Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Bertemu Kembali Rico dan Karen


__ADS_3

Pagi hari Karen, Sandra dan Kasandra bangun pagi, setiap pagi mereka membersihkan rumah dan memasak. Karen yang sering memasak karena masakannya lebih enak.


Selesai semua pekerjaan rumah merekapun mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja. Selesai menghias diri mereka menuju ke meja makan, mereka makan dengan lahap.


Selesai makan Karen duduk di ruang tamu menunggu mereka, Sandra membereskan meja makan sedangkan Kasandra mencuci piring.


Setelah beres mereka berangkat mengantarkan masing - masing ke tempat tujuan.


Karen turun dari lobby dan berjalan ke lobby perusahaan untuk menemui bagian penerima tamu atau resepsionis.


"Selamat pagi." sapa Karen


"Selamat pagi." balas resepsionis.


"Saya Karen, sekretaris baru direktur, saya mendapatkan informasi untuk datang hari ini." Ucap Karen memperkenalkan dirinya.


"Oh ya Kak, silahkan ke lift tiga puluh temui Manager HRD." jawab resepsionis tersebut.


"Ok terima kasih." jawab Karen sambil tersenyum


"Sama - sama." jawab resepsionis.


Karen masuk ke dalam lift menuju lantai tiga puluh. Hingga sampai di lantai tiga puluh Karen berjalan ke arah pintu ruang HRD.


tok


tok


tok


"Masuk." Jawab Manager HRD tersebut.


ceklek


"Pagi pak" sapa Karen hormat setelah membuka pintu.


"Pagi, silahkan duduk." Jawab Manager HRD tersebut.


"Seperti permintaan perkataan saya kalau gaji Nyonya Karen Rp.35,000,000.00 ini kunci mobil dan kunci apartemen." ucap Manager HRD.


"Maaf Pak kalau gaji dan mobil saya terima tapi kalau apartemen maaf saya menolaknya?" ucap Karen.


"Memangnya kenapa?" tanya Manager HRD bingung pasalnya banyak orang yang mengharapkan mendapatkan fasilitas VVIP kantor dan orang yang beruntung itu adalah Karen.


"Karena saya tinggal bersama ke tiga sahabat saya Pak karena itu berikanlah pada sekretaris yang lain Pak." Jawab Karen


"Mereka juga mendapatkan apartemen tapi apartemen biasa selain itu ada juga perbedaan gajinya karena Nyonya sekretaris direktur Utama, jadi terimalah kunci apartemen." Ucap Manager HRD tersebut.


"Baik Pak." Jawab Karen sambil menerima kunci mobil dan kunci apartemen.


"Oh ya direktur utama jarang ke kantor tapi sepertinya hari ini akan datang bersama asistennya jadi saya harap Nyonya harus stand by di ruangan sekretaris." terang Manager HRD tersebut.


"Baik Pak saya mengerti." Jawab Karen.


"Ok, selamat bekerja dan semoga betah kerja disini." jawab Manager HRD tersebut.


"Baik Pak, terima kasih." ucap Karen ramah.


"Silahkan Nyonya ke lantai tiga puluh lima dan nanti ada meja dekat ruang CEO, silahkan Nyonya duduk di situ." Ucap Manager HRD tersebut sambil berdiri dan mengulurkan tangan kanannya.


"Baik Pak." Jawab Karen sambil membalas uluran tangannya.


Merekapun berjabat tangan hingga beberapa saat mereka melepaskan jabat tangannya kemudian Karen keluar dari ruangannya.


Karen mulai berkerja menjadi sekretaris, Karen bekerja dengan tekun menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Tidak terasa waktu makan siang Karen turun dan pergi makan siang di kantin.


Karen memesan makanan sangat banyak, banyak orang yang memandang aneh karena pesanannya sangat banyak apakah makanan itu habis pikir mereka.


Setelah agak lama mereka sangat-sangat terkejut betapa rakusnya Karen karena makanan sebanyak itu habis. Sudah culun, pakai baju besar, makan banyak lagi. Itu yang ada di pikiran mereka dan herannya Karen adalah sekretaris Direktur Utama yang tidak menjaga imagenya.


Mereka tidak berani berkomentar karena sudah peraturan perusahaan untuk tidak membicarakan orang lain sedangkan Karen tidak perduli selama dia tidak di usilin maka Karen bersikap masa bodoh.


Selesai makan Karen naik ke lift kemudian langsung mengerjakan tugasnya sampai selesai. Karen pulang mengendarai mobil barunya menuju ke rumahnya karena ternyata direktur Utama tidak datang.


Singkat cerita kini Karen sudah sampai rumah ketika hendak masuk masuk mobil keluarlah Kasandra dari dalam mobil.


"Wih mobil baru nih, selamat datang sekretaris direktur." goda Kasandra.


"Apaan sih kamu." Ucap Karen sambil tersenyum.


Kasandra tertawa sambil masuk kedalam rumah mengikuti Karen.


Karena lelah mereka mandi dan bersiap untuk makan malam sedangkan Sandra baru datang dari butiknya.


"Kasandra, itu mobil siapa?" tanya Sandra.


"Mobil sekretaris direktur." Jawab Kasandra.


"Wih mantap makan - makan nih." ucap Sandra


"Tenang aja aku traktir makan dan beli pakaian." Jawab Karen sambil masih tersenyum.


"Benar nih?" jawab mereka serempak


"Beneran, tapi habis gajian ya?" pinta Karen.


"Iya tenang aja." jawab Kasandra.


"Setiap habis gajian ya, traktirannya." goda Sandra


" Boleh tapi gantian traktirnya ya?" balas Karen.


"Hahahaha.. " tawa mereka bersamaan.


Sandra masuk ke kamarnya dan mandi kemudian merekapun makan bersama.


Persahabatan yang selalu mengisi satu sama lain, saling menguatkan jika salah satu mengalami keterpurukan.


Hari kedua Karen mulai bekerja, hari ini Karen membawa bekal makan siang dengan bermacam - macam menu masakan. Setelah selesai masak Karen memasukkan ke dalam kotak makanan, juga membuat kue untuk cemilan sore mengingat kemarin dirinya sempat kelaparan.


Kehamilan Karen sudah memasuki 4 bulan lebih tapi terlihat agak besar seperti hamil 5 bulan lebih. Kehamilannya ditutupi dengan dress yang sangat lebar jadi jika dilihat sepintas tidak akan ketahuan.


Seperti biasa mereka berangkat bersama hanya bedanya Karen berangkat menggunakan mobil milik kantor sedangkan Sandra dan Kasandra satu mobil.


Karen berangkat ke kantor setelah melewati jalan yang lumayan macet akhirnya Karen sudah sampai dan masuk ke dalam gedung kantor.


Kantor masih sepi Karen masuk ke dalam dan menaruh makanan ke dalam lemari yang ada di bawah mejanya. Setelah selesai Karen membuka berkas - berkas dan mulai mengerjakan dokumen.


Para pegawai mulai berdatangan memasuki perusahaan begitupula dengan direktur Utama dan asistennya masuk ke dalam gedung.


Tap


tap

__ADS_1


tap


Bunyi suara sepatu direktur Utama dan asistennya memasuki lift khusus CEO.


Ting


Pintu lift terbuka dan merekapun masuk ke dalam lift menuju ke lantai empat puluh.


ting


Pintu terbuka direktur Utama berjalan melewati Karen dan entah kenapa ada debaran aneh ketika melewati Karen. Direktur Utama pun berhenti diikuti asistennya.


Karen yang sangat serius bekerja hingga tidak memperhatikan CEO sudah berdiri di depan Karen.


"Ehem..."Panggil Asisten Ronald berupa deheman.


Karen menghentikan pekerjaannya kemudian melihat mereka berdua dan muncullah Manager HRD.


"Tuan kenalkan ini sekretaris baru namanya Karen dan Karen kenalkan ini Direktur Utama namanya Tuan Rico." ucap Manager HRD memperkenalkan mereka.


"Kak Rico." Panggil Karen dengan wajah terkejut.


"Panggil yang sopan, Tuan Rico." Ucap Manager HRD sambil menatap tajam ke arah Karen.


"Maaf, maksud saya Tuan Rico." Ucap Karen dengan wajah terkejut karena dirinya dipertemukan kembali dengan pria yang melakukan cinta satu malam tapi Karen berusaha menyembunyikan rasa keterkejutannya.


" Tidak apa - apa." jawab Rico sambil tersenyum.


'Kenapa jantung ku berdetak kencang? Wanita ini tidak mungkin Karen karena yang aku kenal Karen sangat cantik sedangkan ini culun, pakaiannya kebesaran, pipinya ada tompel dan rambutnya di kepang dua.' sambung Rico dalam hati.


Manager HRD dan Ronald sangat terkejut karena tidak biasanya Rico membalas sapaan orang apalagi tersenyum sungguh sangat langka bagi mereka berdua.


Rico masuk ke dalam ruangannya dengan diikuti oleh asistennya. Ketika mau duduk di kursi kebesarannya perutnya mulai mual lagi.


Rico langsung berlari dan masuk ke dalam toilet dan mengeluarkan isinya ternyata hanya cairan bening saja karena perutnya belum terisi.


Badan Rico terasa lemas membuat asistennya membantu memapahnya dan duduk di kursi kemudian kepalanya direbahkan ke sofa.


"Hubungi sekretaris Karen untuk bikinin aku teh manis hangat!" perintah Rico.


" Baik tuan." jawab Ronald patuh.


Asisten tersebut menelpon Karen untuk membuatkan teh manis hangat setelah selesai Ronald meletakkan gagang teleponnya.


Tiga menit kemudian bunyi suara ketukan pintu setelah mendapatkan jawaban Karen masuk dan menaruh teh manis hangat.


" Maaf, Tuan Rico sakit?" tanya Karen dengan wajah kuatir.


"Ya setiap hari aku muntah dan mual - mual." lirih Tuan Rico sambil meletakkan kepalanya di sofa.


"Sudah ke dokter?" tanya Karen.


'Pantas saja aku hamil tidak mual-mual ternyata Tuan Rico yang mual, baguslah setidaknya aku tidak mabuk di jalan dan di kantor.' sambung Karen dalam hati.


"Sudah, tapi hasilnya masih sama." jawab Tuan Rico dengan nada lemah.


"Sudah makan? kebetulan tadi pagi bikin kue, kalau Tuan Rico mau dan berkenan saya bawa kemari?" tawar Karen yang tidak tega melihat wajah pucat Tuan Rico.


"Makan juga percuma nanti dikeluarin lagi.". keluh Tuan Rico dengan nada manja.


"Dipaksain Tuan nanti sakit, maaf kalau saya banyak tanya." jawab Karen sambil menunduk.


"Tidak apa - apa, coba bawa sini kuenya." pinta Tuan Rico yang entah kenapa merasa nyaman berbicara dan dekat dengan Karen.


Kuenya bikin dua puluh lima dengan tiga macam model. Karen memberikan lima belas kue masing - masing tiga macam.


Setelah selesai barulah Karen masuk kedalam ruangan tapi sebelumnya Karen mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Silahkan makan Tuan Rico semoga suka." ucap Karen sambil memberikan piring berisi kue.


Kue tersebut diletakkan di meja dekat sofa dan ketika Karen mau keluar memegang gagang pintu Karen dipanggil untuk menemaninya makan.


Karen duduk di samping tuan Rico sedangkan Tuan Rico memakan dengan lahap sampai tidak bersisa dan anehnya tidak mual seperti biasanya.


Karen pamit dengan alasan banyak pekerjaan yang tertunda namun sebenarnya sejak tadi jantungnya berdetak kencang ketika duduk bersebelahan dengan Tuan Rico namun berusaha bersikap biasa saja.


Akhirnya Tuan Rico mengijinkannya dan Karen langsung berdiri namun Karen lupa kalau dirinya sedang hamil.


"Auch..." rintih Karen meringis kesakitan sambil membelai perutnya.


"Karen kamu kenapa?" tanya Tuan Rico dengan wajah kuatir.


"Perutku kram sakit sekali Tuan Rico." jawab Karen.


Tuan Rico memegang tangan Karen dan memapahnya untuk duduk. Tuan Rico tanpa sadar reflek memegang perut Karen membuat Karen terkejut.


"Maaf reflek, apakah kamu hamil." tanya Tuan Rico yang merasakan perut Karen gendut.


"Iya." jawab Karen singkat.


"Bolehkah aku membelainya." tanya Tuan Rico penuh harap.


"Silahkan." jawab Karen.


Tuan Rico pun memegang perut Karen dan langsung mendapatkan tendangan bayi di dalam perut Karen. Sepertinya merespon belaian tangan ayah kandungnya.


Tuan Rico sangat terkejut sekaligus senang ketika ke empat janin di dalam perut Karen bergerak terus membuat Tuan Rico membelai perut Karen yang sudah mulai membesar.


Tuan Rico tidak tahu kenapa merasa nyaman dekat dengan gadis tersebut terlebih saat mengelus perutnya. Tuan Rico juga bingung dekat dengan Karen perutnya sudah tidak mual lagi.


'Kalian senang ya bisa bertemu dengan Daddy kalian? Maaf bukannya Mommy jahat atau egois memisahkan kalian tapi ketika mengetahui kalau Daddy kalian ternyata pria kaya dan sangat tampan pasti sudah menikah dan Mommy tidak ingin merusak hubungan Daddy dengan istrinya.' ucap Karen dalam hati.


"Bagaimana apakah kram diperut sudah berhenti?" tanya Rico sambil mengelus perut Karen dan mengecup perutnya.


Apa yang dilakukan oleh Rico membuat Karen tersentak kaget dan ingin marah tapi entah kenapa dirinya tidak bisa. Hal itu membuat Karen bingung kenapa dekat bersama Rico dirinya merasa nyaman.


Sudah mendingan, maaf Pak saya keluar dulu banyak pekerjaan yang mesti saya kerjakan." ucap Karen sambil tersenyum.


"Hmmm.... baiklah lanjutkan pekerjaannya. Oh ya, terima kasih atas kuenya enak sekali. Sayang sekali besok saya pergi ke kantor pusat padahal saya ingin menikmati kue bikinanmu." ucap Rico.


"Kalau bapak main kesini saya akan buatkan." balas Karen sambil tersenyum.


"Benarkah?" tanya Rico dengan mata berbinar


"Iya Pak." jawab Karen.


"Terima kasih." jawab Rico sambil tersenyum.


Rico sangat senang seperti anak kecil tanpa sadar Rico memeluk dan mengecup kening Karen.


"Pak apa yang bapak lalukan?" Ucap Karen sambil berusaha melepaskan pelukan Rico.


"Maaf kalau itu membuatmu tidak nyaman." Jawab Rico merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak apa - apa Pak, saya pergi dulu permisi." jawab Karen.


'Lama - lama disini jantungku semakin berdebar tidak karuan.' Sambung Karen dalam hati.


Karen keluar pintu dan menutup pintu dengan perlahan sedangkan Rico melihat kepergian Karen dan menatapnya sampai tak berkedip.


"Tuan." panggil Ronald.


"Tuan." panggil Ronald lagi.


"Tuan." panggil Ronald kembali


Asisten Ronald menepuk bahu bosnya.


Rico terkejut dan menatap Ronald dengan tatapan tajam.


"Ada apa? kenapa kamu membuatku terkejut kalau aku terkena jantung kamu mau tanggung jawab?" bentak Rico dengan wajah garangnya.


"Maaf tuan tadi saya sudah manggil - manggil tuan tapi tuan diam saja." jawab Ronald.


"Ada apa Ronald?" tanya Rico mengurangi volume suaranya.


"Tuan saya tadi bingung tidak biasanya tuan begitu perhatian dengan wanita tadi sampai mengelus perutnya." Ucap Ronald dengan wajah bingung.


"Saya juga tidak tahu Ronald kenapa aku merasa nyaman dengannya. Aku tidak ingin merusak hubungan Karen dengan suaminya tapi aku tidak tahu kenapa aku ingin memilikinya." jawab Rico dengan perasaan bimbang untuk memiliki Karen tapi tidak ingin merusak hubungan Karen dengan suaminy.


"Katanya tuan sangat mencintai dan mencari gadis yang bernama Karen kenapa sekarang berpaling? apakah tuan sudah menyerah?" tanya Ronald.


"Tidak tahulah aku masih bingung Ron?" jawab Rico.


"Tulan, namanya sama-sama Karen. Apa jangan - jangan orangnya sama? Sudah gitu tadi saya sempat dengar memanggil Tuan dengan sebutan Kak Rico dan wajahnya terlihat jelas sangat terkejut ketika melihat Tuan tapi berusaha disembunyikan." Ucap Ronald.


"Iya aku baru ingat tapi wajah dan pakaiannya berbeda." Ucap Rico.


"Siapa tahu Nyonya Rico sedang menyamar." celetuk Ronald.


"Nyonya Rico?" Tanya Rico sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Bukankah kalau Nona Karen sudah ditemukan, Tuan akan menikah dengan Nona Karen?" Tanya Ronald.


Rico tidak menjawab hanya tersenyum karena apa yang dikatakan oleh Ronald ada benarnya.


"Apakah Tuan, ingin sekretaris Tuan yang bernama Nyonya Karen untuk mengakui kalau dia adalah orang yang Tuan cari?" Tanya Ronald.


"Panggil lah." Jawab Rico.


"Baik Tuan." Jawab Ronald.


Ronald pun memanggil Karen untuk masuk ke ruangan Rico.


"Silahkan masuk Nyonya." Ucap Ronald sambil membuka pintu dengan lebar.


"Terima kasih." Jawab Karen.


Karen masuk ke dalam ruangan Rico dan melihat Rico masih duduk di tempat yang sama yaitu di sofa. Rico memberikan kode ke arah Ronald untuk keluar dari ruangannya. Ronald yang mengerti langsung keluar dan meninggalkan mereka berdua.


"Maaf, Tuan memanggilku?" Tanya Karen.


"Duduklah di sebelahku." Pinta Rico.


"Baik Tuan." Jawab Karen patuh sambil duduk di sebelah Rico.


"Aku ingin cerita dan aku harap kamu mau mendengarkan ceritaku." Ucap Rico sambil menatap mata Karen.


"Baik." Jawab Karen singkat.


"Beberapa bulan yang lalu ada seorang gadis masuk ke dalam kamar di mana aku menginap di hotel tersebut. Awalnya aku berusaha untuk menahan godaan gadis itu tapi karena aku juga terkena pengaruh obat perang sang akhirnya kami melakukan cinta satu malam." Ucap Rico sambil masih menatap mata Karen.


Deg


Jantung Karen tiba-tiba berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi karena mendengarkan cerita Rico di mana gadis itu adalah dirinya. Rico dapat melihat jelas perubahan wajah Karen membuat Rico semakin yakin kalau di sebelahnya adalah gadis yang dicarinya selama ini.


"Sejak kejadian itu aku sering mencari keberadaan gadis itu namun aku sulit menemukannya hingga sekarang." Sambung Rico.


"Sampai aku menyewa orang yang ahli IT untuk meretas data gadis itu tapi yang ada kami mendapatkan hadiah yang berupa virus." Sambung Rico lagi.


"Oh itu orang Tuan yang mencoba meretas dataku? Sampai akhirnya aku mengirim hadiah berupa virus di mana laptopnya ma ti total alias tidak bisa digunakan lagi, benar tidak?" Tanya Karen keceplosan.


"Upss ..." Ucap Karen sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.


Grep


"Berarti kamu Karen orang yang selama ini aku cari?" Tanya Rico tidak percaya karena akhirnya dirinya dipertemukan kembali sambil memeluk Karen dengan erat dari arah samping.


"Aku tidak bisa bernafas." Ucap Karen.


"Maaf aku sangat senang sekali, kenapa kamu berdandan seperti ini?" Tanya Rico sambil melepaskan pelukannya kemudian menatap mata Karen.


"Karena aku ingin menghindari pria yang telah menjebakku hingga kita melakukan cinta satu malam." Jawab Karen sambil melepaskan kacamata nya kemudian berlanjut melepaskan ikatan rambutnya yang di kepang dua.


"Berarti di dalam perutmu adalah anak kita?" Tanya Rico sambil membelai perut Karen yang buncit.


"Benar, ini anak kita." Jawab Karen yang tidak bisa membohongi Rico.


"Hallo sayang maafkan Daddy karena baru menemukan Mommy." Ucap Rico di perut Karen.


Ke empat janin tersebut langsung menendang sebagai tanda mereka sangat senang. Hal itu membuat Rico sangat senang karena bayinya memberikan respon.


"Daddy, Mommy?" Tanya ulang Karen.


"Sebentar lagi kita akan menikah agar ketika anak kita lahir orang tuanya sudah lengkap." Jawab Rico.


"Bagaimana dengan istri Kak Rico?" Tanya Karen dengan mata berkaca-kaca.


"Aku belum pernah menikah dan baru kali ini aku meniduri seorang gadis dan gadis itu adalah kamu. Kenapa kamu tadi tidak mengatakan kalau kamu mengenalku?" Tanya Rico.


"Aku takut jika ternyata Kak Rico sudah menikah dan aku tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain." Jawab Karen jujur.


"Oh ya satu lagi janin yang aku kandung ada empat." Sambung Karen.


"Apa empat? Benarkah?" Tanya Rico tidak percaya dirinya akan mempunyai anak empat.


"Benar tapi kata dokter kandunganku lemah jadi tidak boleh lelah." Jawab Karen.


"Kalau begitu mulai besok kamu tidak usah berkerja. Istirahat di rumah tanpa melakukan apa-apa." Jawab Rico.


"Terus kalau aku tidak berkerja nanti makan apa?" Tanya Karen polos.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2