Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Tamat


__ADS_3

Di ruangan kamar Daddy Raka, dimana Mommy Nicole sedang beristirahat di ranjang menunggu suaminya di kamar mandi.


Mommy Nicole tiba-tiba teringat dengan lingerie membuat Mommy Nicole turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah lemari. Dengan gerakan secepat kilat Mommy Nicole sudah memakai lingerie.


Mommy Nicole kemudian berjalan ke arah ranjang kemudian menutupi tubuhnya dengan menggunakan selimut bersamaan pintu kamar mandi terbuka membuat Mommy Nicole pura-pura memejamkan matanya.


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Daddy Raka dengan menggunakan celana boxernya, Daddy Raka melihat istrinya sudah tidur dengan pulasnya.


"Padahal Daddy ingin mengajak Mommy melakukan hubungan suami istri tapi Mommy malah tidur. Orang -orang melakukan malam pertama kan Daddy jadi pengen." Gumam Daddy Raka sambil berjalan ke arah ranjang.


Walau pelan tapi Mommy Nicole dapat mendengarnya dengan jelas membuat Mommy Nicole ingin tertawa. Daddy Raka berbaring di ranjang dan masuk ke dalam selimut tanpa menyadari kalau istrinya menggunakan lingerie.


Daddy Raka memeluk tubuh istrinya dan Mommy Nicole pura-pura membalas pelukan suaminya namun tangannya lama-kelamaan turun ke bawah hingga menyentuh tombak sakti milik suaminya.


Daddy Raka yang awalnya memejamkan matanya langsung membuka matanya untuk melihat istrinya.


'Masih tidur, kenapa memegang adik kecilku? Sudah tahu Daddy lagi nahan untuk tidak main tapi ini malah Mommy dengan sengaja memegang adik kecilku.' ucap Daddy Raka dalam hati sambil memegang tangan istrinya.


Daddy Raka menarik tangan istrinya namun Mommy Nicole menahannya sambil berbicara.


"Biarkan seperti ini Dad." Ucap Mommy Nicole tanpa membuka matanya.


"Tapi Mom, nanti kalau Daddy pengen bagaimana?" Tanya Daddy Raka sambil menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Kalau pengen kan tinggal main Dad." Jawab Mommy Nicole sambil membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya.


"Mommy serius?" Tanya Daddy Raka.


"Serius." Jawab Mommy Nicole.


Daddy Raka tersenyum kemudian menarik selimutnya dan membuangnya secara asal.


"Mommy nakal, ngerjain Daddy." Ucap Daddy Raka ketika melihat tubuh seksi istrinya terlebih menggunakan lingerie.


"Nakal sama Daddy, bolehkan?" Tanya Mommy Nicole dengan suara menggoda.


"Harus sama Daddy." Ucap Daddy Raka kemudian mencium bibir istrinya dengan lembut.


Merekapun melakukan hubungan suami istri sampai akhirnya mereka berdua tumbang karena kelelahan sampai pagi. Maklum ha x srat Daddy Raka sangat tinggi membuat Mommy Nicole sangat kelelahan. Mereka berdua tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


xxxxxxx


Kamar Rico dan Karen 


Rico dan Karen berjalan ke arah kamar mereka hingga di depan pintu Rico membuka pintu mobil dengan lebar agar Karen masuk ke dalam kamarnya kemudian di susul oleh Rico.


"Siapa yang mandi duluan?" Tanya Rico.


"Kak Rico dulu karena aku ingin membersihkan wajahku terlebih dahulu." Jawab Karen.


"Ok." Jawab Rico singkat sambil berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Karen berjalan ke arah meja rias kemudian membersihkan wajahnya dengan menggunakan pembersih dan penyegar setelah selesai Karen menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.


Ceklek


Rico membuka pintu kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang sedangkan Karen yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi membuat Karen berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.


Rico duduk di ranjang dengan bersandar di kepala ranjang sambil menatap istrinya masuk ke dalam kamar mandi sambil berpikir.


"Pasti semuanya melakukan hubungan suami istri termasuk Mommy dan Daddy sedangkan aku dan istriku tidak mungkin melakukannya karena Karen sedang hamil." Ucap Rico sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Lebih baik aku tidur saja karena kami tidak mungkin melakukan hubungan suami istri." Sambung Rico sambil berbaring di ranjang.


Rico yang hanya menggunakan celana boxernya hanya menyelimuti tubuhnya dengan menggunakan selimut hingga ke pinggang kemudian mulai memejamkan matanya.


Ceklek


Karen membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya sudah tidur dengan tubuh polosnya.


'Kenapa tiba-tiba aku ingin melakukan hubungan suami istri dengan suamiku ya?' Tanya Karen dalam hati dengan wajah bingung.


'Apakah kalian ingin dijenguk oleh Daddy kalian?' Tanya Karen dalam hati sambil membelai perutnya yang sudah membuncit.


Karen berjalan ke arah ranjang kemudian masuk ke dalam selimut yang sama dengan selimut suaminya.


Grep


Karen berbaring dengan posisi miring kemudian memeluk tubuh polos suaminya karena Rico hanya menggunakan celana boxer sedangkan Rico membiarkan istrinya memeluk dirinya.


Tangan Karen dengan sengaja masuk ke dalam celana boxer milik suaminya kemudian memainkan tombak saktinya membuat Rico membuka matanya dan melihat istri memejamkan matanya.


"Sayang." Panggil Rico.


"Ya." Jawab Karen singkat.


"Bisakah tangannya dikondisikan?" Tanya Rico sambil menikmati pijatan lembut dari tangan istrinya.


"Maksud Daddy?" Tanya Karen pura-pura tidak mengerti tanpa membuka matanya.


Grep


"Mommy sayang, Daddy saat ini ingin sekali menerkam Mommy tapi Mommy lagi hamil karena itulah Daddy berusaha untuk menahannya." Jawab Rico sambil menahan tangan istrinya.


"Daddy." Panggil Karen sambil membuka matanya.


"Ya." Jawab Rico sambil menatap tajam cantik istrinya.


"Anak - anak kangen sama Daddy dan minta di tengok." Ucap Karen.


"Mommy serius?" Tanya Rico tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Mommy serius, tapi pelan-pelan ya Dad dan jangan lama-lama." Ucap Karen.


"Baik, Daddy akan pelan - pelan dan tidak akan lama seperti biasanya." Ucap Rico.

__ADS_1


Merekapun melakukan hubungan suami istri hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar dari tombak sakti milik Rico. Sesuai dengan apa yang di minta oleh Karen, Rico hanya melakukan hubungan suami istri selama lima belas menit karena biasanya bisa setengah jam lebih. itu semua dikarenakan istrinya sedang hamil.


Setelah beberapa saat Rico menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping sambil membelai lembut perut Karen.


"Anak - anak Daddy dan Mommy, kalian sehat ya? Daddy tidak sabar menunggu kalian lahir." Ucap Rico.


Duak                          Duak


Duak                          Duak


Ke empat anak kembar mereka langsung memberikan respon dengan menendang tangan Rico membuat Rico tersenyum bahagia sedangkan Karen meringis ketika ke empat anak kembarnya serentak menendang.


"Kalian tidurlah, biar Mommy bisa tidur dengan nyenyak." Ucap Rico sambil masih membelai perut istrinya.


"Baik Daddy, Daddy juga tidur ya." Ucap Karen yang mengikuti suara anak kecil.


Rico hanya tersenyum begitu pula dengan Karen ikut membalas senyuman suaminya. Karen dan Rico sama-sama memejamkan matanya sambil saling berpelukan dan tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua tidur dengan pulasnya.


Enam Bulan Kemudian 


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, Karen sudah melahirkan dan mempunyai dua anak kembar laki-laki yang mirip dengan dirinya sedangkan dua anak kembar perempuan yang mirip dengan Rico.


"Kenapa ke dua anak laki-laki kalian mirip Karen sedangkan ke dua anak perempuan mirip Rico?" Tanya Daddy Raka sambil menggendong cucu laki-laki yang pertama.


"Tidak tahu Dad, tapi Rico sangat senang kini Rico sudah menjadi seorang Ayah." Ucap Rico dengan rasa bangga sambil menggendong putra ke dua.


"Lihat, berapa lucunya cucu Mommy dan Daddy." Ucap Mommy Nicole sambil menggendong cucu perempuan yang ke tiga.


"Iya Mom, lucu banget apalagi wajahnya sangat mirip dengan Kak Rico." Sambung Karen sambil menggendong putrinya yang nomer empat.


"Oh ya, siapa namanya?" Tanya Mommy Nicole.


"Pertama Reynald De Raka nama panggilan Rey, ke dua Raynald De Raka nama panggilan Ray, ke tiga Adara De Raka nama panggilan Adara dan yang ke empat Adira De Raka nama panggilan Adira." Jawab Rico.


"Nama yang sangat bagus." Puji Mommy Nicole.


"Terima kasih Mom." Jawab Rico dan Karen secara bersamaan.


Mereka berempat masing-masing menggendong Rey, Ray, Adara dan Adira. Untuk Marcel, Ronald, Rani dan Adriana bersama pasangan masing-masing tinggal di mansion masing-masing.


Daddy Raka memberikan mansion yang dekat dengan dirinya ke mereka termasuk Marcel. Awalnya Marcel menolak tapi karena permintaan Mommy Nicole membuat Marcel menerimanya.


Mereka hidup bahagia tanpa ada yang musuh mengusik kehidupan mereka karena siapapun yang mengusik hanya meninggalkan nama karena itulah para musuh tidak berani mengusik keluarga Raka.


Terlebih di sekeliling Daddy Raka di lindungi oleh putra sulungnya di tambah menantu dan juga dua pria yang menjadi sahabat baiknya yang sudah di anggap saudara oleh mereka.


Tamat


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.

__ADS_1


__ADS_2