
Malam menjelang pagi tiba-tiba ponsel milik Rico bergetar membuat Rico membuka matanya begitu pula dengan Karen. Rico duduk di ranjang kemudian Rico mengambil ponselnya yang ada di atas meja untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya dan ternyata Daddy Raka.
"Siapa yang menghubungi Kak?" Tanya Karen.
"Daddy." Jawab Rico sambil menggeser tombol berwarna hijau.
Daddy Raka menceritakan secara singkat apa yang telah terjadi setelah hampir lima belas menit sambungan komunikasi langsung terputus. Rico meletakkan ponselnya di atas meja kemudian turun dari ranjang.
"Rani, bagaimana keadaannya Kak?" Tanya Karen karena bisa dipastikan Daddy Raka menghubungi Rico karena masalah Rani.
"Rani, hanya terluka tapi tidak parah dan di rawat di ruang perawatan sebelah ruang perawatan kita." Jawab Rico.
"Kakak mau mandi dulu, nanti kalau perawat datang bilang Kakak yang akan menlap tubuhmu." Ucap Rico sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"Ok." Jawab Karen singkat.
Ceklek
Hingga lima belas menit kemudian pintu ruang perawatan terbuka membuat Karen menatap ke arah pintu. Karen melihat seorang perawat membawa baskom yang berisi air hangat dan handuk.
"Tolong di letakkan di meja nanti suamiku yang akan menlap tubuhku." ucap Karen.
Ceklek
Ketika perawat itu ingin mengatakan sesuatu bersamaan pintu kamar mandi terbuka membuat perawat itu menatap ke arah Rico tanpa berkedip.
"Pergilah, biarkan aku yang men lap istriku." Ucap Rico yang tidak suka di tatap seperti itu.
"Baik Tuan."Jawab perawat tersebut dengan wajah kecewa dengan ucapan Rico.
Perawat itupun pergi meninggalkan ruang perawatan kemudian Rico mengunci pintu ruang perawatan lalu mulai membasuh tubuh Karen hingga bersih.
Rico menahan diri dan sesekali menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat tubuh polos Karen.
"Seandainya kamu tidak sakit sudah Daddy makan." Ucap Rico sambil memakai pakaian ke tubuh Karen.
Karen hanya tersenyum hingga lima belas menit kemudian Rico sudah selesai men lap dan memakaikan pakaian ke tubuh Karen serta membuang air yang ada di dalam baskom di kamar mandi.
"Sayang, kamu tidak apa-apakan kalau menikah secara sederhana?" Tanya Rico memastikan sambil duduk di kursi dekat ranjang Karen.
"Tentu saja tidak apa-apa kalau diadakan secara sederhana walau Kak Rico ataupun orang tua Kak Rico tidak mengatakan itu Mommy akan meminta Daddy untuk merayakan pesta pernikahan secara sederhana demi janin ke empat anak kembar kita." Jawab Karen.
Rico tersenyum mendengar hal itu dan tidak berapa lama pintu di ketuk seseorang membuat Rico berdiri kemudian berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Ceklek
Rico membuka pintu dengan lebar dan melihat ke dua orang tuanya Daddy Raka berdiri di depan pintu. Mommy Nicole masuk ke dalam ruang perawatan dan di susul oleh suaminya yang bernama Daddy Raka.
"Lho katanya Mommy dan Daddy mau menunggu Rani di ruang perawatan?" Tanya Rico sambil berjalan ke arah ranjang kemudian membelai perut Karen.
"Rani tidur bersama calon suaminya jadi kami ke sini." Jawab Mommy Nicole sambil duduk di kursi dekat ranjang.
"Rico penasaran siapa nama calon suaminya karena Mommy dan Daddy hanya cerita kalau Rani akan menikah dengan seseorang." Ucap Rico.
"Rani akan menikah dengan dokter Adrian." Jawab Mommy Nicole.
"Apa dokter Adrian? Dokter Adrian yang bekerja di sini?" Tanya Rico dan Karen bersamaan dengan wajah terkejut.
"Memang benar." Jawab Raka.
"Dokter Adrian adalah sahabat baikku dan juga sahabat baik Kasandra serta Sandra waktu dulu kami masih kuliah." Jawab Karen.
"Bagaimana sifat Adrian? Apakah dia suka mempermainkan perasaan wanita?" Tanya Daddy Raka yang belum menyelidiki identitas dokter Adrian.
"Dokter Adrian sangat dingin terhadap semua wanita hanya sama aku, Kasandra dan Sandra yang bersikap baik dan tidak dingin." Jawab Karen dengan jujur.
"Kenapa begitu?" Tanya Raka yang masih penasaran.
"Waktu kami bertiga pulang larut malam dari cafe ..." ucapan Karen terpotong oleh Rico.
"Aku, Kasandra dan Sandra mempunyai cafe, kami bertiga menanam saham jadi setiap kami pulang kuliah kami pergi ke cafe untuk membantu empat karyawan kami. Hingga suatu ketika karena pelanggan datang lumayan banyak membuat kami bertiga pulang larut malam." Jawab Karen menjelaskan ke Rico kenapa dirinya pulang larut malam.
"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Rico yang wajahnya tidak lagi menakutkan seperti tadi.
"Dalam perjalanan pulang kami melihat seorang dikeroyok oleh sekelompok preman membuat mobil milik Kasandra berhenti. Kami bertiga langsung turun dari mobil kemudian membantu orang tersebut yang ternyata teman kuliah kami." Jawab Karen.
"Kami berempat melawan segerombolan preman tersebut dan pada akhirnya kami berempat bisa mengalahkan mereka hingga pada akhirnya kami bisa berteman baik dengan teman kami dan dia adalah dokter Adrian." Sambung Karen menceritakan awal pertemuan.
"Karena itu dokter Adrian mau berteman dengan kalian bertiga atau jangan-jangan dokter Adrian jatuh cinta dengan salah satu dari kalian bertiga makanya mau berteman?" Tanya Rico dengan nada kembali cemburu.
"Dokter Adrian mau berteman dengan kami bertiga dengan alasan, karena kami masing-masing menjaga privasi dan tidak bertanya tentang kehidupan kami masing-masing kecuali salah satu dari kami ingin bercerita." Ucap Karen.
"Kami sering bertemu waktu jam istirahat membicarakan soal-soal kuliah dan rencana memperluas cafe kami bertiga dan dokter Adrian tertarik untuk melakukan kerja sama." Sambung Karen menjelaskan.
"Kami jarang membicarakan masalah pribadi kebanyakan mengenai bisnis dan kerjasama membuat cafe baru. Setengah dari keuntungan kami sumbangkan ke orang - orang yang membutuhkan." Sambung Karen.
Daddy Raka, Mommy Nicole dan Rico tersenyum mendengar ucapan Karen yang perduli dengan orang lain.
__ADS_1
"Oh ya mengenai acara pernikahan, bagaimana kalau pernikahan kalian disatukan dengan adik kalian?" Tanya Karen memberikan usul.
"Kami setuju saja Mom." Jawab Rico dan Karen bersamaan.
"Bagus, kalau begitu seminggu lagi kalian menikah begitu pula dengan Rani bersama calon suaminya dokter Adrian." Ucap Mommy Nicole.
"Baik Mom." Jawab Rico dan Karen bersamaan lagi.
"Pernikahannya sederhana dulu nanti kalau Karen sudah melahirkan baru mengadakan secara mewah begitu pula dengan Rani." Ucap Mommy Nicole.
"Baik Mom." Jawab Rico dan Karen bersamaan lagi.
"Mommy dan Daddy pulang dulu kalau ada apa-apa hubungi kami." Ucap Mommy Nicole.
"Baik Mom." Jawab Rico sambil mencium punggung tangan Nicole dan Raka secara bergantian.
"Hati-hati di jalan, Mom, Dad." Sambung Karen setelah selesai mencium punggung tangan Mommy Nicole dan Daddy Raka.
"Terima kasih," Jawab Mommy Nicole sambil mengusap kepala Karen.
Mommy Nicole dan Daddy Raka pergi meninggalkan ruang perawatan sedangkan Rico kembali duduk di kursi samping ranjang calon istrinya.
Tujuh Hari Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya Karen dan Rani sudah pulang dari rumah sakit dan sama-sama di hias karena hari ini mereka akan menikah.
Walau pernikahan hanya secara sederhana tapi cukup mewah bagi Karen. Banyak tamu undangan yang datang dan memberikan selamat ke dua pasang pengantin.
Ada beberapa orang yang merasa sangat kecewa karena Rico dan Rani sudah menikah karena sebenarnya mereka berharap putra dan putri mereka yang bisa menikah dengan salah satu anak kembar dari pasangan Daddy Raka dengan Mommy Karen.
Maklumlah Raka terkenal dengan kekayaannya yang berlimpah ruah membuat mereka ingin ikut menikmati kekayaannya.
"Padahal waktu itu aku memperkenalkan putri kesayanganku tapi sayang Tuan Muda Rico tidak tertarik." Ucap salah satu rekan bisnisnya.
"Masih mending, kami sebagai orang tua Bela berencana menjodohkan Rico dengan putri kami karena teman masa kecil dan orang tua tuan muda Rico sudah setuju tapi sayang Tuan muda Rico tidak tertarik dan tidak menyetujui rencana perjodohan hingga membuat putri kami sedih dan pergi keluar negri untuk melupakan kesedihannya." Ucap rekan bisnis yang lainnya.
"Kasihan sekali putrimu, bagaimana kalau dijodohkan dengan putraku. Sebenarnya rencana mau aku jodohkan dengan Nona muda Rani tapi sayang Nona Muda Rani malah memilih dokter yang hanya gajinya kecil padahal gaji putraku lebih besar dari gaji dokter itu." Ucap rekan bisnisnya yang lainnya lagi.
"Aku juga sama padahal waktu itu kami datang mau menjodohkan putraku dengan putri tuan besar Raka tapi sayang putrinya malah menolak dan memilih dokter yang gajinya kecil." Sambung yang lainnya sambil menatap tajam ke arah dokter Adrian.
Masih banyak orang yang merasa kecewa dengan pernikahan ke dua anak kembar Daddy Raka dengan Mommy Nicole dan memandang sinis ke arah Karen dan dokter Adrian hingga dokter Kennath dan Ronald mendatangi mereka.
"Jika kalian masih membicarakan sahabat kami jangan salahkan kalau Tuan Besar Raka dan Tuan Muda Rico akan membuat perusahaan Tuan - Tuan bangkrut dalam sekejap." Ancam Ronald.
__ADS_1
Selesai mengatakan hal itu Ronald pergi meninggalkan tempat tersebut bersama kekasihnya Kasandra sedangkan Marcel bersama Sandra.
"Sayang kamu lelah?" Tanya Rico dengan wajah kuatir.