Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Rico Alexander dan Rani Alexander.


__ADS_3

Raka yang mendengar ucapan istrinya dan melihat wajah pucat istrinya langsung menggendong istrinya ala bridal style.


"Sayang, kepalaku pusing dan perutku sakit." Rintih Nicole sambil memejamkan matanya.


"Sayang, kamu harus kuat dan ingat ada anak kita di dalam perutmu." Ucap Raka dengan nada lembut.


"Aku ..." Ucapan Nicole terputus bersamaan dirinya tidak sadarkan diri.


"Sayang, aku mohon sadarlah." Mohon Raka sambil masih berjalan.


"Kita bawa ke rumah sakit." Ucap Bunda Clarisa.


"Baik Bunda." Jawab Raka.


"Semoga saja anak yang kalian nantikan mati bersama ibunya." Ucap Paman Donald dan istrinya secara bersamaan tanpa menyadari kalau sebentar lagi nyawanya akan melayang.


Raka yang mempunyai pendengaran tajam langsung menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.


"Ayah tolong, bawa mereka semua ke markas.'' Pinta Raka dengan nada dingin dan datar sambil menahan amarahnya karena mendengar ucapan sepasang suami istri tersebut.


"Oke." Jawab Ayah Ronald singkat sambil menahan amarahnya karena mendengar ucapan mereka terhadap menantu kesayangannya.


Raka berjalan dengan langkah cepat dan diikuti oleh Bunda Raka serta salah satu anak buahnya yang merangkap sebagai sopir sedangkan anak buah lainnya menangkap Paman Donald, istri dan para bodyguard milik Paman Donald dengan ditemani Ayah Ronald, keluarga Daddy Alvonso dan keluarga dokter Kennath.


Skip


Kini Raka menunggu di bangku UGD dan pandangannya tidak pernah lepas dari pintu sambil berharap agar Istri dan ke dua anaknya yang belum di lihatnya baik-baik saja.


Raka mengambil ponselnya dari saku jasnya kemudian mengetik sesuatu setelah selesai Raka menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


"Berdoa saja semoga Nicole baik-baik saja." Ucap Bunda Clarisa.


"Iya Bunda." Jawab Raka.


Hingga tiga jam menunggu akhirnya pintu UGD terbuka membuat Raka berjalan ke arah pintu UGD dengan diikuti oleh Bunda Clarisa.


"Bagaimana keadaan istri dan ke dua anak kami Dok?" Tanya Raka dengan wajah yang sangat takut.


Baru kali ini dirinya sangat takut kehilangan orang yang sangat dicintainya setelah kepergian ayahnya Nicole. Dirinya sangat takut jika Nicole menyusul ayahnya yang sudah meninggal.


"Untung Tuan membawanya tepat waktu terlebih janinnya sangat kuat membuat Nyonya dan ke dua anak Tuan dan Nyonya baik - baik saja." Jawab dokter tersebut.


"Hanya saja jangan sampai kejadian ini terulang kembali karena takutnya bisa membahayakan nyawa baik Nyonya dan ke dua janinnya." Sambung dokter tersebut.


"Baik Dok aku janji hal ini tidak akan terulang lagi dan syukurlah istri dan ke dua anakku baik-baik saja. Boleh aku melihatnya Dok?" Tanya Raka.


"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Jawab dokter tersebut.


Raka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun berpamitan dan meninggalkan Raka sendirian. Tidak berapa lama pintu ruang UGD di buka lebar dan dua perawat mendorong brangkar di mana Nicole berbaring.


Kini Bunda Clarisa duduk di kursi dekat ranjang sedangkan Raka berdiri sambil menggenggam tangan istrinya.


'Sayang, maaf terpaksa Paman Donald dan istrinya harus mati di bunuh oleh anak buahku agar mereka tidak lagi menggangu mu dan juga mengganggu anak kita.' Ucap Raka dalam hati.

__ADS_1


'Gara - gara kehadiran mereka Daddy meninggal dan kamu sudah dua kali masuk rumah sakit jadi sudah cukup aku memberikan kesempatan pertama mereka dan kini mereka harus menanggungnya dengan nyawa mereka.' Sambung Raka dalam hati.


"Eugghhhh."


Nicole menggeliatkan tubuhnya dan perlahan mulai membuka matanya dan menatap wajah suaminya yang masih terlihat samar-samar.


"Aku di mana?" Tanya Nicole sambil memegangi kepalanya.


"Sayangku ada di rumah sakit." Jawab Raka dengan nada lembut.


"Anak kita baik-baik sajakan?" Tanya Nicole sambil memegangi perutnya dengan wajah kuatir.


"Baik-baik saja sayang." Jawab Raka.


"Mommy." Panggil Raka.


"Iya Dad." Jawab Nicole.


"Bisa tidak mulai sekarang dan seterusnya Mommy jangan sedih? Daddy bilang begini karena bisa membahayakan nyawa Mommy dan ke dua anak kita." Ucap Raka.


"Daddy tidak sanggup hidup jika terjadi sesuatu dengan Mommy dan ke dua anak kita. Jadi Daddy mohon sama Mommy agar Mommy tidak lagi bersedih lagi." Mohon Raka untuk pertama kalinya.


"Maafkan Mommy, Mommy janji tidak akan bersedih lagi." Jawab Nicole sambil menyentuh pipi suaminya.


Cup


"Terima kasih banyak, sekarang Mommy makan dulu." Ucap Raka sambil mengambil mangkok yang berisi bubur.


Di tempat yang berbeda sepasang suami istri siapa lagi kalau bukan Paman Donald dan istrinya bersama para bodyguardnya Paman Donald di tarik paksa oleh anak buah Raka.


"Hukuman apa yang pantas untuk mereka, Tuan?" Tanya tangan kanan kepercayaan Raka.


"Untuk para bodyguard berikan ke kandang hewan sedangkan untuk sepasang suami istri robek mulutnya agar tidak lagi bicara yang jelek terhadap menantu kesayanganku setelah itu lempar ke dalam sumur tua." Jawab Ayah Ronald.


"Baiklah kalau begitu lempar mereka ke dalam sumur tua!" Perintah tangan kanan kepercayaan Raka.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.


"Tidak, aku tidak mau ma ti!" Teriak Paman Donald, istri dan para bodyguard Paman Donald.


"Kalian salah memilih lawan jadi terima lah penderita an kalian di kandang hewan buas." Ucap orang kepercayaan Raka.


Para anak buah Raka menarik mereka ke arah kandang di mana ada beruang, buaya, harimau, singa, ular piton, anaconda dan kobra. Jerit kesakitan sekaligus jeritan kematian ketika tubuh mereka di koyak oleh binatang buas.


"Sumur tua ini memang tidak begitu dalam tapi di dalam sumur ada banyak lintah yang menghisap darah kalian jadi terimalah kematian kalian yang sangat menyakitkan." Ucap tangan kanan Raka pada Paman Donald karena memang sengaja Paman Donald di buat yang paling terakhir sesuai perintah Raka.


"Tidak, aku tidak mau mati ... Aku mohon lepaskan aku. Aku akan memberikan semua hartaku agar aku bisa hidup." Mohon Paman Donald untuk pertama kalinya.


"Uang kami sangat banyak jadi percuma Pak Tua menyonggoknya." Ucap tangan kanan Raka.


"Sebelum melempar ke sumur tua robek mulut mereka berdua!" Perintah tangan kanan kepercayaan Raka.


Sretttttt

__ADS_1


Sretttttt


"Akhhhhhhhh..." Teriak Paman Donald dan istrinya ketika mulut mereka di robek dengan menggunakan pisau tajam.


"Lempar istrinya!" perintah tangan kanan kepercayaan Raka.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.


Byur


"Hmmppptttt ..." Teriak dari istrinya Paman Donald yang tidak jelas karena mulutnya sangat sakit.


"Lempar pria ini, karena aku ingin dia melihat istrinya di tempel penuh lintah sambil berteriak kesakitan!" Perintah tangan kanan Raka.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan sambil menarik Paman Donald dan di dorong ke dalam sumur tua.


"Hmmppptttt ..." Teriak dari Paman Donald yang tidak jelas karena mulutnya sangat sakit.


Byur


Paman Donald masuk ke dalam sumur tua tersebut perutnya terasa di aduk-aduk ketika mencium aroma amis yang sangat pekat di tambah teriakan kesakitan istri yang tidak jelas.


'Sayang , tolong aku ... Aku sangat tersiksa.' ucap istrinya dalam hati sambil berusaha mendorong lintah yang menempel di tubuhnya dengan menggunakan salah satu kakinya tapi giginya yang menghisap darahnya sangat kuat.


Sambil berbicara istrinya menatap suaminya dan suaminya yang mengerti hanya bisa menjawabnya dalam hati.


'Tidak mau! Ini karena ulahmu yang menyuruhku meminta uang kakakku jadi terimalah akibatnya.' Ucap Paman Donald sambil berusaha keluar dari sumur tapi sia-sia saja karena sumur tersebut sangat licin.


'Sayang, aku sangat menyesal ... Tolong ini sakit sekali.' Mohon istrinya dalam hati.


'Aku tidak perduli dan aku tidak mau mati.' Ucap Paman Donald dalam hati.


'Gara-Gara kamu aku mati mengenaskan.' Ucap Paman Donald ketika merasakan beberapa lintah menggigit dirinya.


Paman Donald berteriak kesakitan ketika lintah tersebut menyedot darahnya walau ada beberapa giginya yang terlepas.


xxxxxxxx


Tujuh Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan kini Nicole melahirkan sepasang anak kembar. Nicole dan Raka sangat bahagia mempunyai sepasang bayi yang sangat lucu dan mirip dengan Raka.


"Daddy, ke dua anak kita sangat lucu dan sangat tampan dan sangat cantik." Ucap Nicole.


"Iya, Daddy sangat senang melihatnya, apa Mommy mau ganti nama atau tetap nama yang Daddy berikan?" Tanya Raka.


"Tetap saja Dad." Jawab Nicole.


"Kalau begitu nama anak kita yang pertama Rico Alexander dan yang ke dua Rani Alexander." Ucap Raka.


"Semoga kelak anak-anak kita saling sayang menyayangi dan saling melindungi." sambung Raka.


"Amin." Jawab Nicole sambil masih menggendong dan menatap putri ke duanya sedangkan suaminya menggendong putra pertama mereka.

__ADS_1


__ADS_2