
"Kenapa terkejut?" Tanya Tio sambil tersenyum devil kemudian menurunkan pistolnya.
"Kenapa kamu sangat jahat padaku dengan memberikan obat perang sang padaku?" Tanya Karen sambil berdiri dan berjalan ke arah Tio.
"Karena aku sangat mencintaimu dan aku ingin kamu selamanya menjadi milikku jika aku memberikan obat perang sang tapi sayang ketika aku menunggumu di depan pintu kamu tidak datang." Jawab Tio.
"Karena aku salah masuk kamar hotel dan aku bersyukur aku salah masuk kamar karena jika aku kembali ke kamarku maka yang ada aku bertemu dengan pria breng*ek sepertimu." Ucap Karen sambil menatap Tio dengan penuh kebencian.
"Pantas saja aku tunggu tidak datang ternyata kamu berikan harta berharga mu dengan pria asing hingga kamu hamil ." Ucap Tio dengan wajah sinis sambil menunjuk ke arah perut Karen.
"Siapa bilang pria asing? Aku memberikan ke pria yang bertanggung jawab dan pria itu adalah suamiku." Jawab Karen sambil menatap tajam ke arah Tio.
"Aku tidak pernah mengusik kehidupan pribadimu tapi kenapa kamu mengusik hidupku dan juga hidup suamiku?" Tanya Karen sambil menahan amarahnya.
"Aku mengusik mu karena aku sangat mencintaimu sedangkan mengenai aku mengusik suamimu aku tidak tahu siapa nama suamimu, karena saat ini aku ingin mengusik Tuan Besar Raka dan Tuan Muda Rico." Jawab Tio.
"Kenapa ingin mengusik Tuan Besar Raka dan Tuan Muda Rico?" Tanya Karen penasaran.
'Tuan Besar Raka kan Ayah mertuaku sedangkan Tuan Muda Rico kan nama suamiku tapi kenapa Tio sangat membencinya?' Tanya Karen dalam hati.
"Tuan Besar Raka telah membuat Ayahku menjadi bangkrut dan terpaksa bersembunyi sedangkan Tuan Muda Rico telah membuat perusahaan milikku bangkrut selain itu Tuan Muda Rico ingin aku mati, jika saja seandainya aku tidak pintar bersembunyi." Jawab Tio.
"Memang siapa nama Ayahmu?" Tanya Karen dengan wajah terkejut.
"Tuan Ferguson." Jawab Tio.
"Kembalilah padaku karena aku masih mencintaimu dan mau menerima dirimu apa adanya tapi gugurkan kandunganmu terlebih dulu." Sambung Tio.
"Katanya mau menerima diriku apa adanya tapi tidak mau menerima anakku." Ucap Karen dengan wajah sinis.
"Walau seandainya menerima aku apa adanya aku tidak bakalan mau karena aku sudah menikah dan aku sangat mencintai suamiku. Ayah dari ke empat anak kembar kami nantinya" Sambung Karen dengan tegas.
"Asal kamu tahu Tuan Besar Raka adalah Ayah mertuaku sedangkan Tuan Muda Rico adalah Suamiku." Sambung Karen lagi sambil tersenyum devil.
"Apa? Kamu istri Tuan Rico?" Tanya Tio dengan wajah terkejut.
"Benar sekali dan aku sangat mencintai suamiku dan juga keluarga suamiku." Jawab Karen.
"Kalau begitu, terimalah kematianmu." Ucap Tio sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Karen.
Dor
__ADS_1
Dor
"Akhhhhhhhh!" Teriak Tio.
Bruk
Tio yang ingin menarik pelatuknya untuk menembak Karen membuat Karen bersiap untuk menghindari peluru namun di saat krisis terdengar dua suara tembakan membuat Tio kesakitan dan langsung mati di tempat.
Karen melihat suaminya dan Ayah mertuanya datang, Ayah mertuanya menembak tangan Tio hingga pistol tersebut jatuh ke lantai sedangkan Rico menembak kepala Tio hingga Tio mati di tempat.
Karen yang tiba-tiba teringat dengan bom waktu langsung berjalan ke arah laptopnya. Daddy Raka dan Rico berjalan mengikuti langkah Karen dan berdiri di belakang Karen.
"Ada apa Karen? Apa ada masalah?" Tanya Daddy Raka yang melihat Karen tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
"Itu Dad, koper itu berisi bom waktu karena itulah Karen berusaha agar bom waktu itu tidak meledak." Jawab Karen.
Daddy Raka dan Rico sangat terkejut dengan perkataan Karen namun mereka berusaha untuk tenang hingga lima menit kemudian Karen sudah berhasil menjinakkan bom.
"Yes berhasil, semua bom waktu sudah kembali normal dan sekarang semua bom itu kita kembalikan ke mereka." Ucap Karen.
"Apakah kamu tahu alamatnya?" Tanya Daddy Raka.
"Tahu Dad, Jl. Dua Bab Lagi Tamat." Jawab Karen.
Walau muncul novel yang terbaru itupun dirinya tidak lagi menjadi pemeran utama tapi Daddy Raka tahu kenapa author tamatkan novelnya.
"Benar Dad dan pemiliknya adalah Tuan Ferguson." Jawab Karen.
"Apa Tuan Ferguson?" Tanya Daddy Raka dengan wajah terkejut.
"Apa Daddy mengenalnya?" Tanya Rico yang melihat perubahan wajah Daddy Raka.
"Tuan Ferguson itu musuh Daddy waktu Daddy dan Mommy masih muda. Tapi apakah orangnya sama?" Tanya Daddy Raka dengan nada ragu.
"Mungkin saja sama Dad, soalnya tadi Tio mengatakan kalau : Tuan Besar Raka telah membuat Ayahku menjadi bangkrut dan terpaksa bersembunyi sedangkan Tuan Muda Rico telah membuat perusahaan milikku bangkrut selain itu Tuan Rico ingin aku mati, jika saja seandainya aku tidak pintar bersembunyi." Ucap Karen mengulangi perkataan Tio.
"Jadi pria itu adalah putranya Tuan Ferguson?" Tanya Daddy Raka dan Rico bersamaan dengan wajah terkejut.
"Tepat sekali karena itulah Tuan Ferguson dan Tio melakukan ini semua." Jawab Karen.
"Baik kalau begitu Daddy akan ke sana untuk membuat perhitungan ke Tuan Ferguson." Ucap Daddy Raka sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
"Aku ikut Dad." Jawab Rico dan Karen bersamaan.
"Mommy juga ikut." Ucap Mommy Nicole yang tiba-tiba datang bersama Rani, dokter Adrian, Adriana dan Leonard.
"Kami juga ikut." Jawab mereka bersamaan.
"Lebih baik Mommy, Rani dan Adriana menemani Karen sedangkan kami para pria akan menyerang Tuan Ferguson bersama anak buahnya." Ucap Daddy Raka.
"Lebih baik Rani dan Adriana yang menemani Karen karena Mommy ingin membalaskan dendam terhadap Tuan Ferguson karena gara-gara dia Ayah yang aku sayangi meninggal akibat ulah dirinya." Ucap Mommy Nicole yang sangat dendam pada Tuan Ferguson.
"Tapi Mom, aku ingin ikut." Ucap Rani dan Adriana bersamaan yang sangat suka adegan berkelahi karena mereka bisa bela diri.
"Begini saja kita semua ikut, aku di dalam mobil dengan di temani Rani dan Adriana sedangkan yang lainnya menyerang Tuan Ferguson bersama anak buahnya." Ucap Karen memberikan usulan.
"Tapi Kak aku ingin ikut misi penyerangan." Ucap Rani dan Adriana bersamaan dengan nada protes.
"Kalian bertiga di mansion saja karena kita itu menyerang para musuh bukan rekreasi." Ucap Daddy Raka.
"Tapi Dad ..." Ucapan Rani terpotong oleh Rico.
"Apa yang dikatakan oleh Daddy benar, lebih baik kalian bertiga tinggal di mansion." Ucap Rico dengan nada tegas.
"Bagaimana kalau tiba-tiba mansion di serang oleh mereka?" Tanya Karen tiba-tiba.
"Kalau begitu Adrian, Leonard, Rani, Karen, Adriana, Sandra dan Kasandra tinggal di mansion." Ucap Daddy Raka.
"Sisanya Daddy, Mommy, Rico, Ronald dan Marcel bersama para anak buah Daddy dan Rico menyerang Tuan Ferguson bersama para musuhnya." Sambung Daddy Raka.
"Tapi Dad .." ucap Adrian, Leonard, Rani, Karen, Adriana, Sandra dan dokter Kasandra bersamaan namun terpotong oleh Daddy Raka.
"Tidak ada penolakan." Ucap Daddy Raka dengan tegas.
"Oh ya aku hampir lupa, aku punya alat untuk komunikasi jadi bisa digunakan waktu menyerang para musuh." Ucap Leonard sambil membuka tasnya untuk mengambil headset.
"Nanti aku, Karen dan Adriana akan meretas cctv mansion milik Tuan Ferguson jadi aku bisa berkomunikasi di mana posisi para musuhnya berada." Sambung Leonard sambil memberikan headset ke mereka yang ikut menyerang para musuh.
"Headset itu lebih bagus daripada pesan lewat wa karena dengan headset kita bisa langsung dengan mudah berkomunikasi tanpa perlu mengirim pesan." Sambung Karen.
"Betul sekali." Jawab Daddy Raka.
"Kalau begitu kita langsung berangkat." Ucap Rico.
__ADS_1
"Ok, lebih cepat lebih baik dan tidak perlu menunda lagi." Ucap Daddy Raka yang dulu pernah menunda tapi ujungnya dirinya lupa dan musuhnya menyerang di saat yang tidak terduga.
Mereka pun berjalan meninggalkan ruangan tersebut menuju ke parkiran mobil menuju tempat yang berbeda.