari pengamatan Rico dan Ronald tapi mereka pura - pura tidak tahu. Ronald mengambil ponselnya di dalam jasnya dan mengetik pesan setelah selesai ponselnya di simpan kembali ke dalam jasnya.


Mereka memperbincangkan bisnisnya dan terkadang kedua gadis itu sengaja membuka ke dua kancing kemejanya. Rico dan Ronald berusaha menahan amarahnya atas tindakan mereka berdua.


Tidak berapa lama minuman pun datang mereka pun minum berdasarkan pesanan masing - masing.


Kedua gadis itu melihat mereka berdua minum sambil tersenyum licik dan mereka saling memandang dan menahan tawa kemenangan karena misinya sebentar lagi berhasil.


'Habiskan minumannya sayang karena setelah kamu meminumnya kita akan melakukan yang enak-enak.' Ucap Godain Kita Dong dalam hati.


'Kamu adalah pria paling tampan Rico laki - laki yang tidak tersentuh dan pria terkaya jadi bersiaplah kamu harus bertanggung jawab untuk menikahiku.' sambung Godain Kita Dong dalam hati sambil meminum lemon tea.


'Sebenarnya aku lebih mencintai tuan Rico tapi kakakku malah menyukainya tapi sudahlah tidak ada rotan akar pun jadi dan Ronald sebenarnya laki - laki lumayan tampan bersiaplah kamu harus bertanggung jawab untuk menikahiku.' Ucap Aku juga Mau Di Godain dalam hati sambil meminum lemon tea.

__ADS_1


Mereka membicarakan bisnis sehingga ke dua belah pihak setuju dan menandatangani berkas dokumen.


"Silahkan dihabiskan minumannya tuan Rico dan tuan Ronald." pinta Aku juga Mau Di Godain sambil tersenyum dan menatap dengan tatapan menggoda.


Rico dan Ronald pun menghabiskan minumannya begitu pula dengan ke dua gadis tersebut.


"Kepalaku sangat pusing." Ucap ke dua gadis bersamaan sambil memegangi kepalanya.


"Kebetulan kami menginap di hotel ini, bagaimana kalau istirahat di kamar kami?" Tanya Ronald.


"Boleh," Jawab ke dua gadis tersebut bersamaan sambil tersenyum bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar.


"Aku akan menyuruh bodyguard ku untuk membawa kalian ke kamar kami." Ucap Ronald sambil menjentikkan jarinya.


"Ok." Jawab ke dua gadis tersebut bersamaan tanpa curiga sedikitpun.


Dua bodyguard tiba-tiba datang kemudian membantu ke dua gadis tersebut dan berjalan dengan perlahan ke arah lift.


Skip


Kini mereka masuk ke dalam kamar hotel yang sudah dipesankan oleh Ronald di kamar yang bersebelahan.


Sampai di kamar bodyguard pertama membaringkan Aku juga Mau Di Godain di ranjang.


Setelah berbaring bodyguard tersebut berjalan ke arah pintu kemudian membukanya dengan lebar di mana dua orang preman bertampang sangar datang.


"Puaskan gadis itu dan lakukan secara kasar kalau perlu kamu siksa sampai kamu puas dan setelah puas jual gadis itu ke tempat pelacuran." ucap bodyguard tersebut dengan nada dingin dan wajah datar sambil pergi dari kamar tersebut.


"Baik Tuan." Jawab ke dua preman bertampang sangar bersamaan sambil menundukkan setengah tubuhnya memberi tanda hormat.


Bodyguard tersebut berjalan ke arah lift dan melihat temannya keluar dari kamarnya menuju ke arah lift.


''Sudah beres?" Tanya temannya.


"Sudah dan sekarang aku akan laporan ke Tuan Rico." Jawab temannya sambil mengeluarkan ponselnya.


Rico dan Ronald kini duduk di dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya bersamaan ponsel milik Rico berdering sekali.


"Tuan semua sudah beres ke dua gadis itu sekarang masing-masing dua pria yang saya sewa."

__ADS_1


"Bagus."


Selesai membalas Tuan Rico menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


__ADS_2