
"Dasar mesum." Ucap Karen.
"Daddy mesumnya sama Mommy." Jawab Rico sambil menutup pintu kamar mandi.
"Semoga Kak Rico tidak mengecewakan aku dan ke empat anak kami." Ucap Karen sambil membelai perutnya yang membuncit.
"Anak-anak Mommy, sangat senang ya bisa bertemu dengan Daddy. Doakan Mommy dan Daddy agar secepatnya menikah agar kita selamanya bisa bersama dengan Daddy." Ucap Karen sambil masih membelai perutnya hingga Karen merasakan tendangan dari ke empat anak kembarnya.
Karena lelah Karen tidur dengan pulas dengan menggunakan selimut karena tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Hingga lima belas menit kemudian Rico keluar dari kamar mandi dan melihat Karen tidur dengan pulas.
Rico yang menggunakan jubah handuk berjalan ke arah ranjang dan duduk di sisi kepala ranjang sambil tersenyum bahagia.
'Aku sangat bahagia bisa bertemu kembali denganmu terlebih plus bonus empat kembar anak kita. Aku akan secepatnya menikah denganmu agar mansionku tidak sepi lagi.' ucap Rico dalam hati sambil membelai rambut Karen.
Setelah puas memandangi wajah Karen, Rico turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengganti pakaian kerja. Setelah selesai berpakaian Rico keluar dari kamar pribadinya dengan wajah segar dan ceria tidak seperti biasanya yang selalu datar dan dingin.
Rico menghubungi Ronald untuk membelikan satu stell pakaian untuk Karen setelah selesai barulah Rico melanjutkan pekerjaannya.
Tok tok tok tok
"Masuk." Jawab Rico.
Ceklek
Ronald membuka pintu sambil membawa paper bag kemudian masuk ke dalam ruangan Rico yang terlihat tersenyum bahagia membuat Ronald tahu kenapa Rico seperti itu.
"Tuan ini paper bagnya yang Tuan minta." ucap Ronald sambil meletakkan paper bag tersebut di atas meja dekat sofa kemudian berjalan ke arah meja Rico.
"Terima kasih dan terima kasih juga berkat saranmu akhirnya aku bisa mengetahui kalau sekretaris itu ternyata adalah Karen wanita yang selama ini aku cari." Ucap Rico untuk pertama kalinya mengatakan terima kasih.
Ronald sangat terkejutnya dengan ucapan terima kasih yang keluar dari mulut Rico tapi Ronald berusaha bersikap biasa saja.
"Sama-sama Tuan dan saya sangat senang akhirnya Tuan bisa menemukan Nyonya Rico." Jawab Ronald.
"Maaf Tuan, kok Tuan tahu ukuran Nyonya Rico?" Tanya Ronald dengan wajah bingung.
"Hanya melihat tubuh polosnya aku langsung tahu ukuran pakaiannya." Jawab Rico keceplosan.
"Tuan dan Nyonya sudah melakukan hubungan suami istri?" Tanya Ronald dengan wajah terkejut sekaligus kepo.
"Tentu saja kami melakukanya karena permintaan anak kami." Jawab Rico tanpa sadar.
"Bagaimana rasanya Tuan?" Tanya Ronald yang belum pernah merasakan apa itu hubungan suami istri.
Jangankan hubungan suami istri punya kekasih saja dirinya tidak punya.
"Ronald." Panggil Rico seketika langsung tersadar.
"Maaf Tuan." Ucap Ronald sambil menundukkan kepalanya.
"Sudah lupakan, sekarang kamu urus pernikahan secara sederhana dan jika anak kami sudah lahir barulah mengadakan resepsi pernikahan secara mewah." Pinta Rico.
"Kenapa pernikahannya tidak secara mewah Tuan?" Tanya Ronald dengan wajah terkejut.
"Kandungannya lemah dan aku tidak ingin Karen dan ke empat anak kembar kami kenapa-kenapa." Jawab Rico.
"Maaf Tuan, Tuan akan punya anak kembar empat?" Tanya Ronald sangat terkejut mendengar berita tersebut.
"Betul sekali karena itulah aku tidak ingin mengatakan pesta pernikahan secara mewah demi keselamatan Karen dan ke empat anak kembar kami." Jawab Rico.
"Baik Tuan, kalau begitu aku akan mengurus semuanya." Jawab Ronald.
Rico hanya menganggukkan kepalanya kemudian Ronald pamit meninggalkan ruangan Rico untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah kepergian Ronald dari ruangannya barulah Rico turun dari kursi kebesarannya kemudian mengambil paper bag yang tadi di bawa oleh Ronald.
Rico berjalan ke arah kamar pribadinya hingga tepat di kamar pribadinya, Rico melihat Karen masih tidur dengan pulas. Rico meletakkan paper bag tersebut di atas meja kemudian keluar lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sebenarnya Rico ingin menemani Karen tidur tapi mengingat pekerjaannya yang menumpuk membuat Rico ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
Dua jam kemudian Karen perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan terasa asing hingga beberapa saat dirinya baru sadar kalau dirinya berada di kamar pribadi milik Rico.
Perlahan Karen turun dari ranjang dan melihat ada paper bag di meja dekat sofa membuat Karen berjalan ke arah meja dan mengambil paper bag kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi dan memakai dress warna putih. Walau tidak berdandan sekalipun Karen terlihat sangat cantik kemudian Karen memunguti satu persatu pakaiannya dan memasukkannya ke dalam keranjang kotor begitu pula dengan pakaian milik Rico.
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar pribadi milik Rico terbuka membuat Karen memalingkan wajahnya ke arah pintu dan melihat Rico sedang menatapnya tanpa berkedip.
"Kenapa melihat wajah Mommy seperti itu? Apakah wajah Mommy jelek" Tanya Karen dengan wajah terkejut.
__ADS_1
Grep
Tanpa menjawab Rico berjalan ke arah Karen kemudian memeluknya dari arah depan sambil masih menatap wajah cantik Karen karena Karen tidak berpenampilan culun lagi.
"Mommy semakin cantik dan tidak sabar secepatnya kita menikah." Jawab Rico.
"Mommy tahu, sekarang Daddy tidak mual lagi sejak kita bersama lagi." Sambung Rico.
"Pantas saja kok Mommy tidak pernah merasakan mual-mual." Jawab Karen sambil membalas pelukan Rico.
"Lebih baik Daddy yang mual dan tersiksa karena Daddy tidak tega melihat Mommy mual dan tersiksa seperti yang Daddy alami." Jawab Rico sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Karen.
Karen hanya tersenyum mendengar ucapan Rico sedangkan Rico hanya membalas senyuman Karen.
"Kita pergi ke mansion milik orang tuaku untuk aku perkenalkan ke mereka karena setiap aku pergi ke luar kota orang tuaku dan adik kembarku selalu ikut." ucap Rico.
Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari ruangan Rico bersamaan Ronald juga keluar dari ruangannya.
Mereka sama-sama masuk ke dalam mobil, Rico dan Karen duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan Ronald duduk di samping pengemudi dan bodyguard yang merangkap sebagai sopir duduk di kursi pengemudi.
"Ronald, apakah tugasku sudah kamu jalankan?" Tanya Rico.
"Sudah Tuan, tinggal menghubungi butik untuk memesan pakaian pengantin." Jawab Ronald.
"Kebetulan sahabatku membuka butik pengantin, kak Ronald bisa menemui temanku." Usul Karen.
"Kak Ronald?" Tanya Rico dengan nada cemburu.
"Bukankah namanya Ronald? Tadi aku dengar Daddy memanggil namanya makanya aku memanggil Kak Ronald." Jawab Karen menjelaskan.
"Tapi Daddy tidak suka kalau Mommy memanggilnya dengan sebutan Kak Ronald." Ucap Rico dengan nada masih cemburu.
'Aku baru tahu kalau nama panggilannya Mommy dan Daddy. Terus kenapa Tuan mesti cemburu kalau Nyonya Rico memanggilku dengan sebutan Kak Ronald?' tanya Ronald dalam hati.
"Aku memanggil Kak Ronald karena aku tidak mempunyai Kakak karena itu aku ingin Kak Ronald menjadi Kakakku, itupun kalau Kak Ronald tidak keberatan." Ucap Karen menjelaskan.
Deg
Jantung Ronald berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi selama ini jika ada orang yang menyukai Rico maka dirinya diperlakukan seperti seorang pelayan.
Rico yang mengetahui hal itu langsung mengusir dan menghina jika ada orang yang merendahkan Ronald.
Dulu sebelum mengenal Rico, dirinya selalu di hina dan direndahkan oleh orang lain karena Ronald terlahir miskin. Hingga suatu ketika dirinya di fitnah orang sebagai pencuri padahal dirinya tidak mencuri.
Sedangkan Rico yang mendengar ucapan Karen sangat terkejut dan membuatnya semakin yakin kalau Karen adalah wanita baik-baik.
"Kalau Kakak setuju saja tapi tidak tahu kalau Tuan." Jawab Ronald sambil melirik ke arah Rico lewat spion.
Cup
"Daddy, setuju kan?" Tanya Karen kemudian mengecup pipi Rico.
"Baik, tapi tidak gratis." Jawab Rico sambil tersenyum menyeringai.
'Aduh Tuan, kenapa sih menganggap aku sebagai Kakaknya Karen harus perhitungan?' Tanya Ronald dalam hati sambil menatap kesal ke arah Rico.
"Apapun yang Daddy minta akan Mommy lakukan." ucap Karen sambil mendekati wajah Rico.
'Kalau meminta yang enak-enak, Mommy bersedia banget Dad.' Sambung Karen berbisik di telinga Rico kemudian menjilat telinga Rico.
'Mommy ternyata nakal, siapa yang mengajari Mommy?' Tanya Rico sambil ikut berbisik.
'Si*l, adikku jadi tegang karena ulah calon istriku.' Umpat Rico kesal karena dirinya ingin melakukan kembali hubungan suami istri.
'Tidak ada mungkin keinginan anak-anak kita dan sepertinya anak- anak kita sangat suka usilin Daddynya.' bisik Karen.
Rico memalingkan wajahnya ke arah Karen dan tanpa sengaja bibir Rico menyentuh bibir Karen membuat Rico mencium bibir istrinya singkat.
'Sebelum pergi ke mansion orang tuaku, kita mampir ke hotel yuk?' Bisik Rico yang sudah tidak tahan ingin merasakan kembali tubuh Karen.
'Tidak, kita melakukan hubungan suami istri jika kita sudah resmi menikah.' Bisik Karen.
'Tapi adik kecilku sudah sangat tegang.' Bisik Rico.
"Maaf Tuan dan Nyonya kita sudah sampai." Ucap Ronald.
Karen yang ingin menjawab ucapan Rico tidak jadi karena tiba-tiba Ronald berbicara. Hal itu membuat wajah Rico berubah menjadi gelap seperti awan hitam.
Cup
'Nanti aku berikan spesial buat Daddy.' Bisik Karen.
__ADS_1
Wajah Rico yang awalnya gelap seperti awan hitam mendadak berubah menjadi cerah secerah matahari ☀️.
"Sungguh?" Tanya Rico.
"Sungguh dan sekarang kita turun dari mobil." Jawab Karen
Rico tersenyum kemudian turun dari mobil yang sudah di buka oleh Ronald dengan diikuti oleh Karen.
'Rasanya enak kalau punya kekasih, tapi mana ada wanita yang tulus mencintaiku.' Ucap Ronald dalam hati.
Tiba-tiba ponsel milik Karen berdering sekali membuat Karen mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan padanya dan ternyata Sandra.
"Karen, aku menghubungi Kasandra ponselnya tidak aktif karena itu aku minta tolong jemput aku karena di depan toko mantan ku menungguku keluar sedangkan aku malas bertemu dan berdebat dengannya yang ujung-ujungnya minta kembali." Ucap Sandra.
"Kak Ronald, aku minta tolong bisa?" Tanya Karen tanpa menjawab permintaan Sandra.
"Bisa Nyonya, Nyonya minta tolong apa?" Tanya Ronald.
"Mantan kekasih ..." Ucapan Karen terpotong oleh Rico.
"Mommy mempunyai mantan kekasih? Mommy masih berhubungan dengannya?" Tanya Rico dengan nada cemburu dan mendadak wajahnya berubah menjadi seperti awan hitam.
"Daddy bisakah Daddy menunggu Mommy menyelesaikan perkataan Mommy?" Tanya Karen dengan nada lembut.
"Baik, lanjutkan." Ucap Rico dengan wajah masih kesal.
"Kak Ronald, aku meminta tolong sama Kak Ronald untuk menjemput sahabatku yang bernama Sandra karena mantan kekasihnya ingin mengajak balik sedangkan Sandra tidak bersedia. Apakah Kak Ronald bisa?" Tanya Karen sambil menatap Ronald penuh harap.
"Tentu saja bisa, apa nama butiknya?" Tanya Ronald.
Selama ini Ronald enggan menuruti permintaan seorang wanita yang dekat dengan Rico tapi kini Ronald bersedia karena Karen mengatakan kata tolong. Sedangkan wanita lain menyuruhnya tidak sopan dan tidak pernah mengatakan kata tolong.
"Butik Sandra, butik Sandra ada di mall dan nama mallnya Nicole Raka Alexander." Jawab Karen.
"Itukan mall milik orang tua Tuan Muda Rico.' ucap Ronald sambil menatap ke arah Rico.
"Maaf aku tidak tahu." Ucap Karen.
"Tidak apa-apa, ayo kita temui ke dua orang tuaku." Jawab Rico.
"Ok." Jawab Karen singkat.
"Ronald, jemput sahabat calon istriku!" Perintah Rico.
"Baik Tuan." Jawab Ronald patuh.
"Terima kasih kak Ronald." Ucap Karen.
"Sama-sama Nyonya." Jawab Ronald.
Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian Karen dan Rico berjalan ke arah pintu utama dan dua orang bodyguard membuka pintu utama dengan lebar.
Karen mengucapkan terima kasih sedangkan Rico hanya diam saja karena sifatnya sama seperti Daddy nya yang bernama Raka Alexander sedangkan Rani adik kembarnya Rico sifatnya mirip dengan Mommy Nicole Alexander.
Rico dan Karen berjalan ke arah ruang keluarga dimana ke dua orang tuanya sedang duduk menunggu kedatangan putranya sambil berpelukan dari arah samping.
Ke dua orang tuanya sangat terkejut melihat Rico membawa seorang gadis karena tidak pernah putra sulungnya membawa seorang gadis namun lebih tepatnya wanita karena wanita tersebut sedang hamil.
"Mom, Dad." Panggil Rico sambil mengecup punggung tangan Nicole dan Raka secara bergantian begitu pula dengan Karen.
"Silahkan duduk." Ucap Nicole.
"Terima kasih Nyonya." Jawab Karen.
"Kok Nyonya, panggil Mommy sama sepertiku memanggilnya dengan sebutan Mommy." Pinta Rico.
"Mommy dan Daddy, kenalkan ini Karen calon istriku." Sambung Rico memperkenalkan Karen pada ke dua orang tuanya tanpa basa basi.
"Calon istri?" Tanya Nicole dan Raka secara bersamaan dengan wajah sangat terkejut.
"Benar Mom, calon istri Rico dan sebentar lagi kami mempunyai anak." Jawab Rico.
"Apa?" Teriak ke dua orang tuanya sambil berdiri dengan wajah masih terkejut karena mendapatkan berita yang sangat sangat mengejutkan.
"Ceritakan sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Nicole penasaran.
Rico menceritakan secara singkat dari awal hingga dirinya mencari keberadaan Karen sedangkan ke dua orang tuanya hanya diam mendengarkan cerita Rico. Karen hanya menunduk sambil memainkan jari jemari karena sejujurnya dirinya sangat takut jika ke dua orang tuanya menolak dirinya.
"Itulah yang terjadi Mom." Ucap Rico mengakhiri ceritanya.
"Nyonya jangan memarahi Kak Rico karena bagaimanapun aku yang salah karena di jebak oleh temanku dan salah masuk ke kamarnya hingga terjadi kejadian yang tidak bisa dihindari." Ucap Karen sambil tersenyum namun terlihat jelas kesedihan di wajahnya.
__ADS_1
"Jika hubungan kami tidak direstui, aku akan pergi dari kehidupan Kak Rico tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengan ke empat anak kembarku karena aku tidak sanggup berpisah." Sambung Karen.
"Aku tidak setuju jika kamu pergi dari kehidupanku karena aku berbulan-bulan mencari mu tapi kini kita bertemu kembali dan aku tidak ingin kita berpisah lagi. Aku sangat mencintaimu dan mengenai ke empat anak kembar itu juga anakku dan aku tidak bisa berpisah dengan anak kita." Ucap Rico dengan nada tegas.